Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Tuesday, July 25, 2023

Wawancara dengan Radio Idola Semarang Tentang Taman Kupu-kupu Sukardi

July 25, 2023 0

Tangerang, Idola 92.6 FM – Salah satu destinasi wisata edukasi di Kabupaten Tangerang adalah Taman Kupu-kupu Sukardi. Taman Kupu-kupu Sukardi merupakan taman penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata.


Pada tahun 2022 lalu, taman kupu-kupu yang berada di Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang ini dikunjungi oleh 1.248 orang.


Menurut Ahmad Yunus, Inisiator Taman Kupu-Kupu Sukardi, satu di antara tujuan membuat taman kupu-kupu Sukardi untuk memperkenalkan dan menkonservasikan kupu-kupu kepada Masyarakat luas. Pengunjung mendapat fasilatas untuk langsung bersentuhan baik dengan ulat, atau dengan kupu-kupu.”Mereka bisa meletakkan ulat ke toples, dan melepaskan kupu-kupu juga. Bisa di dalam dan juga di luar,”tutur Yunus kepada radio Idola, pagi (24/07) tadi.


Anak-anak sedang bermain di Taman Kupu-Kupu Sukardi di Tangerang. (Dok Yunus)

Untuk membiayai taman kupu-kupu, Yunus merogoh uang pribadinya.” Pembiayaan dari pribadi, saya pedagang pakan ternak, dan material,”ungkap Yunus yang berharap agar lahan taman kupu-kupunya lebih luas lagi.


Atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan kupu-kupu, Ahmad Yunus terpilih sebagai nominator Program #PejuangIklimInspirasiku yang diselenggarakan oleh pejuangiklim.id bekerjasama dengan Tempo Institute dan Yayasan Madani Berkelanjutan pada Maret 2022. Masih di tahun yang sama, Ahmad Yunus meraih pemenang Tingkat Provinsi di 13th SATU Indonesia Awards 2022 katagori Lingkungan.

Salah satu pengunjung bersama kupu-kupu di Taman Kupu-Kupu Sukardi. (Dok Yunus)

Selengkapnya, mengenal Taman Kupu-kupu Sukardi, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Ahmad Yunus, Inisiator Taman Kupu-Kupu Sukardi. (yes/her)


Simak podcast wawancaranya: https://www.radioidola.com/2023/mengenal-taman-kupu-kupu-sukardi-di-tangerang/




Saturday, March 12, 2022

Belajar Mengenal Penyu Sisik di Taman Nasional Kepulaun Seribu

March 12, 2022 0

Halo teman-teman, Penyu merupakan organisme ikonik hidup di perairan laut. Hal tersebut dikarenakan hanya ada 7 spesies penyu yang ada di dunia. Penyu merupakan reptil laut seperti kura-kura yang mampu menjelajah dunia dengan ke empat sirip kakinya. Indonesia menjadi salah satu habitat bertelur 6 penyu dari 7 penyu yang ada di dunia. Hal tersebut karena perairan Indonesia menjadi rute perpindahan (migrasi) Penyu Laut di persimpangan Samudera Pasifik dan Hindia.

Nah tahukah kamu kalo dari seluruh spesies penyu, penyu sisik adalah satu-satunya spesies yang paling terikat dengan perairan tropis yang hangat. Jadi penyu jenis merupakan fauna yang dapat ditemui di perairan Indonesia. Sayangnya kini Penyu sisik adalah jenis penyu terancam punah.

Kali ini saya mengajak teman-teman untuk belajar penyu sisik di penangkaran konservasi penyu sisik di Taman Nasional Kepulauan Seribu, tepatnya di pulau Pramuka.

Liat videonya di bawah ini. 



Penyu Sisik menjadi langka karena banyak faktor. Namun mayoritas karena sering ditangkap dan diburu manusia, bahkan semenjak masih berupa telur. Telurnya sering diburu untuk dijadikan bahan makanan. Cangkangnya yang unik dan menarik  dijadikan bahan baku dalam industri kerajinan.  Ditambah lagi dengan perusakan terhadap habitat pesisir penyu, maupun yang tertangkap secara tidak sengaja oleh para nelayan, sehingga jumlah mereka telah menurun drastis hingga di ambang kepunahan.

Oh iya teman-teman, Di Indonesia, semua jenis penyu dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang berarti perdagangan penyu dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya dilarang. Menurut UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,  pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. 

Wah ngeri yah hukumannya. Makanya kita jangan mengusik keberadaan penyu. Biar penyu sisik bisa hidup damai di lautan Indonesia. Cukup untuk dilihat dan dipelajari saja. Sampai jumpa.


Thursday, November 11, 2021

Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

November 11, 2021 0


Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

Hari ini kamis, 11 November saya menerima tamu. Ada kunjungan dari anak-anak PAUDQu AL-MUKARROMAH beserta guru dan wali muridnya. 

Mereka datang untuk belajar tentang metamorfosis kupu-kupu. Mulai dari fase telur, ulat, kepompong, sampai jadi kupu-kupu. Terakhir mereka praktek memindahkan ulat dari tanaman inang ke toples. Dan yang paling seru, tentu saja melepaskan kupu-kupu ke taman dalam atau ke alam bebas.

Taman Kupu-kupu Sukardi merupakan taman konservasi penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata. Sebagai taman ekologi, selain kupu-kupu juga ada binatang lain seperti bunglon, capung dan lain-lain. Taman ini juga memiliki keanekaragaman hayati dengan jumlah jenis tanaman mencapai 60 an tamanan. Tanaman terbagi atas dua kategori, yaitu tanaman inang dan tanaman nektar.

Fasilitas penunjang kegiatan ekowisata terdiri atas taman dalam, rumah kepompong, dan panel informasi. Ada juga gazebo untuk istirahat pengunjung. Taman ini juga dilengkapi area playground dengan instalasi permainan tradisional seperti engklek, egrang, batok, dan lain-lain. Cocok untuk anak-anak.

Demikianlah cerita hari kesepuluh #30harimenulismarathon. Sebagai tuan rumah, saya siap menerima anda yang ingin berkunjung ke sini. Baik sendiri-sendiri maupun berkelompok. Jika ingin tanya lebih lanjut dm saja.



