Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Showing posts with label Urban Farming. Show all posts
Showing posts with label Urban Farming. Show all posts

Sunday, January 7, 2024

Bayam Brazil, sayuran favorit urban farming

January 07, 2024 0

Salah satu tanaman yang menjadi favorit saya untuk ditanam sebagai bagian dari misi From ornamental to Edible Plant adalah bayam brazil. Bayam Brazil (Alternanthera sissoo) merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan telah lama dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Potensi bayam Brazil sebagai sumber pangan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

Kandungan gizi yang tinggi

Bayam Brazil merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik. Dalam 100 gram bayam Brazil, terkandung:

Vitamin A: 7-8 mg

Vitamin C: 60-120 mg

Vitamin E: 1,2 mg

Vitamin K: 160 mcg

Zat besi: 4-9 mg

Kalsium: 300-450 mg

Fosfor: 100-150 mg

Magnesium: 40-60 mg

Kalium: 250-350 mg

Kandungan gizi yang tinggi ini menjadikan bayam Brazil sebagai sumber pangan yang bermanfaat untuk kesehatan. Bayam Brazil dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh, terutama bagi orang-orang yang memiliki pola makan yang tidak seimbang.

Mudah dibudidayakan

Bayam Brazil merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Bayam Brazil juga dapat dibudidayakan di lahan sempit, seperti pekarangan rumah.

Budidaya bayam Brazil dapat dilakukan dengan cara menyemai biji atau stek. Biji bayam Brazil dapat ditanam langsung di lahan atau di persemaian terlebih dahulu. Stek bayam Brazil dapat diperoleh dari tanaman yang sudah berumur 2-3 bulan.

Saya sendiri lebih memilih cara stek untuk memperbanyak tanaman bayam brazil. Biasanya ketika akan dimasak, batangnya sengaja dipisah dari daun. Daunnya dimasak, sementara batangnya langsung ditancapkan ke dalam pot. Batang yang sudah ditancapkan ke dalam pot, tinggal disiram dan simpan ditempat teduh.  Dua sampai tiga hari akan muncul daun dan akar. 

Memiliki nilai estetika

Bayam Brazil memiliki bentuk daun yang indah dan berbentuk hati. Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.


Berdasarkan potensi-potensi tersebut, bayam Brazil dapat menjadi salah satu alternatif sumber pangan yang dapat dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini dapat dibudidayakan oleh masyarakat secara luas, baik di lahan pertanian maupun di pekarangan rumah.

Contoh Olahan Bayam Brazil

Beberapa contoh olahan bayam Brazil yang dapat dikonsumsi, antara lain: 

  • Bakwan bayam brazil adalah salah satu olahan bayam brazil yang paling populer. Olahan ini dibuat dengan mencampurkan bayam brazil, kol, wortel, tepung bakwan, dan telur. Bakwan bayam brazil memiliki tekstur yang renyah dan gurih.
  • Rolade tahu bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang terbuat dari tahu, bayam brazil, dan telur. Olahan ini memiliki tekstur yang lembut dan gurih.
  • Tumis bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang paling sederhana. Olahan ini dibuat dengan menumis bayam brazil dengan bawang merah, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya. Tumis bayam brazil memiliki rasa yang segar dan gurih.
  • Bobor bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang berkuah. Olahan ini dibuat dengan memasak bayam brazil dalam kuah santan yang gurih. Bobor bayam brazil memiliki rasa yang kaya dan nikmat.

Selain itu, bayam brazil juga dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan lainnya, seperti sup bayam brazil, semur bayam brazil, dan sambal bayam brazil.

Cara Menanam Bayam Brazil

Menanam bayam Brazil  itu gampang! Berikut langkah-langkah dasar menanam bayam brazil:

Persiapan:

  • Media tanam: Siapkan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Anda bisa menggunakan pot, polybag, atau langsung menanam di tanah.
  • Benih: Benih bayam brazil bisa dibeli di toko pertanian atau online. Anda juga bisa menggunakan batang bayam brazil yang cukup tua untuk stek.

Penanaman:

  • Benih: Taburkan 2-3 biji benih bayam brazil pada media tanam sedalam sekitar 0,5 cm. Jaga kelembaban media tanam dengan penyiraman rutin.
  • Stek: Potong batang bayam brazil sekitar 10-15 cm dengan 3-4 ruas daun. Tanamkan batang stek pada media tanam sedalam sekitar 5 cm. Siram secukupnya dan jaga kelembaban.

