Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts

Tuesday, April 4, 2023

Kewirausahaan Sosial : 1. Pengenalan

April 04, 2023 0

Kali ini kita akan membahas tentang Kewirausahaan Sosial. tema kewirausahaan sosial akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pada bagian 1 kita akan belajar Pengenalan apa itu kewirausahaan sosial.



Perbedaan kewirausahaan Konvensional dan kewirausahaan sosial 

Berbicara mengenai perbedaan antara kewirausahaan konvensional dan kewirausahaan sosial, maka kita bisa melihat dari dua sudut pandang. Yang pertama adalah dari sudut pandangan kemunculan,  kewirausahaan konvensional muncul karena ada peluang usaha, sedangkan kewirausahaan sosial muncul karena adanya permasalahan sosial. Sementara dari sudut pandang kedua adalah tujuan, tujuan utama seseorang melakukan usaha adalah mencari keuntungan, sedangkan kewirausahaan sosial tujuan utamanya adalah bukan keuntungan tapi mencoba menciptakan dampak sosial kepada masyarakat.  Meskipun seorang wirausaha sosial melakukan aktivitas bisnis yang sama dengan seorang wirausaha, tapi tujuannya usaha sosial ini sangat berbeda karena salah satu yang membedakan adalah mereka ingin memberikan sebuah perubahan positif dari dampak kepada masyarakat.

Seorang pengusaha atau seorang wirausaha sosial pada dasarnya mereka menghargai akumulasi kekayaan dan keuntungan yang dihasilkan dari proses. Jadi bukan dari uang yang dihasilkan, betul bahwa uang itu memang diperlukan khusus secara politik tapi ruang ini ditujukan hanya untuk menciptakan dampak sosial yang positif kepada masyarakat. 

Permasalahan Sosial dan Inovasi Sosial

Tujuan suatu bisnis itu dijalankan jika pada kewirausahaan sosial adalah menyelesaikan permasalahan sosial. Nah apa saja permasalahan sosial yang dimaksud di sini? Pada kewirausahaan sosial kita mengenal ada 3 P dalam permasalahan sosial atau triple button line. Pertama adalah people yaitu permasalahan-permasalahan sosial yang berkaitan dengan people (masyarakat) seperti kemiskinan. kelaparan. perdagangan orang secara bebas dan juga yang lain-lain. Kedua adalah planet, permasalahan sosial dalam lingkup planet ini adalah yang termasuk permasalahan lingkungan seperti permasalahan sampah yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, kemudian seperti penggunaan energi yang terbarukan dan juga seperti bencana sosial seperti kebakaran hutan dan lain-lain. P yang ketiga adalah profit, di mana semua bisnis tentunya memerlukan profit untuk bisnis tersebut dapat terus berjalan, dapat terus sukses. Nah yang perlu diperhatikan pada kewirausahaan sosial adalah profit yang didapatkan dari aktivitas bisnis yang berjalan perlu diinvestasikan kembali untuk pengembangan kewirausahaan sosial tersebut dan juga tujuan akhirnya yaitu untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar.

Ada juga tambahan satu lagi dalam triple bottom line, menjadi quadruple bottom line yaitu culture impact. Culture impact ini berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang perlu dilestarikan. Mengapa wilayah budaya termasuk permasalahan sosial? Karena nilai-nilai budaya tersebut dapat memperkaya suatu bangsa. Sehingga perlu diperhatikan juga dan menjadi suatu permasalahan sosial. 