Thursday, October 21, 2021

PENGALAMAN MEMBUAT EKOWISATA KUPU-KUPU DI KALA PANDEMI COVID-19

October 21, 2021 0
Kupu-kupu belerang baru keluar dari Kepompong instagram.com/tamankupu2sukardi


Kupu-kupu merupakan hewan yang memiliki warna sayap yang indah. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami metamorfosis. Indonesia memiliki keragaman kupu-kupu yang berlimpah. Diperkirakan 17.500 spesies kupu-kupu di dunia, tidak kurang dari 1.600 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia negara kedua pemilik kupu-kupu terbanyak di dunia. 50 persennya adalah kupu-kupu endemik yang hanya ada di Indonesia, ini merupakan kekayaan biodiversitas yang patut disyukuri.

Di tempat saya tinggal, tepatnya di kampung Gintung Kulon Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang banyak dijumpai kupu-kupu, karena dekat dengan sungai cirarab yang merupakan habitat alami dari kupu-kupu. Kehidupan kupu-kupu sendiri berkaitan erat dengan lingkungan, jika lingkungan rusak akan membuat populasi kupu-kupu dan keragamannya berkurang. Keberadaan kupu-kupu terkait erat dengan tanaman inang (foodplant), yaitu tanaman tempat ulat kupu-kupu menetas dan makan. Perlu dicatat bahwa berkurangnya kupu-kupu akan berpengaruh juga dengan berkurangnya keanekaragaman hayati, karena kupu-kupu adalah hewan penyerbuk tanaman (polinator) yang menjaga ekologi lingkungan.

Untuk mengurangi penyusutan kupu-kupu, saya tergerak untuk membuat sebuah konservasi kupu-kupu yang kemudian dibuka menjadi ekowisata. Taman ini diberi nama Taman Kupu-kupu Sukardi. Fasilitas penangkaran yang tersedia adalah rumah kepompong dan tanaman bunga. Taman bunga memiliki lebih dari 50 spesies tanaman yang berfungsi sebagai tanaman inang dan tanaman nektar (bunga untuk makanan kupu-kupu dewasa).


Manfaat dari adanya fasilitas penangkaran ini dari sisi edukasi dapat digunakan sebagai tempat pengamatan dan penelitian untuk mengetahui lebih rinci mengenai daur hidup dan perikehidupan berbagai spesies kupu-kupu. Dari sisi konservasi, pengetahuan mengenai kupu-kupu ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup kupu-kupu.


Penangkaran kupu-kupu ini dapat menjadi salah satu destinasi ekowisata di Desa Gintung Kec. Sukadiri Kabupaten Tangerang. Definisi Ekowisata Menurut The International Ecotourism Society Adalah Pariwisata Bertanggung Jawab yang dilakukan pada tempat-tempat alami, serta memberi kontribusi terhadap kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.


Aktivitas wisatawan pada ekowisata lebih berfokus pada pengamatan dan pemahaman mengenai alam dan budaya peda daerah yang dikunjungi. Kegiatan yang dilakukan dengan mendukung aktivitas pelestarian alam. Di Taman Kupu-kupu Sukardi berupa pengamatan daur hidup kupu-kupu dimulai dari Telur, Ulat, Kempompong, sampai jadi kupu-kupu dewasa. Serta informasi tanaman yang ada di dalam kompleks taman mulai dari deskripsi tanaman, manfaat tanaman, klasifikasi ilmiah, dan syarat tumbuh. Dimana pengunjung dapat mengetahui informasi tersebut dengan menscan QRcode yang terpasang di tanaman.

Segmentasi pasar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sektor Pariwisata. Sasaran pasar dari Taman kupu-kupu Sukardi yang paling potensial adalah anak-anak PAUD dan Sekolah Dasar dengan pelajaran IPA dengan tematik metamorfisis kupu-kupu. Lembaga Pendidikan adalah segmentasi utama. Selain Dari Lembaga Pendidikan, keluarga yang memiliki anak kecil dan masyarakat umum lainnya juga masuk dalam segmentasi pasar yang disasar.

Selain fasilitas penangkaran seperti taman bunga dan rumah kepompong, untuk menambah daya tarik pengunjung, khususnya anak-anak, kami membuat playground atau lapangan bermain yang ramah untuk anak-anak. Tidak hanya ramah anak, tapi juga ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah ban bekas dan disulap jadi wahana bermain anak. Ini berdasarkan pemikiran Reuse yaitu konsep menggunakan barang berulang kali alias memperlama penggunaan produk sebelum didaur ulang atau berakhir di TPA.

Ban bekas dipilih sebagai material utama karena tersedia di sekitar kami. Sebagiannya didapat dengan meminta kepada bengkel dan sebagian lagi dengan cara membeli. Ban bekas, jika diolah dengan terampil oleh tangan-tangan yang ahli dalam seni rupa dapat menjadi wahana bermain menarik. Setidaknya ada empat wahana playground berupa permainan tradisional yaitu, lempar gelang, halang rintang, tempat duduk hewan, dan lapangan engklek.

Bicara soal pendanaan, pembangunan taman sampai playground tidak menggunakan dana hibah dari pemerintah. Dana yang digunakan murni dari kantong pribadi dan donasi dari masyarakat. Untuk mendukung pembangunan playground, kami membuka donasi online lewat situs kitabisa.com. Detail ceritanya dapat anda baca di Mewujudkan Ide Membangun Playground dari Ban Bekas


PARIWISATA ADALAH BONUS

Bagi kami pariwisata adalah bonus dari upaya konservasi yang akan dilakukan. Dari pandangan pariwisata sebagai bonus, maka kami perlu memikirkan arus pendapatan lain, selain daripada tiket agar konservasi tetap sustainable. Terlebih di kondisi pandemi covid 19 yang akses masyarakat sangat dibatasi termasuk kami yang sering sekali menutup taman untuk pengunjung. Sehingga pendapatan dari tiket masuk sangat minim.

