Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Tuesday, July 25, 2023

Wawancara dengan Radio Idola Semarang Tentang Taman Kupu-kupu Sukardi

July 25, 2023 0

Tangerang, Idola 92.6 FM – Salah satu destinasi wisata edukasi di Kabupaten Tangerang adalah Taman Kupu-kupu Sukardi. Taman Kupu-kupu Sukardi merupakan taman penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata.


Pada tahun 2022 lalu, taman kupu-kupu yang berada di Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang ini dikunjungi oleh 1.248 orang.


Menurut Ahmad Yunus, Inisiator Taman Kupu-Kupu Sukardi, satu di antara tujuan membuat taman kupu-kupu Sukardi untuk memperkenalkan dan menkonservasikan kupu-kupu kepada Masyarakat luas. Pengunjung mendapat fasilatas untuk langsung bersentuhan baik dengan ulat, atau dengan kupu-kupu.”Mereka bisa meletakkan ulat ke toples, dan melepaskan kupu-kupu juga. Bisa di dalam dan juga di luar,”tutur Yunus kepada radio Idola, pagi (24/07) tadi.


Anak-anak sedang bermain di Taman Kupu-Kupu Sukardi di Tangerang. (Dok Yunus)

Untuk membiayai taman kupu-kupu, Yunus merogoh uang pribadinya.” Pembiayaan dari pribadi, saya pedagang pakan ternak, dan material,”ungkap Yunus yang berharap agar lahan taman kupu-kupunya lebih luas lagi.


Atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan kupu-kupu, Ahmad Yunus terpilih sebagai nominator Program #PejuangIklimInspirasiku yang diselenggarakan oleh pejuangiklim.id bekerjasama dengan Tempo Institute dan Yayasan Madani Berkelanjutan pada Maret 2022. Masih di tahun yang sama, Ahmad Yunus meraih pemenang Tingkat Provinsi di 13th SATU Indonesia Awards 2022 katagori Lingkungan.

Salah satu pengunjung bersama kupu-kupu di Taman Kupu-Kupu Sukardi. (Dok Yunus)

Selengkapnya, mengenal Taman Kupu-kupu Sukardi, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Ahmad Yunus, Inisiator Taman Kupu-Kupu Sukardi. (yes/her)


Simak podcast wawancaranya: https://www.radioidola.com/2023/mengenal-taman-kupu-kupu-sukardi-di-tangerang/




Saturday, March 12, 2022

Belajar Mengenal Penyu Sisik di Taman Nasional Kepulaun Seribu

March 12, 2022 0

Halo teman-teman, Penyu merupakan organisme ikonik hidup di perairan laut. Hal tersebut dikarenakan hanya ada 7 spesies penyu yang ada di dunia. Penyu merupakan reptil laut seperti kura-kura yang mampu menjelajah dunia dengan ke empat sirip kakinya. Indonesia menjadi salah satu habitat bertelur 6 penyu dari 7 penyu yang ada di dunia. Hal tersebut karena perairan Indonesia menjadi rute perpindahan (migrasi) Penyu Laut di persimpangan Samudera Pasifik dan Hindia.

Nah tahukah kamu kalo dari seluruh spesies penyu, penyu sisik adalah satu-satunya spesies yang paling terikat dengan perairan tropis yang hangat. Jadi penyu jenis merupakan fauna yang dapat ditemui di perairan Indonesia. Sayangnya kini Penyu sisik adalah jenis penyu terancam punah.

Kali ini saya mengajak teman-teman untuk belajar penyu sisik di penangkaran konservasi penyu sisik di Taman Nasional Kepulauan Seribu, tepatnya di pulau Pramuka.

Liat videonya di bawah ini. 



Penyu Sisik menjadi langka karena banyak faktor. Namun mayoritas karena sering ditangkap dan diburu manusia, bahkan semenjak masih berupa telur. Telurnya sering diburu untuk dijadikan bahan makanan. Cangkangnya yang unik dan menarik  dijadikan bahan baku dalam industri kerajinan.  Ditambah lagi dengan perusakan terhadap habitat pesisir penyu, maupun yang tertangkap secara tidak sengaja oleh para nelayan, sehingga jumlah mereka telah menurun drastis hingga di ambang kepunahan.

Oh iya teman-teman, Di Indonesia, semua jenis penyu dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang berarti perdagangan penyu dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya dilarang. Menurut UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,  pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. 

Wah ngeri yah hukumannya. Makanya kita jangan mengusik keberadaan penyu. Biar penyu sisik bisa hidup damai di lautan Indonesia. Cukup untuk dilihat dan dipelajari saja. Sampai jumpa.


Thursday, November 11, 2021

Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

November 11, 2021 0


Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

Hari ini kamis, 11 November saya menerima tamu. Ada kunjungan dari anak-anak PAUDQu AL-MUKARROMAH beserta guru dan wali muridnya. 

Mereka datang untuk belajar tentang metamorfosis kupu-kupu. Mulai dari fase telur, ulat, kepompong, sampai jadi kupu-kupu. Terakhir mereka praktek memindahkan ulat dari tanaman inang ke toples. Dan yang paling seru, tentu saja melepaskan kupu-kupu ke taman dalam atau ke alam bebas.

