Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

Tuesday, August 8, 2023

Melihat Mesin Pengolah Sabut Kelapa di Purwokerto

August 08, 2023 0

Pada tanggal 24 Juli 2023 lalu, untuk pertama kalinya saya memutuskan  pergi keluar kota menggunakan kereta malam dari Stasiun Pasar Senen Jakarta. Biasanya saya selalu berangkat pagi atau siang hari dari stasiun senen. Perjalanan malam kali ini menggunakan Kereta Api Serayu. Kota yang saya tuju adalah Purwokerto yang merupakan ibukota Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Tujuan perjalanan saya ke kota pelajar tempat kelahiran Jendral besar Soedirman ini adalah untuk melihat dan survei mesin pengolah serabut kelapa. Nama pengerajinnya adalah Serabut Mas. Saya tertarik mencari mesin karena ingin membuka produksi pengolahan limbah serabut kelapa. Kebetulan di daerah saya tinggal belum ada yang mengolah serabut kelapa alias tepes ini. Tetangga saya yang punya usaha kelapa parut sampai kebingungan untuk membuang limbah sabut kelapa ini.

Ada tiga produk yang dihasilkan dari pengolahan sabut atau tepes kelapa, yaitu coco bristle, coco fiber, dan cocopeat. Cocobristle adalah sabut kelapa yang sudah terpisah dari fibernya. Bentuknya panjang, lebih halus dari fiber pada umumnya, dan kuat. Cocofiber merupakan hasil olahan sabut kelapa yang banyak digunakan untuk bahan kerajinan, seperti tali sabut kelapa, isian jok, keset, dan lain sebagainya. Selain untuk kerajinan, cocofiber juga digunakan sebagai media tanam pada pencangkokan. Cocopeat adalah material yang tidak berserat dan ringan yang menyatukan serat sabut dalam sabut kelapa, cocopeat secara luas digunakan sebagai media tanam organik. Cocopeat mempunyai kemampuan daya serap dan menyimpan air yang cukup tinggi dibandingkan dengan tanah.

Di Purwokerto saya belajar menggunakan mesin pengolah serabut kelapa produksi mas Yayan dari Serabut Mas. Mesinnya digerakan oleh dinamo setengah PK dengan konsumsi listrik 350 watt. Belajar menggunakan mesin secara langsung, sensasinya berbeda dengan hanya melihat video tutorial di youtube. Di sini saya dapat cara menggunakan mesin dengan baik dan efektif.

Nah, dari perjalanan ini, saya juga dapat masukan bahwa cocofiber dapat digunakan dalam budidaya ikan sebagai tempat menaruh telur pada proses perkawinan indukan pengganti ijuk. Kebetulan kenal banyak pembudidaya ikan lele. Selain itu tentu dapat informasi lain yang berguna buat proses produksi sabut kelapa nantinya.

Setelah puas belajar menggunakan mesin pengolah sabut kelapa, saya pun pergi ke beberapa destinasi wisata yang ada di Purwokerto. Sambil menunggu kereta api Serayu menuju Pasar Senen yang berangkat jam 16.40 WIB. Ada dua titik, yaitu Menara Pandang Teratai dan makan di Madhang Maning Park Purwokerto.

Untuk video perjalanannya, bisa lihat fi video berikut ini.




Tuesday, July 11, 2023

Minyak Jelantah Jadi Tabungan Uang

July 11, 2023 0

Minggu lalu saya menjual minyak jelantah hasil pengumpulan dari nasabah bank sampah unit Gintung Mesra. Minyak jelantah ini dikumpulkan mulai dari hasil dapur rumah tangga, pedagang gorengan, dan catering. Minyak jelantah yang terkumpul akan kami jual untuk didaur ulang kembali.

Perlu teman-teman ketahui bahwa minyak jelantah memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola dengan benar. Minyak jelantah bisa diproses menjadi sabun, bahan bakar minyak, hingga biodiesel. Namun, minyak jelantah juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Minyak goreng bekas alias minyak jelantah merupakan limbah non-B3, namun tetap memiliki dampak terhadap lingkungan jika dibuang sembarangan. Dikutip dari situs berita merdeka.com ada 6 bahaya minyak jelantah Bagi Kesehatan dan Lingkungan

1. Penyakit Kolesterol Tinggi

Dampak kesehatan konsumsi minyak jelantah diantaranya menyebabkan penyakit degeneratif seperti kolesterol, kanker, dan penyakit jantung. Jelantah mengandung asam lemak jenuh tinggi akibat proses pemanasan yang dilaluinya. Jika dikonsumsi, akibatnya adalah penurunan HDL kolesterol serta peningkatan LDL dan total kolesterol.

2. Penyakit Jantung

Konsumsi minyak jelantah secara berlebihan bakal meningkatkan kolesterol dan pada gilirannya risiko penyempitan pembuluh darah. Kalau sudah begini, kesehatan jantung bisa terancam. Populernya makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi seperti gorengan yang diolah dengan jelantah menjadi salah satu penyebab tingginya kasus kematian karena penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah.

3. Kanker

Minyak jelantah yang dipakai berulang kali merupakan sumber radikal bebas. Radikal bebas tersebut bakal menyerang sel-sel sehat dan memicu pertumbuhan abnormal sel kanker. Penumpukan radikal bebas juga akan menyebabkan mutasi gen dan berisiko menjadi sel kanker. Karena kanker merupakan penyakit berat yang sulit disembuhkan, sebaiknya hindari konsumsi makanan yang diolah dengan minyak jelantah.

4. Pencemaran Air

Salah satu bahaya yang jelas dari pembuangan limbah minyak jelantah dengan tidak bijak adalah pencemaran air. Limbah cair ini bakal mengalir ke sungai dan berakhir di laut, menyebabkan pencemaran air yang lebih serius.

Minyak jelantah yang mengapung di permukaan bakal menghalangi sinar matahari, menyebabkan tumbuhan laut tidak bisa berfotosintesis. Kandungan oksigen terlarut di perairan pun jadi menurun. Pada gilirannya, kelangsungan hidup biota laut bisa terancam.

5. Penyumbatan Drainase

Limbah minyak jelantah yang dibuang sembarangan di saluran air tanpa dikelola terlebih dahulu akan menyebabkan penyumbatan pada saluran air atau drainase. Saluran air yang kotor dan tersumbat ini nantinya bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri dan berisiko menimbulkan penyakit.

6. Pencemaran Tanah

Minyak jelantah yang dibuang ke parit atau tanah dapat terserap bumi. Minyak ini akan menggumpalkan dan menutup pori-pori tanah. Kalau sudah begini, tanah akan menjadi keras dan tidak bisa lagi mendukung aktivitas manusia. Pada gilirannya, pencemaran ini dapat menyebabkan banjir.