Salah satu arus pendapatan adalah dengan menjual bibit tanaman. Pendanaan lain seperti pengumpulan donasi online juga memungkinkan untuk dilakukan. Memonetisasi situs taman kupu-kupu dengan iklan juga menjadi opsi alternatif sebagai sumber pendapatan. Intinya adalah jangan terfokus hanya pada satu pendapatan yaitu seperti tiket masuk pengunjung.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengelola ekowisata di kala pandemi adalah mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung dari total kapasitas yang dapat ditampung. Sebagai pengelola harus dapat fleksibel mengikuti kebijakan yang sering berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi terkini sampai pandemi berakhir dan wisata dibuka bebas.

Demikianlah pengalaman yang dapat saya bagikan kepada Pembaca sekalian.


Tulisan pertama kali terbit di berandainspirasi.id

Saturday, January 9, 2021

Staycation di Taman Kupu-kupu

January 09, 2021 0


Pandemi covid 19 yang menyebabkan perekonomian merosot, berimbas juga pada sektor pariwisata. Turunnya pendapatan yang membuat banyak orang harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh atau ke luar negeri. Terlebih lagi ribetnya urusan administrasi untuk keluar daerah atau keluar negeri di kala pandemi.

Pariwisata saat ini bergeser ke arah staycation. Dalam Cambridge Dictionary, staycation diartikan sebagai liburan yang dilakukan di rumah atau masih dekat dengan rumah, dibandingkan dengan liburan ke tempat yang jauh.  Liburan ini tidak harus menetap dalam rumah, tetapi juga termasuk berjalan-jalan di sekitar area tempat tinggal.

Staycation menjadi pilihan yang realistis saat ini. Orang-orang ingin tetap liburan dan berpetualang, tapi tidak keluar banyak budget.

Khusus warga Tangerang, salah satu lokasi wisata yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk staycation. Yaitu Taman kupu-kupu Sukardi. Taman Kupu-kupu Sukardi sendiri merupakan taman penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata.

Di taman ini Kita bisa belajar mengenai daur hidup kehidupan kupu-kupu, atau yang lebih familiar kita dengar sebagai metamorfosis kupu-kupu. Mulai dari telur, ulat, kepompong, sampai menjadi kupu-kupu. Sangat cocok untuk keluarga. 

Bangunan penangkaran kupu-kupu terdiri dari dua bangunan utama, yaitu ruang Kepompong Dan taman penangkaran, kedua ruangan ini dihubungkan dengan lorong. Pada ruang Kepompong kita bisa melihat ulat dan kepompong kupu-kupu yang disimpan pada toples, selain itu di ruangan ini juga terdapat panel informasi mengenai kupu-kupu. Bangunan kedua adalah taman penangkaran tempat kupu-kupu terbang bebas dan hinggap di tanaman bunga, ada puluhan jenis tanaman yang tumbuh di taman ini, bagian belakang berisi pohon-pohon inang kupu-kupu, bagian belakang ini kita bisa melihat kupu-kupu bertelur dan ulat.

Jadi buat kamu-kamu yang masih bingung atau belum menentukan pilihan mau kemana liburan tahun baru ini, kamu bisa mampir ke taman kupu-kupu ini mumpung masih gratis sampai bulan Januari.

Saturday, August 15, 2020

Belajar Metamorfosis kupu-kupu di taman kupu-kupu Sukardi

August 15, 2020 0


Siapa sih yang tidak suka sama kupu-kupu? Sayapnya membuat banyak orang tertarik untuk memperhatikan kupu-kupu. Sayangnya Makhluk Cantik ini keberadaannya semakin sulit dilihat di alam sekitar kita, selain kecepatan kepakan sayapnya yang sulit untuk dijepret.

Kalau di alam Kupu-kupu makin susah untuk ditemukan, bagaimana kalau melihatnya langsung di penangkaran? Yup betul penangkaran kupu-kupu! Bulan Agustus 2020 ini ada penangkaran kupu-kupu yang baru dibuka untuk umum. Namanya Taman kupu-kupu Sukardi. Lokasi taman kupu-kupu ini ada di Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang.

Lokasinya persis di pinggir Jalan Raya Mauk. Untuk sampai ke lokasi taman kupu-kupu ini bisa ditempuh menggunakan sepeda motor atau kendaraan umum angkot merah putih trayek Kronjo - Pasar Baru Tangerang.

Bangunan penangkaran kupu-kupu terdiri dari dua bangunan utama, yaitu ruang Kepompong Dan taman penangkaran, kedua ruangan ini dihubungkan dengan lorong. Pada ruang Kepompong kita bisa melihat ulat dan kepompong kupu-kupu yang disimpan pada toples, selain itu di ruangan ini juga terdapat panel informasi mengenai kupu-kupu. Bangunan kedua adalah taman penangkaran tempat kupu-kupu terbang bebas dan hinggap di tanaman bunga, ada puluhan jenis tanaman yang tumbuh di taman ini, bagian belakang berisi pohon-pohon inang kupu-kupu, bagian belakang ini kita bisa melihat kupu-kupu bertelur dan ulat.

Kegiatan yang bisa kita lakukan di taman kupu-kupu tentu saja adalah belajar tentang siklus hidup kupu-kupu yang mengalami metamorfosis sempurna. Selain itu pengelola Taman juga menyarankan beberapa aplikasi untuk mengidentifikasi jenis tanaman dan kupu-kupu. Buat kamu yang mau menjadi peneliti dadakan, kamu bisa cari tahu nama  tanaman dan kupu-kupu lewat aplikasi tersebut. Kegiatan seperti ini bisa sarana untuk berbagi pengetahuan kepada anak-anak tentang nama-nama tanaman dan kupu-kupu yang bisa saja kita sebagai orang dewasa belum mengetahui nama-namanya.

Kupu-kupu merupakan serangga berdarah dingin, aktivitasnya terbatas dan takut pada sengatan panas. Aktivitas kupu-kupu lebih banyak dilakukan pada pagi dan sore hari saat langit teduh. Jadi buat kamu yang ingin mampir ke taman kupu-kupu ini sebaiknya datanglah pada pagi atau sore hari. Pada pagi hari, jika beruntung kita bisa menyaksikan kupu-kupu yang keluar dari kepompong.