Taman Kupu-kupu Sukardi merupakan taman konservasi penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata. Sebagai taman ekologi, selain kupu-kupu juga ada binatang lain seperti bunglon, capung dan lain-lain. Taman ini juga memiliki keanekaragaman hayati dengan jumlah jenis tanaman mencapai 60 an tamanan. Tanaman terbagi atas dua kategori, yaitu tanaman inang dan tanaman nektar.

Fasilitas penunjang kegiatan ekowisata terdiri atas taman dalam, rumah kepompong, dan panel informasi. Ada juga gazebo untuk istirahat pengunjung. Taman ini juga dilengkapi area playground dengan instalasi permainan tradisional seperti engklek, egrang, batok, dan lain-lain. Cocok untuk anak-anak.

Demikianlah cerita hari kesepuluh #30harimenulismarathon. Sebagai tuan rumah, saya siap menerima anda yang ingin berkunjung ke sini. Baik sendiri-sendiri maupun berkelompok. Jika ingin tanya lebih lanjut dm saja.



Thursday, October 21, 2021

PENGALAMAN MEMBUAT EKOWISATA KUPU-KUPU DI KALA PANDEMI COVID-19

October 21, 2021 0
Kupu-kupu belerang baru keluar dari Kepompong instagram.com/tamankupu2sukardi


Kupu-kupu merupakan hewan yang memiliki warna sayap yang indah. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami metamorfosis. Indonesia memiliki keragaman kupu-kupu yang berlimpah. Diperkirakan 17.500 spesies kupu-kupu di dunia, tidak kurang dari 1.600 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia negara kedua pemilik kupu-kupu terbanyak di dunia. 50 persennya adalah kupu-kupu endemik yang hanya ada di Indonesia, ini merupakan kekayaan biodiversitas yang patut disyukuri.

Di tempat saya tinggal, tepatnya di kampung Gintung Kulon Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang banyak dijumpai kupu-kupu, karena dekat dengan sungai cirarab yang merupakan habitat alami dari kupu-kupu. Kehidupan kupu-kupu sendiri berkaitan erat dengan lingkungan, jika lingkungan rusak akan membuat populasi kupu-kupu dan keragamannya berkurang. Keberadaan kupu-kupu terkait erat dengan tanaman inang (foodplant), yaitu tanaman tempat ulat kupu-kupu menetas dan makan. Perlu dicatat bahwa berkurangnya kupu-kupu akan berpengaruh juga dengan berkurangnya keanekaragaman hayati, karena kupu-kupu adalah hewan penyerbuk tanaman (polinator) yang menjaga ekologi lingkungan.

Untuk mengurangi penyusutan kupu-kupu, saya tergerak untuk membuat sebuah konservasi kupu-kupu yang kemudian dibuka menjadi ekowisata. Taman ini diberi nama Taman Kupu-kupu Sukardi. Fasilitas penangkaran yang tersedia adalah rumah kepompong dan tanaman bunga. Taman bunga memiliki lebih dari 50 spesies tanaman yang berfungsi sebagai tanaman inang dan tanaman nektar (bunga untuk makanan kupu-kupu dewasa).


Manfaat dari adanya fasilitas penangkaran ini dari sisi edukasi dapat digunakan sebagai tempat pengamatan dan penelitian untuk mengetahui lebih rinci mengenai daur hidup dan perikehidupan berbagai spesies kupu-kupu. Dari sisi konservasi, pengetahuan mengenai kupu-kupu ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup kupu-kupu.


Penangkaran kupu-kupu ini dapat menjadi salah satu destinasi ekowisata di Desa Gintung Kec. Sukadiri Kabupaten Tangerang. Definisi Ekowisata Menurut The International Ecotourism Society Adalah Pariwisata Bertanggung Jawab yang dilakukan pada tempat-tempat alami, serta memberi kontribusi terhadap kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.


Aktivitas wisatawan pada ekowisata lebih berfokus pada pengamatan dan pemahaman mengenai alam dan budaya peda daerah yang dikunjungi. Kegiatan yang dilakukan dengan mendukung aktivitas pelestarian alam. Di Taman Kupu-kupu Sukardi berupa pengamatan daur hidup kupu-kupu dimulai dari Telur, Ulat, Kempompong, sampai jadi kupu-kupu dewasa. Serta informasi tanaman yang ada di dalam kompleks taman mulai dari deskripsi tanaman, manfaat tanaman, klasifikasi ilmiah, dan syarat tumbuh. Dimana pengunjung dapat mengetahui informasi tersebut dengan menscan QRcode yang terpasang di tanaman.

Segmentasi pasar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sektor Pariwisata. Sasaran pasar dari Taman kupu-kupu Sukardi yang paling potensial adalah anak-anak PAUD dan Sekolah Dasar dengan pelajaran IPA dengan tematik metamorfisis kupu-kupu. Lembaga Pendidikan adalah segmentasi utama. Selain Dari Lembaga Pendidikan, keluarga yang memiliki anak kecil dan masyarakat umum lainnya juga masuk dalam segmentasi pasar yang disasar.