Pemeliharaan:

  • Penyiraman: Siram bayam brazil secara rutin, terutama saat cuaca panas. Pastikan media tanam tidak terlalu basah atau kering.
  • Pemupukan: Berikan pupuk organik cair secukupnya setiap 2-3 minggu sekali.
  • Penyiangan: Singkirkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bayam brazil agar tidak mengganggu pertumbuhannya.
  • Pemanenan: Panen daun bayam brazil bisa dilakukan setelah sekitar 4-6 minggu tanam. Petik daun terluar yang sudah cukup besar, sisakan beberapa daun muda untuk pertumbuhan selanjutnya.

Tips tambahan:

  • Bayam brazil menyukai sinar matahari penuh, namun bisa juga ditanam di tempat teduh sebagian.
  • Bayam brazil termasuk tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit.
  • Bayam brazil dapat dipanen berkali-kali selama masa hidupnya, cukup dengan merawatnya dengan baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, Anda bisa menikmati panen bayam brazil yang segar dan bergizi untuk kebutuhan dapur Anda. Selamat mencoba!

Saturday, July 29, 2023

Panen umbi jalar sagede kepala di halaman rumah

July 29, 2023 0

Foto ini adalah hasil panen hari ini dari satu rumpun tanaman umbi jalar. Salah satu hasil dari peralihan tanaman hias ke tanaman pangan (dahulu saya pernah menulis panjang kali lebar aksi ini dengan judul From ornamental to Edible Plant: Mitigasi Perubahan Iklim bidang pangan) adalah memulai menanam umbi jalar sejak tahun lalu. Mulanya di pot galon bekas.  Lalu sebagian di tanah. 



Umbinya menjadi umbi terbesar yang pernah saya panen. Sebesar kepala manusia. Bisa jadi karena usia tanamnya yang sudah lebih dari 3 bulan. Di tanam di tanah yang banyak humusnya pula. 

Hasil panen kali ini dijadikan makanan tradisional gegado. Gegado ini adalah irisan umbi yang dicampur adonan terigu. Cara buatnya mirip bakwan. Teksturnya menyerap sambal dan cuka. Rasanya nikmat jika dicelup ke dalam. Cuka mpek-mpek. Makanya dibuat gegado mumpung masih ada stok cuka di rumah. 

Pada akhirnya, kita bisa makan dari apa yang kita tanam. Menurut mbak @britaniasari Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah bisa menanam apa yang kita makan. Menanam tanaman pangan itu, ikut juga menjaga ketahanan pangan keluarga, dan keamanan dompet tentunya.


Sekian, selamat makan!

Monday, February 20, 2023

Pacar Air, bunga pemakaman yang nikmat diseduh jadi teh

February 20, 2023 0

Tanaman pacar air merupakan salah satu tanaman hias  yang cukup mudah dibudidayakan. Sering menjadi tanaman hias di pekarangan atau di area pemakaman. Warna bunganya yang memiliki banyak varian warna, sangat cantik saat mekar. Bunga tanaman ini sangat familiar sebagai bunga setaman untuk ditabur di pusara, karena bunga ini sering dijual sebagai bunga tabur untuk makam.

Tanaman pacar air sangat disukai lebah dan serangga lain yang membantu penyerbukannya. Saya menanam tanaman ini sebagai salah satu sumber nektar bagi kupu-kupu. 

Saya sering memanfaatkan bunga dari tanaman pacar air untuk diminum jadi teh. Rasanya cukup segar dan tanpa aroma sayuran bila dibangdingkan dengan teh dari bunga telang. Warnanya juga merah seperti bunga rosella.

Tanaman Pacar air memiliki berbagai khasiat kesahatan loh. Bunganya digunakan untuk mengatasi terlambat haid, dan bengkak akibat terpukul (hematoma). Daunnya digunakan untuk mengatasi keputihan (leukorea), dan nyeri haid.

Tanaman pacar air dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Habitatnya pada daerah tropis namun tidak dapat hidup pada daerah yang kering. Juga kurang cocok jika ditanam pada pot, namun tumbuh subur pada tanah dekat saluran air.

Cara mengembangbiakkan tumbuhan ini adalah dengan menyebar biji benihnya atau dengan cara meletupkan buahnya. Bibit jika terkena air yang cukup akan berkembang biak dengan sendirinya. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai tanaman ini kekeringan, karena akan akan menyebabkan tanaman layu dan mati.