Oh ya Taman kupu-kupu ini hanya menyediakan fasilitas parkir kendaraan roda dua seperti sepeda motor dan sepeda gowes. Jadi yang mau dengan membawa kendaraan sendiri sebaiknya menggunakan sepeda motor atau sepeda gowes, tapi kalau tidak pakai kendaraan sendiri masih bisa ditempuh menggunakan angkot.

tulisan pertama terbit di GoTravelly

Friday, January 17, 2020

Mengenal Staycation, Konsep liburan yang diminati kaum milenial.

January 17, 2020 0

Ahmad Yunus Sukardi

Apakah anda pernah mendengar Staycation? Istilah ini cukup baru memang dan masih asing ditelinga sebagian besar orang Indonesia.

Staycation berasal dari dua suku kata dalam bahasa Inggris. Kata pertama adalah stay (tinggal) dan kata kedua adalah vacation(liburan). Kedunya dijadikan satu kata dan membuat sebuah arti baru, kurang lebih liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah.

Istilah staycation sendiri muncul pada tahun 1944. Menurut situs merriam-webster mengungkapkan jika kata Ini pertama kali muncul pada iklan satu halaman untuk salah satu merek minuman yang dipublikasi Cincinnati Enquirer tanggal 18 Juli 1994 yang berbunyi 

“ Take a Stay-cation instead of a va-cation, this year.”

Aktivitas staycation pertama kali dilakukan di Amerika Serikat saat krisis tahun 2003, mereka ingin tetap liburan dan berpetualang tapi tidak keluar banyak budget. Akhirnya konsep stay atau tinggal di sebuah tempat menjadi panutan mereka.

Istilah staycation kemudian menjadi populer pada tahun 2008 di Amerika Serikat, ketika liburan musim panas pada tahun itu dibuka oleh naiknya harga bensin di Amerika Serikat yang membuat banyak orang Harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh atau ke luar negeri. Sementara di Inggris, staycation mulai populer pada tahun 2009. Saat itu nilai tukar Poundsterling melemah dan banyak warga Inggris yang membatalkan rencana liburan internasional mereka dan memilih berlibur jarak dekat.

Konsep staycation makin kesini makin berkembang. Jika dulu berdiam diri dalam waktu liburan baik di rumah maupun hotel dalam konteks liburan, sekarang sudah tidak sekaku itu.

Dalam Cambridge Dictionary, staycation diartikan sebagai liburan yang dilakukan di rumah atau masih dekat dengan rumah, dibandingkan dengan liburan ke tempat yang jauh.  Liburan ini tidak harus menetap dalam rumah, tetapi juga termasuk berjalan-jalan di sekitar area tempat tinggal.

Pergi ke museum lokal, menonton konser, bersepeda, bermain di taman kota, mencoba makanan di restoran atau cafe yang belum pernah dikunjungi, berlibur ke pantai terdekat, menginap di hotel terdekat, atau mengunjungi destinasi wisata yang ada di dalam kota sudah dapat disebut sebagai kegiatan Staycation.

Ada alasan kenapa staycation diminati oleh generasi milenial. Dikutip dari situs Super Adventure, setidaknya ada lima alasan. Alasan pertama adalah kasur empuk, kalau menginap di hotel tentu kenyamanan pertama yang bisa dinilai adalah dari kualitas kasurnya, kasur yang empuk dan kamar yang dingin serta nyaman akan membuat malas untuk keluar. Kedua hemat budget liburan, tidak semua orang memiliki keleluasaan finansial untuk berlibur ke berbagai tempat. Alasan ketiga update media sosial mudah, kalau pergi ke tempat-tempat yang terbesar tentu salah satu kendalanya adalah susah sinyal. Alasan keempat fasilitas hotel memadai, kamar hotel yang nyaman, sarapan di hotel yang mewah dan bisa berenang di kolam hotel menjadi salah satu alasan mengapa sekarang staycation berkembang. Alasan kelima menikmati suasana baru, banyak orang yang tidak ingin keluar kamar atau karena ingin menikmati suasana baru yang ada di hotel tersebut.

Selain jauh lebih hemat. konsep liburan staycation ini ternyata disebut lebih efektif dalam meredakan stress. Staycation bisa dilakukan oleh mereka yang ingin melepas penat kerja tapi memiliki waktu liburan terbatas. 

Selain untuk menghilangkan stres, staycation juga memiliki berbagai banyak manfaat. Dikutip dari situs gotravelly.com, manfaat staycation antara lain: bisa mengeksplor kota sendiri; lebih murah; tidak perlu jauh-jauh; tidak pusing menyusun rencana liburan; bisa bertemu teman-teman dekat; bisa refreshing tanpa khawatir jatah cuti yang terbatas; tanpa banyak membawa beban packing liburan; dapat merefresh pikiran; mempererat hubungan keluarga, teman, sahabat atau pasangan; dan bisa bertemu orang baru serta menambah relasi.

Trik untuk menikmati staycation seperti yang dikutip dari Forbes adalah melakukan hal yang menyimpang dari rutinitas harian yang benar-benar liburan, seperti tidak mencuci baju atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, juga pekerjaan kantor tentunya.

Buat kamu yang waktu liburannya terbatas atau budgetnya terbatas, maka staycation adalah alternatif liburan yang bisa kamu lakukan.


Monday, December 30, 2019

Pertama kali mencoba Staycation di Persawahan

December 30, 2019 0


“Foto liburan bagus, itu di mana?”

Seorang kawan bertanya pada saya saat melihat foto-foto liburan yang saya unggah di status whatsapp. Liburan gak ke mana-mana kok. Asli, Liburan Nataru 2019 ini, saya hanya melakukan Staycation saja.

Staycation berasal dari dua suku kata dalam bahasa Inggris. Kata pertama adalah stay (tinggal) dan kata kedua adalah vacation (liburan). Kedunya dijadikan satu kata dan membuat sebuah arti baru, kurang lebih liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah.

Istilah staycation kemudian menjadi populer pada tahun 2008 di Amerika Serikat, ketika liburan musim panas pada tahun itu dibuka oleh naiknya harga bensin di Amerika Serikat yang membuat banyak orang Harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh atau ke luar negeri. Sementara di Inggris, staycation mulai populer pada tahun 2009. Saat itu nilai tukar Poundsterling melemah dan banyak warga Inggris yang membatalkan rencana liburan internasional mereka dan memilih berlibur jarak dekat.