Setelah mengetahui permasalahan-permasalahan sosial dalam kewirausahaan sosial, perlu dilakukan suatu inovasi yang berkaitan dengan permasalahan sosial tersebut yang kita sebut social innovation. Social innovation atau inovasi sosial adalah inovasi yang didasarkan untuk penyelesaian permasalahan sosial, yang tentunya bertujuan untuk membuat suatu solusi menjadi lebih efektif dan efisien. Inovasi sosial juga biasanya dapat menciptakan nilai baru yang berkaitan dengan triple buttom line tadi. Apakah membuat nilai baru untuk people, untuk sosial, Apakah membuat nilai baru untuk lingkungan, atau apa juga dapat berupa nilai baru untuk nilai budaya. inovasi terutama pada inovasi sosial tidak terikat pada inovasi produk saja. Inovasi dapat berupa produk, dapat berupa proses, dapat berupa market atau kita dapat menyebutnya dengan teknik marketing baru, dapat juga berupa inovasi dalam perubahan behavior (kebiasaan). Untuk inovasi produk seperti yang sudah kita temui beberapa kewirausahaan sosial menciptakan suatu produk baru yang belum ada dari produk sebelumnya yang tentunya bertujuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan sosial, salah satunya dapat berupa proses pengolahan makanan yang diciptakan dari food waste dan mengolahnya kembali untuk bisa dimakan. Sedangkan untuk inovasi proses dilakukan bukan terhadap produknya, tetapi pada proses, bagaimana menciptakan suatu produk tersebut dengan melakukan proses efisiensi. Dari proses tersebut, maka kita juga dapat menciptakan nilai atau inovasi lebih dari suatu Proses penciptaan nilai tersebut. Sedangkan untuk inovasi market  adalah berkaitan dengan cara baru kita untuk memasarkan suatu produk. Tentu juga kita menginginkan untuk pemasaran yang lebih inovatif dan juga lebih efisien dan tidak membutuhkan waktu yang besar.  dan yang terakhir adalah perubahan kebiasaan atau inovatif behavior. Yang ditunjuk di sini adalah bagaimana kita dapat mengubah behavior atau kebiasaan dari seseorang. Contohnya ketika kita melakukan sebuah kampanye untuk melakukan green action, bagaimana kita mengurangi penggunaan plastik dengan seperti menggunakan sendok dari aluminium atau sedotan dari aluminium, kita sudah mengubah kebiasaan mereka untuk lebih menyayangi lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik.

Siapa itu wirausaha sosial

Apa itu pengusaha sosial atau biasa disebut social entrepreneur? Dari katanya kita sudah mengetahui bahwa social entrepreneur adalah orang yang menjalankan suatu kewirausahaan sosial yaitu seseorang yang memiliki Inovasi dan tentunya memiliki kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan sosial. pengusaha sosial biasanya memiliki beberapa karakteristik. Ada lima karakteristik utama yang biasanya dimiliki oleh setiap pengusaha sosial.