Selain fasilitas penangkaran seperti taman bunga dan rumah kepompong, untuk menambah daya tarik pengunjung, khususnya anak-anak, kami membuat playground atau lapangan bermain yang ramah untuk anak-anak. Tidak hanya ramah anak, tapi juga ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah ban bekas dan disulap jadi wahana bermain anak. Ini berdasarkan pemikiran Reuse yaitu konsep menggunakan barang berulang kali alias memperlama penggunaan produk sebelum didaur ulang atau berakhir di TPA.

Ban bekas dipilih sebagai material utama karena tersedia di sekitar kami. Sebagiannya didapat dengan meminta kepada bengkel dan sebagian lagi dengan cara membeli. Ban bekas, jika diolah dengan terampil oleh tangan-tangan yang ahli dalam seni rupa dapat menjadi wahana bermain menarik. Setidaknya ada empat wahana playground berupa permainan tradisional yaitu, lempar gelang, halang rintang, tempat duduk hewan, dan lapangan engklek.

Bicara soal pendanaan, pembangunan taman sampai playground tidak menggunakan dana hibah dari pemerintah. Dana yang digunakan murni dari kantong pribadi dan donasi dari masyarakat. Untuk mendukung pembangunan playground, kami membuka donasi online lewat situs kitabisa.com. Detail ceritanya dapat anda baca di Mewujudkan Ide Membangun Playground dari Ban Bekas


PARIWISATA ADALAH BONUS

Bagi kami pariwisata adalah bonus dari upaya konservasi yang akan dilakukan. Dari pandangan pariwisata sebagai bonus, maka kami perlu memikirkan arus pendapatan lain, selain daripada tiket agar konservasi tetap sustainable. Terlebih di kondisi pandemi covid 19 yang akses masyarakat sangat dibatasi termasuk kami yang sering sekali menutup taman untuk pengunjung. Sehingga pendapatan dari tiket masuk sangat minim.

Salah satu arus pendapatan adalah dengan menjual bibit tanaman. Pendanaan lain seperti pengumpulan donasi online juga memungkinkan untuk dilakukan. Memonetisasi situs taman kupu-kupu dengan iklan juga menjadi opsi alternatif sebagai sumber pendapatan. Intinya adalah jangan terfokus hanya pada satu pendapatan yaitu seperti tiket masuk pengunjung.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengelola ekowisata di kala pandemi adalah mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung dari total kapasitas yang dapat ditampung. Sebagai pengelola harus dapat fleksibel mengikuti kebijakan yang sering berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi terkini sampai pandemi berakhir dan wisata dibuka bebas.

Demikianlah pengalaman yang dapat saya bagikan kepada Pembaca sekalian.


Tulisan pertama kali terbit di berandainspirasi.id

Saturday, January 9, 2021

Staycation di Taman Kupu-kupu

January 09, 2021 0


Pandemi covid 19 yang menyebabkan perekonomian merosot, berimbas juga pada sektor pariwisata. Turunnya pendapatan yang membuat banyak orang harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh atau ke luar negeri. Terlebih lagi ribetnya urusan administrasi untuk keluar daerah atau keluar negeri di kala pandemi.

Pariwisata saat ini bergeser ke arah staycation. Dalam Cambridge Dictionary, staycation diartikan sebagai liburan yang dilakukan di rumah atau masih dekat dengan rumah, dibandingkan dengan liburan ke tempat yang jauh.  Liburan ini tidak harus menetap dalam rumah, tetapi juga termasuk berjalan-jalan di sekitar area tempat tinggal.

Staycation menjadi pilihan yang realistis saat ini. Orang-orang ingin tetap liburan dan berpetualang, tapi tidak keluar banyak budget.

Khusus warga Tangerang, salah satu lokasi wisata yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk staycation. Yaitu Taman kupu-kupu Sukardi. Taman Kupu-kupu Sukardi sendiri merupakan taman penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata.

Di taman ini Kita bisa belajar mengenai daur hidup kehidupan kupu-kupu, atau yang lebih familiar kita dengar sebagai metamorfosis kupu-kupu. Mulai dari telur, ulat, kepompong, sampai menjadi kupu-kupu. Sangat cocok untuk keluarga. 

Bangunan penangkaran kupu-kupu terdiri dari dua bangunan utama, yaitu ruang Kepompong Dan taman penangkaran, kedua ruangan ini dihubungkan dengan lorong. Pada ruang Kepompong kita bisa melihat ulat dan kepompong kupu-kupu yang disimpan pada toples, selain itu di ruangan ini juga terdapat panel informasi mengenai kupu-kupu. Bangunan kedua adalah taman penangkaran tempat kupu-kupu terbang bebas dan hinggap di tanaman bunga, ada puluhan jenis tanaman yang tumbuh di taman ini, bagian belakang berisi pohon-pohon inang kupu-kupu, bagian belakang ini kita bisa melihat kupu-kupu bertelur dan ulat.

Jadi buat kamu-kamu yang masih bingung atau belum menentukan pilihan mau kemana liburan tahun baru ini, kamu bisa mampir ke taman kupu-kupu ini mumpung masih gratis sampai bulan Januari.