Konsep staycation sendiri adalah liburan ke tempat-tempat yang ada di dekat rumah atau di dalam kota ketimbang melakukan perjalanan ke luar kota atau ke luar negeri. Pergi ke museum lokal, menonton konser, bersepeda, bermain di taman kota, mencoba makanan di restoran atau cafe yang belum pernah dikunjungi, berlibur ke pantai terdekat, menginap di hotel terdekat, atau mengunjungi destinasi wisata yang ada di dalam kota sudah dapat disebut sebagai kegiatan Staycation.

Alasan saya melakukan staycation adalah karena waktu liburan yang saya miliki terbatas. Saya tidak bisa menghabiskan waktu keluar kota karena ada beberapapekerjaan yang belum kelar. Selain tentunya menghemat budget.

Lokasi Staycation yang saya pilih tidak jauh dari rumah. Tepatnya rice field Side alias Sisi persawahan di perbatasan desa tempat saya tinggal. Saya memilih persawahan yang baru ditanan. Pemandangan hijaunya memberikan pandangan yang eksotis, nyaman dan memberikan ketenangan.

Aktivitas yang saya bersama sepupun-sepupu lakukan adalah tracking di pematang sawah. Menyusuri aliran irigasi kecil di tengah sawah. Track ini nyaman dan bisa dilalui bahkan oleh anak-anak kecil.

Kami menyudahi tracking ini di lahan pinggir sawah yang bisa kami gelar tikar di atasnya. Di atas lahan Inilah Kami menikmati makanan kesukaan. Kami membawa bekal dari rumah. Kami menciptakan momen quality time dengan makan bersama di tepi sawah.

Di lahan yang ada pohon kelapanya itu kami juga memasang hammock. Berleha-leha sambil tiduran di atas hammock membuat kami nyaman. Selain desiran angin yang membuat suasana begitu santai Ketenangan dan rileks juga membuat otak kami fresh lagi.

Itu adalah cerita dan cara kami melakukan staycation. Pilihan alternatif liburan yang tidak jauh dari rumah dan murah.

---
Tulisan pertama kali terbit di Gotravelly.com

Wednesday, October 30, 2019

Rekreasi Menuju Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Cituis Tangerang

October 30, 2019 0
Kepulauan Seribu bagi saya saat ini adalah taman bermain laut yang paling dekat dari tempat saya tinggal. Dan objek wisata yang oke punya dengan budget yang paling murah. Serius paling murah bagi saya.

Pulau yang dituju untuk bermalam adalah pulau Panggang. Tempat penyeberangan yang saya gunakan adalah pelabuhan cituis atau yang biasa dikenal dengan sebutan rawasaban. Menumpang kapal motor dari kayu yang biasa mengangkut barang dan juga bisa mengangkut orang. 
Pelabuhan Cituis adalah pelabuhan yang paling dekat ke Kepulauan Seribu, karena Secara geografis kepulauan Seribu tepat berada di utara dari pelabuhan cituis. Jarak tempuhnya pun lebih cepat dibandingkan dari Muara Angke. Ongkosnya juga murah hanya Rp30.000 per kepala.

Sabtu, tanggal 19 Oktober 2019 saya berangkat ke sana untuk yang kedua kalinya bersama dengan ibu. Menumpang kapal motor dan duduk di ruang nahkoda kapal. Kebetulan yang punya kapal motor ada hubungan saudara, namanya Wa Mamat tak lain tak bukan masih sepupu ibu saya. Jadi untuk transportasi kapal ke Pulau Panggang: gratis!
Catatan untuk kalian yang mau berangkat Ke Kepulauan Seribu (seperti pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang) dari pelabuhan cituis. Kapal yang digunakan sebenarnya untuk mengangkut barang kebutuhan pokok dan berbagai macam barang lainnya mulai dari furniture, motor, sampai bahan bangunan. Jadi menunggu muatan barang selesai dulu baru kapal bisa berangkat, itupun dengan catatan: kalau air di Muara pasang. Kalau airnya surut, yah terpaksa harus nunggu Pasang dulu. Pas Saya berangkat saja, kapal baru bisa keluar dari dermaga jam 1 siang.

Menuju Pulau Panggang Butuh waktu sekitar 2 jam. Jadi sampai Pulau Panggang Sekitar jam 3. Kenapa saya bilang di awal rekreasi ke Kepulauan Seribu sangat murah? Setelah kapal gratis, untuk penginapan lagi-lagi gratis karena numpang tidur di rumah pemilik kapal adiknya Wa Mamat, namanya Wa Akub, plus makan disediakan juga. Sangat hemat bukan :-D

Resiko datang sore jadi tidak bisa langsung jalan-jalan. Sore dan malam hanya dimanfaatkan untuk silaturahmi ke keluarga yang ada di sana. Dan bagi sekedar oleh-oleh dari darat.  Aktivitas jalan-jalannya baru bisa dilakukan pada hari kedua.

Jalan-jalan Hari kedua

Setelah subuh saya jalan-jalan pagi ke pantai timur pulau Panggang, tidak jauh dari kantor Kelurahan Pulau Panggang. Ada pantai berpasir Putih yang ada beberapa Spot foto yang instagramable. Cekrek dulu lah sebentar sambil menikmati udara segar dan pemandangan yang memanjakan mata.
Spot Foto
Tembok Pinggir pantai timur
Sekitar jam 10 saya ikut saudara pergi ke lahan rumput lautnya. Rumput laut merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh Mayoritas penduduk Kepulauan Seribu. Lokasinya tidak jauh dari pulau berkarya. Setelah lihat-lihat proses budidayanya, saya memanfaatkan waktu sambil menunggu saudara saya mengurusi tanaman-tanamannya yang luasnya 1 hektar itu dengan bermain snorkeling. Tepat jam 1 siang Kami balik lagi ke pulau panggang.
Mandi dulu
Snorkling
Istirahat di bagan
Sekitar jam 2-an saya menumpang ojek, sebutan untuk perahu antarpulau di sana, pergi ke pulau Pramuka. Pulau pramuka merupakan pusat administrasi pemerintahan Kabupaten kepulauan Seribu. Di pulau Pramuka saya berkunjung ke penangkaran penyu. Jenis penyu yang ditangkar di sini adalah spesies  penyu sisik. Ada petugas dari Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menjadi pemandu untuk turis.
depan kompleks penangkaran Penyu