  1. Kreatif dan inovatif. Kita telah mengetahui bahwa seorang pengusaha sosial menciptakan inovasi sosial terhadap masalah sosia yang mereka ingin diselesaikan. Dalam menciptakan inovasi sosial ini tentunya mereka telah melalui proses kreatif. Yaitu mereka telah mengeluarkan ide mereka dan biasanya ide tersebut tidak dimiliki oleh orang-orang lain atau Biasanya kita sebut dengan out of the box. 
  2. Business  Savvy atau memiliki pengetahuan-pengetahuan bisnis dan juga mereka dapat menjalankan  apa yang mereka bangun dengan nilai-nilai bisnis atau prinsip-prinsip dalam bisnis. Tentunya prinsip dalam bisnis adalah menghasilkan profit dan hal itulah yang membedakan antara kewirausahaan sosial dengan NGO. NGO biasanya mengandalkan donasi dari para donatur sementara kewirausahaan sosial ini tidak mengandalkan donasi lagi. sehingga pengusaha sosial perlu memiliki cara-cara bisnis untuk dapat membuat kewirausahaan sosialnya tetap sustainable yaitu dengan mendapatkan profit.
  3. Community driven yaitu bahwa seorang founder dari kewirausahaan sosial  harus memfokuskan bisnisnya untuk komunitas yang mereka selesaikan permasalahannya. Tentunya mindset yang ada di otak para founders saat mendirikan bisnis sosial adalah untuk membawa dampak positif kepada suatu komunitas. Dengan berpikir community driven, maka foundes akan melibatkan komunitas tersebut dalam pengembangan bisnisnya, 
  4. Determinasi. Founder harus memiliki tekad yang kuat untuk mencapai suatu dampak yang besar. Tentunya menjadi pebisnis apapun, baik kewirausahaan sosial atau kewirausahaan konvensional selalu menghadap tantangan dan selalu menghadapi masalah. Maka dari itu diperlukan determinasi yang kuat dari seorang founder kewirausahaan sosial untuk mencapai tujuan awal dari kewirausahaan sosial tersebut 
  5. Tahu cara membuat jaringan. Seperti kita tahu kewirausahaan sosial atau bisnis-bisnis lainnya tentu perlu memiliki relasi dengan entitas lainnya diluar bisnis tersebut, seperti dengan ke vendor vendor atau dengan customer. Begitu juga dengan kewirausahaan sosial kertas biasanya terhubung dengan pemerintah, terhubung dengan akademisi, terhubung dengan komunitas dan lain-lain. Maka dari itu seorang founder dari kewirausahaan sosial perlu memiliki kemampuan untuk dapat membangun relasi, karena kita tahu sendiri bahwa permasalahan sosial yang diselesaikan oleh kewirausahaan sosial bukanlah permasalahan sosial yang simpel. Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan kompleks tersebut membutuhkan beberapa stakeholder yang memiliki tujuan yang sama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Disarikan dari Kursus Membangun Kewirausahaan Sosial Berbasis Inovasi Sosial: Rujukan Sistematis Membangun Kewirausahaan Sosial Berkelanjutan. UNPAR PLUS. diakses lewat Udemy. link kursus sila klik di sini https://www.udemy.com/share/104EKa3@zI4T4LMkbSRbEtT1nhPk67y-NAQjRjv2ic8bKBGDtjHmVSAG8M9RSI0gnM4WhkODcw==/

Friday, March 3, 2023

Manajemen sumber daya manusia: Definisi dan Fungsi

March 03, 2023 0

Dalam setiap organisasi terdapat dua sumber daya yang dapat dikelompokkan yakni sumber daya manusia dan sumber daya non manusia. Sumber daya manusia meliputi semua orang yang melakukan aktivitas dalam organisasi tersebut. Sedangkan sumber daya non manusia ini mencakup modal, mesin, teknologi, bahan-bahan (material), dan lain-lain.



Sumber daya manusia merupakan hal yang terpenting dan sangat menentukan dari seluruh sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta. Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keinginan, kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, day,a dan karya. Sumber daya manusia adalah satu sistem sumber daya yang memiliki rasio, rasa, dan Karsa. Semua potensi sumber daya manusia tersebut sangat berpengaruh terhadap upaya organisasi dalam pencapaian tujuannya. Kecanggihan teknologi, perkembangan informasi yang pesat, ketersediaan modal, dan bahan-bahan yang memadai dalam organisasi tidak akan bisa mencapai tujuan perusahaan tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang potensial.

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia mempunyai tugas untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya. Selain itu sumber manajemen sumber daya manusia juga penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan.

Definisi manajemen sumber daya manusia 

Anwar Prabu Mangkunegara dalam bukunya manajemen sumber daya manusia perusahaan mendefinisikan manajemen sumber daya manusia sebagai suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan pula sebagai suatu pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu (karyawan). Pengelolaan dan pendayagunaan tersebut dikembangkan secara maksimal di dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan organisasi dan pengembangan individu karyawan.