Saya lewat bank sampah gintung mesra menerima donasi maupun tabungan minyak jelantah. Kami menerima minyak jelantah dengan harga 5000 sampai 6000 per kilogram tergantung harga di pasaran. Jika teman-teman tertarik bisa menghubungi kami.


Monday, November 14, 2022

Melihat bunga bangkai mekar sempurna setelah 14 bulan di tanam

November 14, 2022 0

Bunga bangkai! Waktu yang lama untuk bisa mekar sempurna dan waktu yang singkat saat mekar membuat tanaman ini cukup langka. Atas dasar pemikiran tersebut saya membeli tanaman Amorphopallus Paeoniifolius atau familiar dengan sebutan suweg. Tanaman ini adalah tanaman yang masuk ke genus tanaman bunga bangkai, namun bukan yang dilindungi dan bibitnya mudah didapat. 


Dari berbagai literatur disebut kalau Amorphophallus paeoniifolius adalah tanaman anggota genus Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan iles-iles (A. muelleri). Bunga tanaman ini adalah salah satu bunga paling bau di dunia. Bau busuk hanya bertahan beberapa jam setelah bunga mekar, tetapi membuat siapa pun enggan mendekatinya karena aromanya sangat mengganggu. Bau busuk tersebut membuat orang menjulukinya sebagai bunga bangkai.


Harapan saya adalah saat mekar akan mengundang banyak orang untuk berkunjung ke Taman Kupu-kupu Sukardi. Namun ditunggu tak kunjung berbunga juga. Setahun lebih ditunggu belum juga berbunga. Sampai di bulan 23 Oktober 2022 ada tunas yang mirip bunga muncul. 


Akhirnya penantian 14 belas bulan tersampaikan jua. Rasa antusias untuk pertama kalinya akan melihat bunga bangkai mekar dengan mata sendiri. Setiap hari saya membuat dokumentasi pertumbuhan bunga bangkai ini.


Setelah 10 hari menunggu, akhirnya bunga bangkai mekar sempurna. Baunya mirip bangkai tikus. Paling menyengat pas malam hari. Kayak berasap dan ada cairan di tongkol bunganya.


Sesuai harapan ada dua sekolah PAUD yang berkunjung melihat bunga bangkai ini. Selain tentunya belajar tentang metamorfosis kupu-kupu. 


Untuk dokumentasi pertumbuhan bunga bangkai yang saya tanam ini bisa lihat pada video berikut ini:





Monday, November 7, 2022

Taman Kupu-Kupu Sukardi menyabet Pemenang Tingkat Provinsi di 13th SATU Indonesia Awards 2022

November 07, 2022 0




PT. Astra Internasional Tbk di tahun 2022 kembali mempersembahkan 13th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2022 bagi generasi muda. SATU Indonesia Awards merupakan program apresiasi untuk anak bangsa yang memberi dampak dan manfaat bagi masyarakat dalam lima bidang yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi; serta satu kategori kelompok yang mewakili bidang tersebut.

Ahmad Yunus, Kordinator Taman Kupu-Kupu Sukardi, dengan program konservasi kupu-kupu  berhasil menyabet Pemenang Tingkat Provinsi di 13th SATU Indonesia Awards 2022 katagori Lingkungan. Dari Email yang diterima pada tanggal 2 November Panitia SATU Indonesia Awards 2022 memberitahukan bahwa saudara telah lolos menjadi pemenang tingkat provinsi SATU Indonesia Awards 2022. Selanjutnya, Anda akan menerima dana apresiasi dari ASTRA sebesar Rp5.000.000.

"Alhamdulillan senang dan bangga bisa meraih  penghargaan ini"

Menurut Yunus, Taman Kupu-Kupu Sukardi sudah didaftarkan ke program SATU Indonesia Awards sejak tahun 2021 lalu, namun mungkin karena mepet ke penutupan jadi belum sampai ke meja juri utama. Tahun ini kami dihubungi oleh panitia untuk langsung ke tahap selajutnya tanpa pemberkasan lagi. Sampailah ke hasil pemenang tingkat provinsi.

"Pencapaian ini akan memacu kami lebih baik lagi dalam mengelola taman koservasi ini da megenalkan ke masyarakat luas tentang pentingnya peran kupu-kupu bagi ekosistem alam. "


Untuk daftar lengkap pemenang tingkat provinsi 13th SATU Indonesia Awards 2022 dapat dilihat di  https://www.satu-indonesia.com/satu/satuindonesiaawards/finalis/penerima-apresiasi-tingkat-provinsi-2022.

Penghargaan ini melegkapi pencapaian pada Bulan Maret di mana Ahmad Yunus juga terpilih sebagai nominator Program #PejuangIklimInspirasiku yang diselenggarakan oleh Pejuangiklim.id bekerjasama dengan Tempo Institute dan Yayasan Madani Berkelanjutan.



Sunday, March 27, 2022

Ahmad Yunus, Edukasi Lingkungan dengan Taman Mini

March 27, 2022 0


Ahmad Yunus Sukardi adalah penulis dan blogger yang memiliki kepedulian pada lingkungan. Disela hobinya menulis dia juga punya aktivitas berkaitan lingkungan. Kebiasaan hidup dan pandangan terhadap alam diwujudkan dengan bersumbangsih pada lingkungan. Ia mendirikan taman kupu kupu tak jauh dari rumahnya. Taman sederhana di atas pekarangan itu ditanami aneka tumbuhan dan berbagai jenis bunga. Ditambah sedikit fasilitas bermain anak. Untuk menghias taman kecil itu ia memanfaatkan barang bekas.

Yunus memanfaatkannya taman tersebut untuk penangkaran kupu-kupu. Kupu-kupu selain hewan polinator atau membantu penyerbukan tanaman . "Kupu kupu juga memiliki fungsi bioindikator, yang bisa mengindikasikan tingkat pencemaran suatu lingkungan. Jika banyak ditemui kupu kupu warna hitam dan gelap, menandakan lingkungan itu banyak tercemar. Jika banyak kupu kupu yang berwarna putih atau warna terang, artinya lingkungan itu belum terlalu tercemar," jelasnya, lewat unggahan video di akun Instagram @ahmad_yunus_s,

Selain menjadi tempat berselfie ria,warga memanfaatkannya taman itu untuk edukasi. Taman Kupu Kupu Sukardi ini kerap menerima kunjungan siswa Paud, yang ingin belajar metamorfosis kupu kupu. Yunus biasanya menghadiahi tamu yang berkunjung dengan bibit tanaman.

Selain kupu kupu Yunus juga mengembangbiakan hewan yang bermanfaat untuk lingkungan, diantaranya lebah Klanceng juga berfungsi sebagai polinator penghasil madu.