Lepas dari penangkaran penyu, tepat di depan penangkaran ada jembatan Taman nasional Kepulauan Seribu. Merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.  Di atas jembatan kayu ini kita bisa melihat vegetasi mangrove dan vegetasi lamun, sejenis rumput laut yang menjadi makanan penyu sisik, spesies yang berbeda dengan rumput laut yang dibudidayakan masyarakat sekitar.
Gerbang TN Kepulauan Seribu
Berfoto bersama pengunjung lainnya

Vegetasi mangrove
Jembatan yang menjadi Landmark dari taman nasional Kepulauan Seribu ini merupakan tempat yang memiliki banyak Spot foto. Setelah puas foto sana sini saya pun pulang lagi ke Pulau panggang.
spot foto
Landmark TN Kepulauan Seribu
Besoknya Senin pagi, langit masih gelap penumpang kapal motor untuk pulang menuju pelabuhan cituis. Pulang kapalnya berbeda, kami tetap dapat gratis, karena yang punya masih sepupu ibu saya. Dan dari keluarga di sana Kami dikasih banyak oleh-oleh mulai dari ikan asin, rumput laut, dan tentu saja yang menjadi favorit: kerupuk ikan.

Catatan tambahan, karena kami dari rumah pakai sepeda motor dan dititip di penitipan motor dekat dermaga, ada biaya jasa titip sebasar Rp. 15,000 per malam.

Monday, December 31, 2018

Liburan di kampung Sendiri: potensi wisata yang dapat dikembangkan

December 31, 2018 0
Pergi kemana liburan kali ini?

Liburan sekolah kali ini saya mengisinya dengan penjelajahan alam bersama anak-anak  rumah Qur'an Yasmin. Lokasinya tidak jauh-jauh, tapi di kampung halaman sendiri. Kami memang ingin mengadakan kegiatan yang menyenangkan tapi tidak menguras dompet. 

Beberapa waktu lalu saya menemukan jalur hiking di tengah sawah. Jalur ini sangat cocok untuk penjelajahan alam bagi anak-anak. Ada aliran sungai kecil dengan jembatan cukup menantang yang harus dilewati, jalanan Setapak yang harus dilalui, dan pemandangan yang hijau. Jalur ini ada di Desa gintung.

Nah jalur inilah yang kamu gunakan untuk hiking pada hari Sabtu 29 Desember 2018 kemarin. Selain itu kami juga menambahkan permainan perahu karet. Untuk lokasi perahu karet sendiri adalah saluran irigasi yang membentang di kampung Pabuaran Desa mekar Kondang.

Bagaimana reaksi beserta?

Peserta mengatakan senang bisa penjelajahan alam, meski beberapa pakan cukup capek harus berjalan kaki. Mungkin karena mereka kurang gerak, sehingga mereka belum terbiasa untuk jalan sampai 1 km. Mereka juga mengatakan seru kalau jembatan yang goyang-goyang sulit untuk dilalui, menemui binatang binatang seperti kadal, atau dihinggapi belalang yang hinggap di tubuh mereka, membuat mereka kaget.

Sedangkan untuk permainan perahu karet, mereka sangat antusias. Permainan perahu karet di sungai adalah pengalaman pertama mereka. Peserta juga mengatakan puas bisa bermain perahu karet dan basah-basahan.

Apakah mereka kapok? Jawabannya tidak! Mereka malah senang kalau kegiatan seperti ini diadakan di setiap liburan sekolah.


Upaya mengenalkan potensi wisata di kampung sendiri

Setiap tempat sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Kampung wisata. Mulai dari bentang alamnya atau adat istiadat daerah tersebut. Terlebih dengan perubahan tren di dunia beserta Pariwisata saat ini. Trend seperti
Wisata sambil belajar dan wisata petualangan semakin meningkat popularitasnya. Juga trend penyelenggaraan wisata berskala kecil semakin diminati.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk memulai mengembangkan wisata di kampung sendiri? Setidaknya ada 4 hal yang harus dilakukan untuk memulainya, yaitu:

1. Identifikasi (sumber daya berupa alam, budaya serta manusia)

Yang saya lihat dari Desa Saya misalnya adalah adanya jalur untuk hiking melewati sawah-sawah dan sungai-sungai kecil di tengah sawah. Selain lewat sawah Sebenarnya ada juga jalan beton pinggir sungai cirarab dan sawah yang artistik tanpa tiang listrik.

Sedangkan untuk permainan air, seperti perahu karet. Terdapat banyak saluran irigasi yang bisa digunakan. 

Untuk produk kerajinan Sebenarnya ada pengrajin wayang golek yang bisa diajak kerjasama untuk souvenir dan tempat belajar membuat wayang golek.

2. Perencanaan (atraksi, wisatawan, termasuk rencana pemasaran)

Jenis atraksi yang ditawarkan tergantung dengan potensi sumber daya yang sudah diidentifikasi sebelumnya.

Misalkan seperti kegiatan penjelajahan alam rumah Qur'an Yasmin. Atraksi yang ditawarkan adalah hiking. Hiking adalah salah satu kegiatan outdoor dimana pelakunya melakukan aktivitas berjalan kaki sebagai kegiatan rekreatif dan olahraga.  akhir dari kegiatan hiking adalah bermain perahu karet di saluran irigasi. Penjemputan pulang peserta menggunakan odong-odong.

Target wisatawan saja anak-anak sekolah. Dan untuk pemasaran yang bisa dipasarkan kepada sekolah-sekolah baik lewat surat maupun lewat medium internet.

3. Pelaksanaan

Pelaksanaan bisa dilakukan ketika musim liburan sekolah tiba. Untuk pemasaran bisa dilakukan 1 bulan sebelum masa liburan tiba. 

4. Evaluasi.

Evaluasi adalah kegiatan untuk menilai kelebihan dan kekurangan dari kegiatan wisata yang dilakukan. Apa yang perlu dipertahankan, apa yang perlu di tingkatkan, dan mana yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas wisata yang ditawarkan.