Tuesday, January 31, 2023

Event Kian Dekat Sementara Dana masih kurang, siasat ini bisa kamu lakukan agar event bisa terlaksana

January 31, 2023 0

Setiap orang pasti pernah terlibat dalam kepanitiaan suatu event atau acara, baik acara keluarga, sekolah, kantor atau event-event lain. Salah satu hal yang menjadi momok cukup menakutkan akan kerberlangsungan event yang sudah jauh-jauh hari sudah direncanakan adalah masalah dana yang belum cukup dari anggaran. Anggaran kurang atau boncos bisa gagal event.



Nah, buat kamu yang punya aganda event ke depan, namun dana yang terkumpul masih jauh dari rencana anggaran, sangat cocok baca artikel ini. Ada tips menarik nih dari Sofie Beatrix, orang yang berpengalaman sebagai event organizer (EO). Sofie berbagi tips menarik untuk dilakukan jika pemasukan menjelang event tidak sesuai rencana anggaran. Ke-4 tipsnya ini dituliskan dalam bukunya yang berjudul I Love Organize Terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Berikut 4 hal yang bisa kamu lakukan agar event kamu masih bisa berlangsung:

  1. Mencari   alternatif   ide   pemasukan  lain, misalnya dengan menambah  sponsor kecil,  barter produk,  donatur, dll.
  2. Menggenjot  kerja. Biasanya  menggenjot kerja  dengan pemberian fee  tambahan  untuk marketing  membuat  jaringan  rekan baru.
  3. Memperkecil  pengeluaran  dengan penghematan, perubahan format namun  yang tidak terikat ketentuan dengan sponsor atau mengubah inti acara. 
  4. Menjadwalkan ulang pembayaran. Contoh bila kita telah membuat janji untuk  pelunasan saat hari H, kita bisa  melobi agar pembayaran  dilakukan di akhir bulan. Lalu siapa  yang  melakukan lobi? Biasanya tim keuangan yang melakukannya.

Itulah empat tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pundi-pundi pemasukan. Menyelamatkan acaramu bisa tetap terlaksana meski harus merubah format acara atau sampai melobi pembayaran ke vendor. Good luck! 


 


Friday, October 28, 2022

Sumber Ide Untuk Memulai Bisnis

October 28, 2022 0


Kali ini kita kembali berbicara tentang ide untuk bisnis. Tulisan sebelumnya bisa baca di artikel Menemukan Dan Mengeksekusi Ide Untuk Memulai Bisnis. jadi tulisan ini untuk menambah wawasan tentang ide untuk bisnis.



Sebuah penelitian yang dikeluarkan LPPM menyebutkan bahwa sumber ide untuk memulai bisnis baru sebagai berikut:

1. Berdasarkan pekerjaan dan pengalaman terdahulu sebanyak 43%. kita ambil satu contoh Jan Koum. Jan Koum yang dikenal sebagai pendiri WhatsApp. Pernah bekerja sebagai progrmamer di yahoo. Ia menciptakan program Instant Massaging berdasarkan keahliannya sebagai programmer. Dan saat ini WhatsApp adalah aplikasi yang populer dan banyak digunakan oleh manusia di kolong langit.

2. Hobi dan kesukaan sebanyak 18 %. Banyak kisah sukses pebisnis bermula dari hobi. Salah satunya Adi Setiadi yang sukses membangun usaha agen perjalanan untuk kegiatan wisata, rental, outing, dan petualangan mendaki gunung. Di bawah bendera usaha Wisata Gunung, ia sukses menekuni usaha ini dengan omzet mencapai Rp 200 juta per bulan. Bila sedang musim liburan, omzetnya bisa mencapai Rp 350 juta dalam sebulan.

3. Karena memanfaatkan peluang sebanyak 10%. Bob Sadino pendiri Kem Chiks, tertarik dengan usaha peternakan, ia melihat peluang ayam dan telur negeri yang saat itu belum ada di Indonesia. Bob menjadi orang pertama yang mengenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Usaha yang dijalankan semakin berkembang. Tak hanya berkutat dengan telur dan ayam, Bob Sadino juga memasuki bisnis sayuran dan penjualan makanan.