Yunus juga mempelopori pendirian bank sampah, Gintung Mesra. Untuk mendorong masyarakat mengatasi persoalan sampah. Ia mendidik masyarakat untuk mengolah sampahnya dengan benar. Sekali kali Yunus menggelar pelatihan pengolahan sampah. Seperti praktek membuat ecobrick, untuk mengatasi sampah plastik sekali pakai.

Artikel ini merupakan bagian dari profil 10 Besar Pejuang Iklim Inspirasiku 2022. Sumber tulisan: https://inspirasiku.pejuangiklim.id/vote

Saturday, March 26, 2022

Penghargaan Adalah Pengakuan

March 26, 2022 0

 


Penghargaan identik dengan prestasi. Di laman wikipedia disebutkan bahwa Penghargaan ialah sesuatu yang diberikan pada perorangan atau kelompok jika mereka melakukan suatu keulungan di bidang tertentu. Tapi apakah penghargaan diberikan hanya sebatas mencapai target tertentu?

Penghargaan bagi saya adalah sebuah pengakuan. Pengakuan atas capaian yang telah diraih. Bukan hanya karena berhasil meraih suatu prestasi, misalnya menang lomba, tapi juga atas pengabdian seseorang yang telah mendedikasikan waktunya pada pekerjaan yang telah dilakoninya.

Penghargaan diperlukan untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali seseorang atas apa yang telah dilakukan dan dikerjakannya selama ini. Hal ini penting untuk mengurangi kejenuhan sesorang pada pekerjaannya. Serta merangsang agar orang itu terus berprestasi. Karena menghargai berarti memandang penting keberadaan orang tersebut dengan apa yang telah dikerjakan.

Semenjak dunia lockdown karena covid 19, saya memulai sesuatu yang baru: membuat taman konservasi kupu-kupu. Dari mulanya taman, kemudian menjadi tempat yang menelurkan berbagai aksi untuk alam. Dari taman ini kemudian lahir bank sampah Gintung Mesra dan pelatihan ecobrik.

Atas aksi-aksi yang mendorong pencegahan perubahan iklim tersebut saya masuk 10 besar Pejuang iklim Inspirasiku. Saya dilirik karena upaya Edukasi Lingkungan dengan Taman Mini.


Bagi saya penghargaan seperti ini adalah apresiasi yang melecut semangat. Terima kasih atas dukunga. Teman-teman semua.


Gintung  26 Maret 2021

Monday, November 15, 2021

Ngomporin Emak-Emak Zaman Now

November 15, 2021 0
Ngomporin Emak-Emak Zaman Now


Belakangan ini saya sedang fokus untuk mengembangkan proyek mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Karena hal ini adalah hal baik yang harus disebarluaskan. Masalahnya ecobrick ini barang baru dan masih asing di sebagian masyarakat di lingkungan saya.

Saya ingin mengajak orang lebih banyak untuk terlibat aktif mengolah sampah plastik dan sampah anorganik yang sulit diurai atau didaur ulang untuk diubah menjadi ekobrik. Satu hal yang sulit itu adalah mendeliver gagasan kita kepada masyarakat luas.

Berbekal pengalaman bank sampah yang hanya sekali rapat langsung Go on. Bagaimana ibu-ibu dengan bekal karung dan buku tabungan, mau memilah sampah dan menabung sampah. Maka saya ingin melibatkan kembali ibu-ibu dalam mendeliver gagasan ecobrick ini. Alhamdulillah ada komunitas ibu-ibu yang mau diajak kerjasama untuk membuat pelatihan ecobrick pertama kali di taman kupu-kupu Sukardi.

Lumayan seru, karena sampah plastik yang mereka bawa ketika dijadikan ecobrick ternyata kurang. Padahal itu sampah plastik kalau dibiarkan menumpuk atau menimbun di tanah terlihat besar. Pelatihan ini juga memberikan wawasan baru pada ibu-ibu tersebut bahwa sampah plastik ternyata bisa diubah menjadi ecobrick. Ecobrick sendiri bisa diubah menjadi furniture seperti kursi atau atau meja, selain tentunya bisa dijadikan sebagai bata untuk bahan bangunan.


kegiatan pelatihan ecobrick ini telah dimuat di situs Beranda Inspirasi. jika ingin membaca liputannya dapat baca di https://berandainspirasi.id/ketika-emak-emak-sukadiri-bergerak-ubah-sampah-plastik-jadi-ecobrick/

Thursday, November 11, 2021

Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

November 11, 2021 0


Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

Hari ini kamis, 11 November saya menerima tamu. Ada kunjungan dari anak-anak PAUDQu AL-MUKARROMAH beserta guru dan wali muridnya. 

Mereka datang untuk belajar tentang metamorfosis kupu-kupu. Mulai dari fase telur, ulat, kepompong, sampai jadi kupu-kupu. Terakhir mereka praktek memindahkan ulat dari tanaman inang ke toples. Dan yang paling seru, tentu saja melepaskan kupu-kupu ke taman dalam atau ke alam bebas.

Taman Kupu-kupu Sukardi merupakan taman konservasi penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata. Sebagai taman ekologi, selain kupu-kupu juga ada binatang lain seperti bunglon, capung dan lain-lain. Taman ini juga memiliki keanekaragaman hayati dengan jumlah jenis tanaman mencapai 60 an tamanan. Tanaman terbagi atas dua kategori, yaitu tanaman inang dan tanaman nektar.

Fasilitas penunjang kegiatan ekowisata terdiri atas taman dalam, rumah kepompong, dan panel informasi. Ada juga gazebo untuk istirahat pengunjung. Taman ini juga dilengkapi area playground dengan instalasi permainan tradisional seperti engklek, egrang, batok, dan lain-lain. Cocok untuk anak-anak.

Demikianlah cerita hari kesepuluh #30harimenulismarathon. Sebagai tuan rumah, saya siap menerima anda yang ingin berkunjung ke sini. Baik sendiri-sendiri maupun berkelompok. Jika ingin tanya lebih lanjut dm saja.



Wednesday, November 10, 2021

Tentang rumput yang menghijau di taman

November 10, 2021 0


Kalau Anda ke taman kupu-kupu Sukardi halaman depannya rumput dibiarkan tumbuh. Dulu ada yang menawarkan untuk pemasangan rumput sintetis tapi kami tolak. Tentu ada alasannya.

Dalam sebuah perjalanan ke Majalengka menemui salah satu konsumen saya yaitu PT Sumber hijau Farm. Di sana saya melihat peternakan sapinya, namun ada salah satu momen yang terekam cukup kuat di memori saya ketika Pak Rudi, penanggung jawab peternakan  di sana bercerita tentang awal mula kandang sapi di situ.