Sekian cerita hari ini. Selamat liburan!

Saturday, June 30, 2018

Bermain perahu karet di pantai pasir putih Madatho Tangerang

June 30, 2018 0
Pantai Pasir Putih Madatho Tangerang


Liburan minggu ini, saya bersama ponakan pergi ke salah satu destinasi wisata pantai yang baru dibuka di desa Margamulya kecamatan Mauk kabupaten Tangerang. Nama pantainya adalah Pantai Pasir putih Madatho.

Lokasi pantai ini kalau dari kantor Kecamatan Mauk adalah sebelum Pantai Tanjung Kait. Posisinya tepat sebelum kompleks radar TNI AU, arah ke Vihara Tri Dharma Cariya. Gerbang Vihara berwarna merah di sebelah kiri, di salah satu tiang terbang tulisan pantai Pasir Putih, ikuti terus dari Jalan Utama sekitar 300 meter, setelah melewati tembok akan ada plang lagi ke arah kiri. Kalau Sabtu Minggu biasanya ada yang jaga.


Sebagai lokasi wisata yang baru dibuka, fasilitasnya masih sangat terbatas. Jalanannya pun masih berupa tanah. Belum ada fasilitas toilet untuk buang air kecil maupun besar. Juga belum ada sarana ibadah. Untuk tempat bilas sudah tersedia, berupa bilik. Tersedia juga parkir motir, sayangnya mobil belum bisa masuk ke area pantai.

Untuk pantai sendiri, lumayan luas dan berpasir, meski pasirnya tidak Seputih namanya. Tidak seperti pantai lain di Tangerang yang berlumpur, di pantai ini tidak ada lumpurnya dan nyaman untuk berenang baik anak-anak maupun dewasa. Pantai ini juga ada aliran sungai yang langsung bermuara ke laut. 

Di aliran sungai yang bermuara ke laut inilah saya mencoba perahu perahu karet intex Explorer pro 200 yang saya beli bulan puasa kemarin. Ini adalah untuk pertama kalinya saya mencoba perahu tersebut di area yang lebih luas.

Asik juga bermain perahu di area yang lebih luas, terlebih di pantai wilayah Tangerang yang minim fasilitas atraksinya. Ketika pertama kali mengeluarkan perahu karet dan memompanya, banyak pasang mata yang yang melirik ke arah kami. Dan yang paling antusias  serta ingin tahu adalah anak-anak.

Saya mencoba menaiki pertama kali di area Sungai yang alirannya tidak cukup deras. Dibandingkan dengan naik kano, perahu karet lebih sulit di kendalikan khususnya untuk maju ke arah depan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh ujungnya yang tidak lancip seperti kano dan dayung bawaan Intex Explorer pro yang lebih kecil dibandingkan dengan dayung kano. Beruntung aliran sungai membantu perahu karet yang saya naiki melaju ke depan.

Oh iya, karena banyak anak-anak yang antusias. Akhirnya saya mengajak beberapa anak lokal untuk bermain bersama. Saya memberikan mereka kesempatan menaiki perahu karet untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Mereka tampak senang, merasakan serunya permainan baru.
Anak-anak sekitar pantai

Kami bermain perahu karet selama beberapa jam. Ketika matahari sore mulai condong ke barat, kami memutuskan untuk beranjak ke darat. Menyudahi permainan laut hari ini.



Ternyata, pantai pasir putih ini semakin sore semakin ramai. Banyak rombongan keluarga yang berdatangan dengan membawa bekal makanan. Sepertinya mereka ingin makan bersama di tepi pantai sambil menikmati Sunset.

Sementara kami, setelah mengemasi perahu karet dan berganti baju, memutuskan untuk pulang ke rumah. Setidaknya ada 1 Tempat baru ketika kami ingin lari ke pantai bermain pasir dan air yang tidak jauh dari rumah. 

Sekian terima kasih.

Friday, May 4, 2018

Jelajah Krakatau; bermain pantai dan gunung sekaligus

May 04, 2018 0



Gunung Krakatau. Selintas yang teringat adalah letusan dahsyat disusul tsunami besar pada tahun 1883 silam. Dan membekas kembali belakangan ini saat sebuah lembaga penelitian mengeluarkan kajiannya tentang tsunami setinggi 40 meter. Yah semuanya tertuju ke krakatau.

Dan belakangan saya ingin berkunjung ke gunung anak krakatau gara-gara film Naked Traveler-nya miss Trinity. Saya menulis di buku catatan untuk mengunjungi gunung yang ada di selat sunda ini. Kebetulan jumat, 20 April 2018 saya ada visit factory ke Cilegon. Jadi tulisan kali ini adalah cerita tentang perjalanan saya ke gunung anak krakatau.

Pertama saya memutuskan untuk mengambil trip ke gunung anak krakatau hanya satu hari, yaitu pada kamis 19 April lalu. Nah saya sebelumnya sudah mengantongi beberapa penyedia jasa open trip ke Krakatau. Dari empat penyelenggara open trip hanya satu yang jawab, dan tersedia kursi kosong. Jadi saya memilih open trip seharga 370.000 rupiah.

Meeting point open trip ini adalah alfa express di pelabuhan Merak. Untuk waktu meeting point ini adalah jam 23.00 sd jam 01.00 WIB. Sudah ada pemandu wisata yang menunggu kami. Jam satu kami menuju kapal untuk melanjutkan penyeberangan sampai ke pelabuhan Bakauheuni di Lampung. Waktu temph kapal ferry roro dari Merak ke Bakauheuni yang paling cepat adalah 2 jam perjalanan, namun rata-rata memakan waktu sampai 3 jam perjalanan.

Jam empat pagi kami tiba di pelabuhan Bakauheuni. Perjalanan selanjutnya adalah perjalanan darat dari pelabuhan Bakauheuni ke pelabuhan Canti. Pemandu sudah menyiapkan angkot untuk perjalanan ini. Butuh waktu sampai satu setengah jam perjalanan darat.