4. Berdasarkan pendapat orang lain sebanyak 8%.  

5. Pendidikan dan kursus sebanyak 6%. Sergey Brin dan Lary page membuat Google saat kuliah pasca sarjana di Stanford University. Latar pendidikan ilmu komputer keduanya merupakan salah satu kunci sukses Google, selain memang Google dipenuhi dengan ilmuan komputer muda yang cerdasdan kreatif.

6. Bisnis keluarga sebanyak 12 %. salah satu contoh pengusaha dari golongan ini adalah Irwan Hidayat. Irwan Hidayat terjun ke bisnis Jamu yang dirintis oleh keluarganya. Ia membesarkan dan membuat Sido Muncul menjadi perusahaan jamu modern yang terkenal dan maju.

7. Lain-lain sebanyak 3 %

Sebagian besar pengusaha memulai bisnis berdasarkan pekerjaan atau pengalaman terdahulu. Namun, jika seseorang belum memiliki pengalaman baik dalam bekerja maupun dalam berwirausaha, dia dapat memulai bisnis dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Peter Drucker mengatakan bahwa seorang entrepreneur adalah orang yang memaksimalkan peluang-peluang.

Lebih jauh lagi jika sumber-sumber ide di atas tidak satu pun yang dimiliki, seorang pengusaha dapat melakukan sesuatu yang baru dengan keberanian mengambil resiko gagal ataupun sukses. Makna yang tidak didapat dari esensi seseorang adalah keberanian mengambil resiko dan bertindak kreatif menciptakan “different value” serta selanjutnya mengembangkan bisnis manajemen skillnya dengan membangun sistem bisnis. Berkreasi untuk mendapatkan peluang-peluang bisnis harus dilatih oleh siapa pun yang menetapkan pilihan menjadi business owner ataupun entrepreneur sejati.

Friday, October 21, 2022

Menemukan dan mengeksekusi ide untuk memulai bisnis

October 21, 2022 0

Semua produk dan bisnis yang anda lihat saat ini, sebelumnya hanyalah gumpalan ide di kepala, sampai seseorang berhasil mewujudkannya menjadi nyata seperti yang anda lihat dan rasakan. Ide dalam bisnis adalah nyawa. Ia yang menggerakan roda organisasi dalam suatu bisnis hingga tercipta sebuah produk.


Untuk memulai usaha nada membutuhkan ide bisnis. Apakah anda sudah memiliki ide bisnis untuk diwujudkan? Jika belum, kami akan membantu anda untuk menemukan ide bisnis.

1. Ikat Ide yang muncul dengan menuliskannya

Ada orang yang mengatakan bahwa sehebat-hebatnya otak manusia untuk mengingat sesuatu, masih kemungkinan untuk melupakannya. Suatu saat ketika ada orang yang menggunakan ide tersebut, barulah anda teringat dan mengatakan, ’’rasanya saya pernah memiliki ide yang sama deh’’.
Sebagai pengusaha, di mana pun anda berada, alangkan baiknya jika anda selalu menyediakan alat untuk mencatat. Bisa berupa lembaran kertas ataupun berupa produk-produk digital. Kapan pun anda mendapatkannya sebuah ide, jangan melakukan evaluasi. Langsung cepat saja terlebih dahulu.
Sediakan juga catatan di samping tempat tidur anda, adakalanya anda mendapatkan ide pada saat terbangun dari tidur malam. Jika anda tidak mencatat ide tersebut, maka sembilan puluh persen anda pasti akan melupakannya ketika bangun di pagi hari
Hemm, yah catat ide yang muncul. Sekonyol apa pun, segila apa pun ide muncul, pada tahap ini tugas anda harus mencatatnya. Catat saja tanpa menghakiminya. Jangan memangkas ide yang terlihat konyol dan mustahil. Ingat bahwa semua ide akan selalu terlihat konyol dan tidak masuk akal sampai ada seseorang yang merealisasikan ide tersebut.