Beliau bercerita bahwa dulunya sebelum dibangun kandang sapi, lahan itu adalah lahan tandus bekas percetakan bata secara tradisional. Ada sumur dulunya tapi airnya kering. Lambat-laun dibangunlah peternakan, terus halaman dekat mess karyawan dan ruang tunggu tamu ditanami rumput jepang. Pengakuan beliau setelah ditanami rumput itu ternyata menyerap air hujan dan itu berdampak positif pada sumur yang dulunya kering sekarang  airnya selalu tersedia dan tidak pernah kering lagi.

Dilansir dari kompas.com rumput merupakan salah satu tanaman penyerap air. Philip Mahalu dari lembaga penelitian internasional bidang kehutanan, Cifor, mengatakan rumput bisa tumbuh di segala jenis tanah, kata Philip. Hebatnya rumput ini memiliki akar tiga meter yang memiliki daya serap tinggi. Rasanya tak sulit menyisakan lahan di rumah untuk menanam rumput untuk meningkatkan debit air di rumah.

Saya juga merasakan tahun ini meski panasnya full, sumur kami tidak pernah kekeringan meski banyak rumah yang ambil airnya di situ. Belum lagi kolam ikan lele juga mengambil air di situ. Jadi ada guna tersembunyi dari rerumputan di taman, selain sangat tertolong tanaman ficus benjamina yang tumbuh kokoh di seberang jalan. Inilah penyerap air utama dan konservasi air paling mantap.

Saat hujan rumput ini tidak becek. Meski butuh waktu untuk menyerap air hujan, tapi tidak lama. Saya sadar betul bahwa di depan taman ada banyak tetangga yang menaruh pipa sumber airnya. Ke depan akan kami tanaman rumput wangi sedangkan seberang jalan alangkah bagusnya jika ficus benjamina yang ditanam.


Begitulah cerita hari kesembilan #30harimenulismarathon jangan anggap hina rerumputan yang bergoyang paman.


Tuesday, November 9, 2021

Kembali bermain permainan tradisional

November 09, 2021 0


Anak-anak sekarang darurat bermain outdoor. Hal ini karena terbatasnya lahan terbuka, sehingga riskan jika bermain di luar rumah yang tersisa jalanan. Akhirnya mereka lebih asyik dengan gadgetnya masing-masing. 

Berbeda dengan ketika saya kecil, ada lapangan dan kami lebih sering bermain secara outdoor, memainkan beberapa permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek dan lain-lain. Bergerak dari situ, saya menginstal beberapa jenis permainan tradisional di Taman Kupu-kupu Sukardi.

Adapun beberapa permainan tradisional tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama jungkat-jungkit. Permainan keseimbangan badan dengan jungkat-jungkit.
Kedua engklek. Engklek atau disebut juga dengan jingkring geprok di kampung kami ,merupakan permainan tradisional untuk melatih gerak motorik kasar.
Ketiga egrang batok. Egrang batok ini memanfaatkan batok kelapa dua buah yang dipasangkan tali. Cara bermainnya adalah dengan meletakkan kaki pada batok lalu tali dijepit dengan jempol dan untuk menggerakkan nya kaki dan tangan yang memegang kaki diarahkan sesuai dengan langkah kaki.
Keempat lempar gelang. Permainan tradisional yang sering ditemukan di pasar malam. Pada permainan ini pemain dilatih untuk fokus pada sasaran.
Baru ada 4 permainan tradisional yang kami Tampilkan kembali di Taman Kupu-kupu Sukardi. Tentu itu diluar halang rintang dan tempat duduk hewan dari ban bekas. Kedepannya Kami ingin menambahkan beberapa permainan tradisional seperti bakiak dan lain-lain
.
Demikianlah cerita hari ke-8 #30harimenulismarathon Jika anda ingin bernostalgia bermain tradisional datanglah ke taman kupu-kupu Sukardi dan ajaklah keluarga anda.


Monday, November 8, 2021

Kenapa Tidak ada foto makanan di Medsos saya?

November 08, 2021 0
Kenapa Tidak ada foto makanan di Medsos saya?
Salah satu warga Brazil mengais sisa sayuran (Raimundo Pacco / AFP - detikNews)




Kalau anda jeli perhatikan medsos saya baik facebook atau instagram anda akan jarang menemukan postingan tentang makanan atau minuman. Berbeda dengan kebanyakan orang, saya memang tidak suka posting makanan enak dan menggugah selera. Padahal aslinya Saya suka makan.


Ada beberapa hal yang melandasi sikap saya seperti itu. Pertama hadits Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah bersabda, "Jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikanlah tetangga-tetanggamu" (HR. Muslim). Saya diajarkan untuk berbagi makanan, bukan berbagi foto makanan. Dan banyak hadits-hadits lain tentang keutamaan memberi makan kepada orang lain.


Kedua pernah dalam suatu perjalanan mengirim barang dengan truk, di salah satu titik pemberhentiannya saya pernah melihat orang yang makan dengan mengais makanan sisa. Ketika saya tanya dia tidak punya uang.


Ini membentuk kesan kuat dalam pikiran saya bahwa kita mungkin bisa makan enak, tapi belum tentu dengan orang lain. Ketika hendak memposting makanan saya terpikirkan kembali momen tersebut. Bagaimana kalau yang melihat postingan makanan saya di dalam kondisi lapar? Pasti rasanya tidak nyaman. Itulah yang membuat saya nyaris tidak pernah memposting makanan.


Dan saya tidak menyesali pilihan itu,  malah bersyukur apalagi di zaman pandemi covid. Karena banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan untuk makan saja sulit. Sementara untuk berbagai makanan, saya sendiri belumlah sanggup. Jadi menahan diri untuk tidak posting makanan di medos adalah pilihan yang bijak.


Tulisan ini dibuat karena saya lihat berita di Detik.com yang mewartakan Sekitar 55% populasi di Brasil kekurangan pangan selama setahun terakhir akibat pandemi. Akibatnya banyak warga Brazil yang rela mengais sisa buah dan sayur buangan. Apakah di Indonesia ada? Bisa jadi ada juga.


Perlu digaris bawahi bahwa sikap saya ini tentu tidak berlaku bagi teman-teman pelaku usaha yang yang bergerak di bidang kuliner. Saya sendiri mendorong kepada teman-teman itu untuk promosi makanan yang mereka produksi. Karena lewat makanan itulah mereka menghidupi keluarganya.

Jadi demikianlah tulisan hari ketujuh #30HariMenulisMarathon 

Sunday, November 7, 2021

Olah Nafas Pemberdayaan

November 07, 2021 0



Tiga minggu lalu, tepatnya 16 Oktober 2021, saya menulis status yang dibagikan via Instagram dan facebook, isinya sebagai berikut:

Perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah pertama. Bukan langkah seribu, kalo itu mah lari dari kenyataan. 
Bank Sampah Gintung Mesra baru dimulai. Hal pertama yang ingin didorong adalah memilah sampah rumah tangga. Sedangkan pendapatan dari menjual sampah bernilai ekonomi adalah bonus. 
Bismillah

Nah ada yang komen, semangat kakak lalu saya jawab kalau saya tidak semangatan alias santuy saja. Asli memang begitu, anda tidak akan melihat saya teriak-teriak penuh semangat melafalkan yel-yel. Lebih ajaib lagi saya malah tidur di acara seminar motivasi. 