Subuh kami di pelabuhan Canti. Pelabuhan ini hanyalah pelabuhan kecil, mungkin kelasnya masuk ke pelabuhan perintis. Di pelabuhan ini sarapan dan ganti baju basah (baju renang).

Jadi selama trip ini waktu lebih banyak di habiskan di laut. Makanya bagi yang mau trip ke sini perlu persiapan SPF 30 agar kulit tidak terbakar.

Aktivitas yang dilakukan adalah Snorkling. Selama dua hari satu malam, Snorkling dilakukan sampai tiga kali. Hari sabtu dua kali, yaitu snorkling di Pulau Sebuku Kecil dan Sebuku besar. Lalu hari minggu Snorkling di Lagoon Cabe.


Air laut yang jenih membuat nyaman bagi kita yang snorkling. Kita bisa melihat karang dan ikan, bahkan ada si Dory. Bagi kamu yang tidak punya alat snorkling, tenang panitia sudah menyediakan sewa snorkling, biayanya kisaran 80K sd 100 K selama dua hari.

Tentu saja kita akan naik gunung anak Krakatau, iya kita mendaki gunung krakatau d hari Minggu pagi. Medan yang miring dan berpasir membuat perjalana ini waw, sulitnya. Langkah kaki menjadi lebih berat saat menaiki tebing terjal. Nah sekedar saran, jangan pakai sepatu saat mendaki anak gunung krakatau karena pasirnya bisa masuk ke sepatu dan tentu saja bisa merusak sepatu, gunakanlah sandal atau nyeker seperti saya.

Perjalanan berat berbuah manis saat sampai puncajk. Di puncak kita bisa melihat pulau Rakata, dan Krakatau Kecil. Selain itu, kita bisa menyaksikan puncak anak gunung krakatau yang masih berasap. Saat saya ke sana, di salah satu tebing masih ada runtuhan tanah merah bekas pertumbuhan anak gunung krakatau. Iya, gunung ini masih aktif dan terus tumbuh membesar.

Kami di perjalanan juga mendapatkan bonus, saat perjalan dari anak gunung Krakatau ke Lagoon Cabe kami beruntung bisa menyaksikan atraksi gerombolan ikan lumba-lumba yang bermanuver di sekitar perahu yang kami naiki. Waw banget lucu-lucu dan menghibur. Bayangkan saja, di laut lepas lihat lumba-lumba berenang bebas, wah deh rasanya.

Oh, iya penginapan. Selama open trip ini saya tinggal di homestay. Homestay ini terletak di pulau Sabesi. Satu kamar untuk 10 orang. Kamar mandi juga tersedia cukup banyak yah untuk kebutuhan mandi dan buang air.

Jadi perjalanan jelajah Krakatau ini menurut saya sangat menyenangkan, dengan harga segitu dapat fasilitas yang tidak murahan. Laut yang biru jernih, pemandangan yang memanjakan mata, dan ketemu teman baru adalah pengalaman yang kita dapatkan. Selain itu, open trip ini memadukan aktivitas pantai dan laut sekaligus. Pokoknya jelajah krakatau layak anda masukan ke list perjalanan anda selanjutnya.

Salam,
Tangerang, 27 April 2018

Saturday, May 20, 2017

Semerbak Tembakau dan Cerita perjalanan raja Kretek di House of Sampoerna

May 20, 2017 0



Cerita kali ini masih tentang kota Surabaya, setelah sebelumnya saya mampir ke Monumen Kapal Selam, saya lalu melanjutkan perjalanan di waktu tersisa sebelum pulang ke Tangerang. Tempat terakhir yang sempat saya kunjungi adalah House Of Sampoerna.

House of Sampoerna adalah museum yang menyimpan memorabilia dari sang pendiri, yaitu Liem Seeng Tee. Haose of Sampoerna Terletak di "Surabaya lama". bangunan bergaya kolonial Belanda yang megah ini dibangun pada tahun 1862 dan sekarang menjadi situs bersejarah yang terpelihara. Sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda‚ dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee‚ pendiri Sampoerna‚ dengan maksud untuk digunakan sebagai fasilitas produksi rokok pertama.

Saat ini, tersebut masih berfungsi sebagai pabrik produksi untuk rokok yang paling bergengsi di Indonesia‚ Dji Sam Soe. Di peringatan ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003‚ kompleks ini telah dipulihkan dengan susah payah dan sekarang terbuka untuk umum sebagai museum.

Memasuki kompleks utama museum ini, anda akan mendapatkan sensai aroma yang begitu kuat. Jujur saja saya tidak merokok dan tidak suka bau rokok, tapi ketika memasuki House of Sampoerna saya justru menikmati aroma tembakau dan cengkeh yang begitu kuat. Aromanya seperti aroma terapi.


Ada apa di House of Sampoerna? Sebagai museum memorabilia tentu kita akan mendapati barang-barang sang pendiri pabrik rokok ini. Mulai dari sepeda tua yang menjadi saksi jatuh bangunnya kehidupan Liem Seeng Tee, sampai ke baju pernikahan mereka.

Di museum ini juga terpajang berbagai bungkus merek rokok Sampoerna yang pernah di produksi, baik yang masih dijual maupun yang tinggal kenangan. Ada juga lempengan plat cetakan bungkus rokok Dji Sam Soe yang legendaris itu.


Selain memorabilia barang, ada juga foto-foto yang dipajang. Dari foto sang pendiri sampai generasi penerusnya. Bahkan untuk pertama kalinya saya melihat sang Raja Jawa, Sri Sultan HB X mengisap rokok.

Oh iya, di bangunan atas terdapat toko souvenir. Di bagian atas ini juga ada mesin pembuat rokok. Selain itu, dari lantai dua ini kita bisa menyaksikan langsung para buruh rokok melinting tembakau menjadi rokok sigaret, Dji Sam Soe. Untuk menyaksikan live produksi ini sebaiknya datang pagi. Karena para pekerja hanya bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang.

Akses Lokasi.

House of Samporna beralamat di Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Kota SBY, Jawa Timur 60163.



Jam buka mulai hari Senin sampai Sabtu jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Pengunjung yang berkunjung ke sini tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Jadi kalau anda mau tahu sejarah tentang rokok Sampoerna bisa mampir kemari.

Selamat jalan-jalan.