2. Seleksi ide-ide yang telah di catat

Setelah anda memiliki buku catatan ide. Bacalah kembali ide-ide yang pernah anda tulis secara berkala. Buku catatan ide tersebut tidak akan pernah memberikan manfaat jika anda hanya terus menerus menambahkan isinya tanpa membaca ulang yang apa yang pernah anda tulis.
Periksalah satu-persatu ide yang ada. Lakukan seleksi terhadap ide-ide yang dalam waktu dekat bisa dilakukan. Jika sudah dikelompokan, anda harus memilih lagi ide-ide nama yang bisa memberikan manfaat paling besar bagi anda, lakukan klasifikasi ide-ide jenis itu.
Jika anda memiliki pasangan hidup, tidak ada salahnya mendiskusikan ide-ide anda dengan pasangan anda. Tentunya pasangan hidup adalah orang yang bisa anda percayai. Membicarakan ide-ide bersama pasangan hidup anda tidak hanya berguna dalam merealisasi ide tersebut tapi juga berguna untuk keharmonisan hubungan dengan pasangan.
Atau anda bisa mendiskusikan ide yang anda pilih dengan mentor bisnis anda. Ini untuk menajamkan ide bisnis yang sudah anda punya.

3. Pilih satu ide yang bisa segera dilakukan

Setelah anda mencatat lalu menyeleksi ide yang sudah ada, maka anda tinggal menentukan ide mana yang akan dikerjakan lebih dulu. Pilihlah satu ide yang bisa dikerjakan dalam waktu sesegera mungkin.
Jangan terlalu berkonsentrasi untuk merealisasikan ide yang begitu rumit dan kompleks. Lakukanlah terlebih dahulu ide yang bisa segera mendatangkan hasil. Setelah itu baru bisa melangkah untuk melakukan ide yang lain.
Misalkan anda ingin membukan usaha percetakan digital yang digabung dengan pendidikan. Anda harus memiliki lokasi yang strategis. Lantai satu dan dua untuk percetakan lalu lantai tiga dan empat untuk tempat pendidikan. Hal ini tentunya membutuhkan modal besar.
Jika anda menunggu modal tersebut terpenuhi, maka bisa jadi dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk merealisasikan ide tersebut.
Solusinya adalah mulai dari apa yang anda bisa lakukan sekarang. Kalo anda ahli desain dan jago percetakan, namun tidak memiliki lokasi strategis, maka anda bisa menjual produk dan jasa anda khusus untuk pesanan.
Nanti jika jasa dan produk anda tersebut diterima pasar, barulah dikembangkan usahanya menjadi bisnis yang lebih besar lagi.

4. Carilah dukungan yang diperlukan untuk merealisasikan ide yang ada

Setelah anda fokus pada satu ide yang ingin diwujudkan. Pikirkan hal-hal apa saja yang dibutuhkan agar ide tersebut dapat dilakukan dan mendapatkan keuntungan.

Jika pelaksanaan ide tersebut membutuhkan dukungan orang lain, sesegeralah lakukan komunikasi. Dapatkanlah dukungan dari orang-orang yang anda butuhkan bantuannya. Ingat bahwa semakin cepat anda merealisasikan ide anda akan baik pula hasilnya. Jangan sampai ada orang lain yang mendahului anda.

Lakukanlah ide yang sudah anda pilih satu persatu sampai membuahkan keuntungan nyata. Jangan tunda ide bisnis anda. Lakukanlah dari apa yang bisa anda lakukan sekarang.

Selamat merengkai ide, selamat mewujudkan ide anda menjadi nyata.

untuk menambah bacaan anda kami berikan bonus tambahan artikel Sumber Ide Untuk Memulai Bisnis dan Konsep Amati, Tiru, Modifikasi Dalam Mencari Ide Usaha