Begini, ada belief system yang tertanam dalam benak saya. Motivasi berubah itu harus berasal dari diri sendiri bukan orang lain. Ketika saya ingin memotivasi diri saya, maka saya akan memaksa untuk melakukan itu. Contohnya tulisan ini, ini adalah pemaksaan diri untuk menulis minimal satu tulisan per hari selama 30 hari marathon.

Berangkat dari pengalaman saya, kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berasal dari kesadaran dan kemauan masyarakat sendiri akan berjalan dan lebih awet meski jalan terjal, dibandingkan program yang diturunkan oleh pemerintah dengan sokongan dananya. Aksi dari masyarakat meski tanpa acara peresmian wah dan dana mepet malah lebih sustainable dibandingkan program pemerintah yang peresmiannya gegap gempita.

Saya yang pernah mendampingi kube-kube di Tangerang Utara paham benar watak masyarakatnya. Merubah masyarakat meski itu baik, seperti memilah sampah, tidaklah mudah. Pandangan dan semangat kita sebagai pencetus belum tentu satu frekuensi dengan masyarakat kebanyakan.

Kalo belajar difusi inovasi pasti sudah tahu tentang pembagian adopter (penerima inovasi). Ada lima golongan adopter dalam teori difusi inovasi
Innovators: Sekitar 2,5% individu yang pertama kali mengadopsi inovasi. Cirinya: petualang, berani mengambil resiko, mobile, cerdas, kemampuan ekonomi tinggi
Early Adopters (Perintis/Pelopor): 13,5% yang menjadi para perintis dalam penerimaan inovasi. Cirinya: para teladan (pemuka pendapat), orang yang dihormati, akses di dalam tinggi
Early Majority (Pengikut Dini): 34% yang menjadi pera pengikut awal. Cirinya: penuh pertimbangan, interaksi internal tinggi.
Late Majority (Pengikut Akhir): 34% yang menjadi pengikut akhir dalam penerimaan inovasi. Cirinya: skeptis, menerima karena pertimbangan ekonomi atau tekanan sosial, terlalu hati-hati.
Laggards (Kelompok Kolot/Tradisional): 16% terakhir adalah kaum kolot/tradisional.
Pertama kali mulai pasti tidak semudah omongan Mario Teguh. Karena yang menerima gagasan kita masih terbatas. Karena itu ketika menggulirkan Bank Sampah yang diundang hanya 20 orang sebagai Early Adopter. Ketika sudah jalan dan ada manfaat ekonomis, barulah yang lain akan ikut. Tahap ini masuk ke Late Majority.

Untuk sampai ke tahap late majority itu butuh waktu dan pengorbanan. Karenanya butuh olah nafas pemberdayaan. Bukan semangat dan tancap gas di seremoni, lalu kehabisan nafas di tengah jalan dan berakhir tanpa kabar. Pelan-pelan saja dan bisa dimulai dengan langkah kecil.

Bank sampah Gintung Mesra itu dimulai dengan langkah kecil. Sekali rapat dengan 20 orang emak-emak langsung terbentuk. Dikasih modal awal buku tabungan dan karung. Seminggu sudah ada yang setor. Berjalannya waktu, lebih banyak yang minta dijemput. 

Saat penimbangan di rumah nasabah ini, mulai ada yang tanya-tanya dan mau ikut bergabung, kalo dijemput. Nah ini tantangan sekaligus peluang. Masih satu RT dan tetangga saja mintanya dijemput, padahal sudah ada gudang unit pengumpul sampah. Itulah realitanya tak semanis pandangan para birokrat pembuat kebijakan. 

Sebagai penggagas harus ikut kemauan masyarakat bukan pemerintah, termasuk jumlah minimal tabungan yang bisa diambil. Pembina kami sesuai pedoman mengatakan dana bisa diambil jika tabungan sudah ada 100 ribu dengan maksimal 50 ribu jadi harus ada saldo mengendap minimal 50 ribu. Pedoman birokratis seperti itu tidak kami pakai. Di kami minimal tabungan 20 ribu bisa diambil semuanya, gak perlu ada minimal saldo mengendap. Intinya ngapain dibuat sulit. Masyarakat itu kalo dibuat mudah akan ikut gabung dengan sendirinya. Urusan 16 % si bebal, ngapain dipikirin. Ada 20 kk saja sudah bisa jalan itu bank sampah.

Jadi demikianlah tulisan hari ke enam #30HariMenulisMarathon 


Saturday, November 6, 2021

Sampah jadi tabungan

November 06, 2021 0


Betapa banyak dari kita yang memandang rendah sampah. Malahan membuang sampah sembarangan. Padahal Sampah jika dipilah dan dikelola dengan baik maka dia akan menghasilkan nilai ekonomi.

Perputaran uang dalam pengolahan sampah  ini, istilah terkenalnya adalah ekonomi sirkular. Ekonomi Sirkular merupakan pendekatan penerapan sistem ekonomi melingkar dengan memanfaatkan sampah untuk digunakan sebagai bahan baku industri. Sampah apabila dikelola dengan metode ini akan memberikan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan yang baik.

Sampah diolah menjadi bahan baku industri. Seperti sampah botol plastik yang dicacah dan dijadikan biji plastik lalu dipakai kembali menjadi botol plastik. Atau kemasan kaleng yang dilebur dan menjadi untuk dijadikan kaleng lagi. Sampah organik pun dapat diolah menjadi pupuk. Semua ada nilai tambahnya jika diolah dengan baik.

Kunci dari pengolahan sampah yang baik dimulai dari pemilahan sampah. Kondisi buruknya tata kelola sampah di Indonesia adalah ketidaksadaran masyarakatnya untuk memilah sampah. Sehingga semua sampah hanya berujung pada dua muara: dibakar atau menggunung di TPA.

Saat ini saya sedang mendorong masyarakat di sekitar saya tinggal untuk memilah sampah. Sampah hasil pilahan itu dapat disetorkan ke bank sampah Gintung Mesra yang saya kelola. Uangnya menjadi tabungan. Dari sampah inilah yang akan menjadi tabungan. 