Monday, November 14, 2022

Melihat bunga bangkai mekar sempurna setelah 14 bulan di tanam

November 14, 2022 0

Bunga bangkai! Waktu yang lama untuk bisa mekar sempurna dan waktu yang singkat saat mekar membuat tanaman ini cukup langka. Atas dasar pemikiran tersebut saya membeli tanaman Amorphopallus Paeoniifolius atau familiar dengan sebutan suweg. Tanaman ini adalah tanaman yang masuk ke genus tanaman bunga bangkai, namun bukan yang dilindungi dan bibitnya mudah didapat. 


Dari berbagai literatur disebut kalau Amorphophallus paeoniifolius adalah tanaman anggota genus Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan iles-iles (A. muelleri). Bunga tanaman ini adalah salah satu bunga paling bau di dunia. Bau busuk hanya bertahan beberapa jam setelah bunga mekar, tetapi membuat siapa pun enggan mendekatinya karena aromanya sangat mengganggu. Bau busuk tersebut membuat orang menjulukinya sebagai bunga bangkai.


Harapan saya adalah saat mekar akan mengundang banyak orang untuk berkunjung ke Taman Kupu-kupu Sukardi. Namun ditunggu tak kunjung berbunga juga. Setahun lebih ditunggu belum juga berbunga. Sampai di bulan 23 Oktober 2022 ada tunas yang mirip bunga muncul. 


Akhirnya penantian 14 belas bulan tersampaikan jua. Rasa antusias untuk pertama kalinya akan melihat bunga bangkai mekar dengan mata sendiri. Setiap hari saya membuat dokumentasi pertumbuhan bunga bangkai ini.


Setelah 10 hari menunggu, akhirnya bunga bangkai mekar sempurna. Baunya mirip bangkai tikus. Paling menyengat pas malam hari. Kayak berasap dan ada cairan di tongkol bunganya.


Sesuai harapan ada dua sekolah PAUD yang berkunjung melihat bunga bangkai ini. Selain tentunya belajar tentang metamorfosis kupu-kupu. 


Untuk dokumentasi pertumbuhan bunga bangkai yang saya tanam ini bisa lihat pada video berikut ini:





Saturday, September 17, 2022

Mengenal Bunga Lolipop

September 17, 2022 0




Deskripsi Bunga lolipop

Pachystachys lutea yang dikenal dengan nama umum tanaman Lolipop, Bunga Lilin, Golden Shrimp Plant, Golden Candle merupakan tanaman bunga yang berasal dari Peru dan sangat rajin berbunga.. tanaman Lolipop merupakan semak cemara bertangkai lunak subtropis dengan tinggi antara 36 dan 48 inci (90 dan 120 cm). Batangnya bulat, beruas-ruas, kasar, dan berwarna hijau kecoklatan. Daunnya tunggal, bersilangan berhadapan, tidak bertangkai. Helaian daun berbentuk lanset, ujung dan pangkalnya meruncing. Daun berwarna hijau dengan permukaan daun kasar, panjang daun 5-15 cm dan pertulangan menyirip.

Bunga dari Tanaman Lolipop ini merupakan bunga majemuk yang keluar di ujung batang atau cabang. Bentuk bunga bulir dengan seludang bunga berbentuk oval dan ujung meruncing. Bunga tersusun seperti bongkol, dengan ukuran bervariasi dan berwarna kuning. Kelopak bunga berlepasan, bentuk jarum, panjang 1-1,5 cm, dan berwarna kuning. Benang sari 2 dengan kepala sari berbentuk panah dan berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk paruh, ujung bercangap 2, asimetris, panjang 3-8 cm, halus, dan berwarna putih.

Manfaat Bunga lolipop

1. Melawan sel-sel kanker

2. Detoks tubuh agar menyingkirkan racun di dalam tubuh 

3. Menurunkan tekanan darah tinggi

4. Obat diare

5. Obat cacing

Habitat Bunga lolipop adalah tanaman lanskap populer di daerah tropis dan subtropis di  dunia. Tanaman Lolipop menyukai tanah yang gembur dan subur dengan penyinaran bawah sinar matahari penuh. Tumbuh baik pada ketinggian 10-1500 meter diatas permukaan laut.

Klasifikasi Ilmiah Bunga lolipop

Kerajaan : Plantae

Divisi :  Magnoliophyta

Kelas :  Magnoliopsida

Ordo : Scrophulariales

Famili :  Acanthaceae

Genus :  pachystachy

Spesies: Pachysachys Lutea