Sekedar informasi, berikut adalah jenis sampah yang diterima di Bank Sampah Gintung Mesra:
1. Kardus 
2. Botol beling
3. HVS/ putihan
4. Buku tulis
5. LKS 
6. Aluminum
7. Besi
8. Tutup galon Aqua
9. Tutup galon isi ulang
10. Paralon
11. Kabel isi tak dikupas ( non antena)
12. Rongsok
13.Botol, Gelas mineral kotor
14. Botol mineral bersih
15.Gelas mineral bersih
16. Kuningan
17. Tembaga
18. Steel / Baja ringan
19. Kaleng
20. Emberan
21. Paku
22. Karpet talang 
23. Kipas angin rusak
24. Kantong semen  
25. Oli
26. Minyak Jelantah
25. Tutup botol krop
26. Duplek
27. Galon merk Aqua

Banyak bukan. Nah anda pun dapat berpartisipasi menabung sampah di tempat kami, khususnya orang desa Gintung. Daripada sampah dibuang begitu saja, lebih baik dipilah dan dijadikan tabungan. Bisa buat lebaran atau jika butuh uang dadakan, tinggal cairkan tabungan.

Demikianlah tulisan Hari kelima #30HariMenulisMarathon
Jika minat jadi nasabah tinggal DM saja yah.

Friday, November 5, 2021

Bukan Salam Dari Binjai

November 05, 2021 0


Belakangan ini ramai video salam dari Binjai dengan konten seorang pria memukul pohon pisang sampai tumbang. Secara pribadi saya tidak menyukai konten tersebut.  Pertama tidak ada unsur edukasinya sama sekali. Kedua itu adalah tren yang buruk karena memukul pohon pisang yang tidak bersalah sampai tumbang, padahal untuk tumbuh besar pohon pisang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Ketiga akan timbul efek buruk jika itu dilakukan oleh anak-anak yang tidak bertanggung jawab,  maka banyak pohon pisang yang tumbang.

Benar saja tren memukul pohon pisang pun dilakukan oleh anak-anak yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya yang terjadi di di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur. Kejadian ini sampai masuk berita kenapa video pengrusakan pohon pisangnya ikut viral.

Pada video pertama terlihat beberapa anak tengah merusak pohon pisang di sebuah kebun. Mereka terlihat menaiki pohon pisang hingga membuat pohon-pohon tersebut patah. Mereka pun terdengar tertawa saat melancarkan aksinya. Peristiwa itu terjadi pada malam hari.

Selanjutnya pada video kedua terlihat sebuah kebun yang penuh dengan pohon pisang yang rusak. Dalam video terdengar jika pohon-pohon tersebut rusak akibat tren 'Salam dari Binjai' yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Lebih naasnya lagi, Pria dalam video juga menjelaskan jika pohon pisang tersebut tinggal menunggu matang dan siap dipanen. Bayangkan kan pohon yang siap panen harusnya ada uang yang masuk untuk petani, malah amsyong gara-gara kelakuan bocah yang yang ikutan salam dari Binjai cuma demi viral doang.

Perlu dipahami teman-teman, bahwa pohon itu tidak ujug-ujug langsung besar. Perlu waktu bulanan bahkan tahunan untuk menjadi besar dan berbuah. Saya yang sudah menanam lebih dari ratusan pohon dalam 2 tahun terakhir ini, kesal melihat kelakuan tersebut. Kita sedang mengalami ancaman perubahan iklim karena deforestasi, hilangnya hutan dan pohon-pohon yang ditebang secara ilegal atau dibakar untuk membuka lahan. Harusnya yang dilakukan saat ini adalah menanam pohon lebih banget.

Bulan November ini bisa dijadikan momentum bagi kita semua untuk memulai menanam pohon. Karena di bulan November ini ada hari yang diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Yaitu tanggal 28 November. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008.

Jadi saya mengajak teman-teman kalian untuk merubah salam. Jangan Lagi Ada salam-salaman yang isinya justru malah merusak pohon. Harusnya diubah menjadi menanam pohon. Karena dengan menanam pohon kita ikut menjaga kehidupan. 

Menanam pohon adalah menanam kehidupan itu sendiri. Jika panas mengganggumu,  tanamlah pohon. Jika air mengganggumu, tanamlah pohdon. Dan jika anda menyukai kehidupan, tanamlah banyak pohon.

Hari keempat #30HariMenulisMarathon
#SalamdariTangerang
#BukanSalamDariBinjai



Thursday, November 4, 2021

Doa di musim penghujan

November 04, 2021 0


Hari ini desa saya diguyur hujan cukup deras meski sebentar. Dilihat dari awan gelapnya, sepertinya hujan rata di sekitaran Tangerang. Awal bulan November 2021 intensitas hujan lebih sering turun, pertanda sudah memasuki musim penghujan. 


Tiap kali hujan turun ada bait-bait doa yang terucapkan. Doa ketika turun hujan dari Hadits yang diceritakan Aisha dan diriwayatkan Imam Bukhari. 

 

'Allahumma shoyyiban nafi'an'."


Artinya: "Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat."


Kita berharap bahwa hujan yang turun adalah Rahmat. Menyejukkan tanah yang kering kerontang dilanda kemarau panjang. Mengaliri ladang-ladang persawahan dan perkebunan tadah hujan. Waktu yang tepat untuk menanam segala rupa tanaman pangan.


"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." (Al-An'am 6 : 99).


Salah satu saudara saya di pulau panggang pernah bercerita, musim penghujan banyak wadah-wadah dikeluarkan. Mereka menampung air hujan yang turun. Istilahnya panen air hujan. Hujan menjadi berkah di wilayah yang kadar salinitasnya tinggi.


Doa pertama selalu seperti itu. Hujan yang bermanfaat untuk kehidupan. Namun saya juga insyaf, hujan memiliki dua sisi berkah dan bencana. Hujan menjadi bencana di bumi yang rusak oleh kerakusan manusia.


Bencana yang terjadi di musim penghujan tidaklah asing lagi seperti banjir dan longsor. Betapa banyak orang yang buang sampah sembarangan yang membuat mampet saluran drainase hinggap air meluap dan banjir. Betapa manusia begitu rakus mengeruk tanah di pegunungan, mencabut akar pohon, merusak alam yang hasilnya banjir bandang dan longsor yang memporak porandakan perkampungan di bawahnya.


Adapun badai dan puting beliung, hanya bisa pasrah. Doa kedua membersitkan harapan dan pengampunan. Jauhkan kami dari bala bencana.


Itulah doa musim penghujan yang saya tulis. Meski jika ada daerah terkena bencana parah seperti banjir bandang di Lebak, saya akan turun menjadi relawan. Doa diberikan hujan yang bermanfaat dan dijauhkan dari bala bencana selalu terucap.


Begitulah cerita hari ketiga #30HariMenulisMaraton



Wednesday, November 3, 2021

Tulisan apa yang pertama kali dimuat di media?

November 03, 2021 0


Tulisan apa yang pertama kali dimuat di media? Jawaban saya adalah cerpen alias cerita pendek. Judul cerpen tersebut adalah "Kado Lebaran" dan dimuat di majalah Sabili saat itu saya masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Mauk, yang kini berganti nama menjadi SMA Negeri 2 Kabupaten Tangerang.

Tulisan-tulisan awal saya yang dimuat di media massa memang cerpen. Seingat saya cerpen-cerpen itu selain dibuat di Sabili juga termuat di koran lokal Tangerang, yaitu koran Satelit News. Sayangnya tidak semua cerpen yang dimuat di media massa itu terdokumentasi dengan baik dalam bentuk cetak nya.

Dari cerpen kemudian tulisan-tulisan berkembang menjadi tulisan yang bukan bergenre sastra. Seperti opini, feature, dan tulisan-tulisan How to. Tulisan non cerpen ini lebih beragam lagi dimuatnya baik oleh media cetak seperti majalah Sabili, koran Satelit News dan koran Sindo. Sedangkan untuk media massa online seperti Tangerangnews.com Bantennews.co.id dan lain-lain.

Saya pernah membukukan kumpulan dari cerpen-cerpen yang pernah saya tulis. Judul bukunya "Kyai Anom di Pusaran Ratu Wanten Girang".  Gambar sampul bukunya yang dijadikan thumbnail tulisan ini. Saya juga mendokumentasikan cerpen cerpen yang pernah saya tulis ke blog pribadi saya, bisa cek di link berikut jika anda membacanya. http://www.ahmadyunussukardi.my.id/search/label/Cerpen

Jika ditanya cerpen apa yang paling berkesan? Mungkin cerpen "Pelajaran Bercerita" karena ini adalah cerpen yang mengeksplorasi keliaran imajinasi saya. Namun jika saya saat ini diminta untuk menulis cerpen, Jujur saja saya sih Nggak sanggup! Pertama karena sudah sangat lama tidak menulis cerpen. Kedua Saya mengakui kesulitan untuk menulis dengan nuansa sastra. Meskipun dulu saya sering bereksperimen dengan cerpen, tapi itu dulu sekali karena saat ini saya lebih sering menulis essay dan opini mengenai gagasan yang ada di kepala saya.

Menulis cerpen selain butuh inspirasi juga butuh mood. Tidak seperti menulis cerita bebas yang sedang anda baca saat ini.


Begitulah cerita hari kedua #30HariMenulisMaraton


Tuesday, November 2, 2021

Challange 30 hari menulis maraton

November 02, 2021 0


Dalam bio saya di media sosial seperti instagram, twitter dan Facebook mencantumkan kalau saya ada salah seorang penulis. Sebenarnya itu adalah keinginan masa kecil yang tidak tercapai, karena realitanya saat ini sayang hidup bukan dari hasil menulis. Dan kalau disebut penulis juga tidak produktif-produktif amat. Kalau dulu memang saya sering mengirim tulisan saya ke media massa, tapi setelah ambruknya media cetak seperti koran dan majalah, yah saya jarang menulis untuk media massa online,  di blog ini pun jarang posting tuliskan terbaru.


Malas! mungkin ini salah satu penyebabnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa rasa malas untuk menulis di sela-sela aktivitas lain selalu ada, apalagi untuk menulis membutuhkan riset. Aktivitas menulis juga bukan prioritas. Tempuhlah kemampuan untuk menulis saya.


Belakangan ini mulai ada tulisan baru karena kemarin saya baru menang lomba nulis. Jadi kalau ada alasan kuat seperti lomba, barulah muncul keinginan untuk menulis.  Kedua Saya ingin menajamkan kembali kemampuan menulis saya. Skill menulis ini  seperti pisau, menulis itu akan tajam jika terus diasah dan digunakan namun akan tumpul jika jarang digunakan.


Saya ingin mechallange alias menantang diri sendiri untuk produktif menulis. Tantangan yang ingin diberikan pada diri saya sendiri adalah menulis berturut-turut selama 30 hari. Menulis apa saja yang ada di benak saya, gak peduli estetika dan gaya bahasa. Bisa jadi tema atau bahasannya acak, sing  penting bisa dituliskan dan diposting.


Oh iya, menulis juga bisa jadi self healing bagi saya. Dr.Pennebaker, seorang psikolog dari Amerika pernah meneliti menulis sebagai trauma healing. Menurut Dr. Pennebaker mereka yang menuliskan trauma bahkan bila itu trauma terburuk sekalipun ternyata akan lebih mudah melupakan atau setidaknya mengatasi masalah trauma tersebut.


Nah sebagai permulaan, maka tulisan ini adalah tulisan pertama dari 30 hari menulis.


Friday, March 5, 2021

Kenapa kami tidak menjual ampas bir, dedak padi, dan onggok

March 05, 2021 1

Heboh miras belakangan ini membuat saya ingin sedikit cerita tentang beberapa produk yang tidak saya jual, salah satunya adalah ampas bir!



Sebagai penjual baku pakan ternak, Nusfeed.id yang berbasis web memiliki positioning yang lumayan di halaman pencarian Google. Dengan posisi tersebut kami sering menerima penawaran produk lokal dan mancanegara, maupun permintaan produk dari peternak. Apalagi kami juga menjual beberapa bahan baku pakan yang statusnya market leader. Namun ada beberapa produk yang kami memilih untuk tidak menjualnya, bahkan bahan produk yang termasuk umum digunakan seperti dedak padi dan onggok. Lalu satu bahan baku alternatif pakan hasil samping dari industri miras, yaitu itu ampas bir.

Kami pernah dihubungi oleh salah satu pabrik menawarkan ampas bir, saat itu kami memilih untuk menolak penawaran tersebut. Salah satu konsideran kami adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi,

Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah SAW Melaknat tentang khamr sepuluh golongan: yang memerasnya, Yang minta diperaskannya, yang meminumnya, yang mengantarkannya, yang minta diantarinya, yang menuangkannya, yang menjualnya, yang makan harganya, yang membelinya, dan yang minta dibelikannya".

[HR. Tirmidzi juz 2, hal. 380, no. 1313]

Jadi ada 10 golongan yang dilaknat karena terlibat urusan Miras. Kami tidak ingin terlibat menjadi bagian dari salah satu rantai industri miras lewat menjual by produknya, yaitu ampas bir. Berbisnis dengan pabrik pembuat bir.

Ampas Bir adalah bahan pakan yang merupakan limbah pengolahan gandum (malt) menjadi bir yang mengandung nutrien yang cukup baik terutama protein dan energi. Dengan profil kandungan gizi seperti itu, memang menjadikan ampas bir salah satu bahan baku pakan alternatif dalam dunia peternakan. Namun karena produk ini berasal dari industri miras, kami bersikap untuk tidak menjualnya.

Adakah yang bertanya kepada kami tentang produk tersebut? Sangat banyak! Malah dari foto profilnya ada yang pencinta Habib, pecinta sholawat, pencinta ngaji paling sunnah, dan sebagainya.

Bagi saya sendiri cukup miris. Bagaimanapun juga produk peternakan yang diternakkan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, bukan feedlotter, lebih ditujukan sebagai hewan kurban untuk Idul Adha. Sedangkan hewan kecilnya kambing dan domba, selain untuk kurban juga untuk aqiqah.
Baik untuk kurban maupun aqiqah adalah tujuan ibadah, tapi hewan kurbannya dikasih pakan ampas bir dari industri miras yang diharamkan. Wow sekali bukan!

Alasan Tidak Jual Dedak Padi dan Onggok

Kami juga tidak menjual dedak padi dan onggok. Alasannya bukan karena haram. Tetapi karena kami tidak bisa menjamin kualitasnya.

Nusfeed.id hanya berperan sebagai perantara. Perantara antara pabrik si pemilik barang dengan peternak sebagai pembeli barang. Onggok dan dedak Padi ini berasal dari industri yang berskala kecil menengah. Secara manajemen kualitas mereka akan sangat berbeda dibandingkan pabrik besar seperti Bogasari untuk dedak gandum.

Terlebih kasus pengoplosan dedak padi dengan sekam kasar yang digiling halus itu terjadi masif. Kami tidak bisa menjamin produknya bebas oplosan. Nah karena kami tidak bisa menjamin kualitasnya Apakah dioplos atau tidak, hal itu yang membuat kami menolak penawaran dari para penjual dedak padi. Kami tidak ingin mengecewakan konsumen, terlebih permintaan dedak padi besar dan digunakan untuk tender proyek pemerintah.

Kasus onggok (by produk pengolahan ketela pohon menjadi sagu) pun sama seperti dedak padi. Onggok sering dioplos dengan pasir putih. Produk ini kalau diberikan kepada sapi misalnya, akan tetap dimakan oleh sapi. Yang namanya pasir lama-kelamaan tidak bisa diproses oleh usus sapi, akhirnya menumpuk lalu membuat sapi sakit dan mati. Ketika diperiksa post mortem, didapatilah banyak pasir ini. 

Kasus seperti ini sering terjadi. Bahkan salah satu konsumen Saya pernah mempolisikan supplier onggok gara-gara dioplos dengan pasir tadi.

Begitulah ceritanya Kenapa kami tidak menjual ampas bir, dedak padi, dan onggok.

Saturday, February 27, 2021

Dibalik tampilan baru dan pangkalan data tanaman Taman Kupu-kupu Sukardi

February 27, 2021 1

Ada yang baru dari website Taman kupu-kupu sukardi! iya nama domain dan tamplate yang berubah drastis. Dahulu masih gratisan dengan nama tamankupusukardi.blogspot.com dengan tamplate dari sora tamplet didominasi warna gelap. Tercatat saya membuat weblog ini bulan Maret 2020. Bulan Februari ini berbenah. warna template berubah cerah dan nama domain sudah top level domain (TLD) di tamankupukupusukardi.my.id.


Perubahan ini dilandasi pergeseran fungsi sumber informasi. Sebagai tempat konservasi kupu-kupu dengan mengedepankan fungsi edukasi biologi, ketersediaan informasi tanaman dan tumbuhan yang ada menjadi vital. Awalnya kami mendesain pengunjung sebagai peneliti di alam liar, untuk identifikasi tanaman dan hewan menggunakan aplikasi yang familiar bagi peneliti. kami menyarankan aplikasi plantnet untuk identifikasi tanaman dan leps.fieldguide untuk identifikasi jenis kupu-kupu, namun dua aplikasi tersebut  masih asing di mata pengunjung. Malah pengunjung lebih banyak bertanya nama tanaman ketimbang menggunakan aplikasi, sehingga kurang berhasil seperti desain awalnya. 

Berkaca dari kejadian di lapangan, kami ingin menggeser penyediaan informasi menggunakan QR code. Nama tanaman dipasang di tanaman dan jika pengunjung ingin informasi lebih detail tentang informasi tanaman tersebut, pengunjung tinggal scan kode QR yang terdapat di nama tanaman. Kode QR berisi url ke situs yang berisi data tanaman mulai dari deskripsi, manfaat, klasifikasi ilmiah dan lain-lain. Tentu kami membutuhkan website yang representatif untuk kebutuhan ini.

Source: Harianjogja.com


Engine website sendiri tidak berubah, masih tetap blogspot. Hanya template dan nama domain yang berubah. Tamplate kami beralih ke produk lokal Tangerang, yaitu Dunia Blanter. Tampilan tamplete dipilih lebih clean dan cerah. Untuk domain kami memilih Exabytes, karena promonya dan ragam metode pembayarannya sih.

Pangkalan data Tanaman dan Hewan

Pengerjaan pangkalan data tanaman sudah dilakukan mulai tanggal 14 Februari sampai 25 Februari. Setidaknya ada lebih dari 40 tanaman terdata. Kami membagi tanaman ke dalam tiga fungsi yaitu tanaman nektar, tanaman inang, dan tanaman pendukung. Informasi tanaman sendiri terdiri atas Deskripsi singkat, Manfaat tanaman, Habitat, Syarat Iklim, Fungsi, Katagori (Annual, Bianeal, Paraneal), dan Klasifikasi Ilmiah. 

Dalam pengerjaan pangkalan data ini, saya sendiri baru tahu bahwa berbagai jenis tanaman yang ditanam dalam taman itu memiliki manfaat kesehatan. Anda dapat menelusur kahsiat tanaman berdasarkan nama penyakit. Nanti akan kluar tanaman yang memiliki khasiat mengobati penyakit tersebut. 

Panggalan data untuk hawan terdiri atas dua katagori, yaitu kupu-kupu itu sendiri dan hewan pradator bagi kupu-kupu. Data dari hewan ini masih dalam tahap pengerjaan. Untuk informasinya sendiri terdiri atas Deskripsi singkat, Manfaat, Habitat, Cara Berkembang biak, Jenis Makanan, Katagori, dan Klasifikasi Ilmiah.

---

Demikianlah cerita sabtu ini, semoga bermanfaat.

Saturday, December 26, 2020

Alasan Kenapa saya membangun Taman Konservasi Kupu-kupu

December 26, 2020 0

Kali ini saya ingin bercerita mengenai taman kupu-kupu Sukardi. Lebih tepatnya, Kenapa saya tergerak untuk membuat sebuah konservasi kupu-kupu yang kemudian dibuka menjadi ekowisata.

Latar belakang Kenapa saya membuat taman kupu-kupu Sukardi, bisa Anda lihat dan saksikan pada video berikut ini.