![]() |
| Sampah plastik bekas travelling |
Sunday, October 31, 2021
Mitigasi Perubahan Iklim lewat Ecobrick
Friday, October 1, 2021
Ekonomi Sirkular Dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Konsep Ekonomi Sirkular
Pemikiran dalam Circular Economy
1. Cradle to Cradle
- Tidak ada konsep sampah
- Menggunakan energi baru dan terbarukan
- Merespek alam seperti merespek manusia
2. Performance Economy.
- Meningkatkan Jangka Waktu Produk
- Produk Jangka Panjang
- Rekondisi Aktivitas
- Pencegah Sampah
3. Biomimicry (Terinspirasi oleh Alam)
- Alam sebagai model: Mempelajari model alam dan meniru bentuk, proses, sistem, dan strategi ini untuk memecahkan masalah manusia.
- Alam sebagai ukuran: Gunakan standar ekologi untuk menilai keberlanjutan inovasi manusia.
- Alam sebagai mentor: Melihat dan menghargai alam bukan berdasarkan apa yang dapat kita ekstrak dari alam, tetapi apa yang dapat kita pelajari darinya.
4. Industrial Ecology
- Limbah berfungsi sebagai masukan, sehingga menghilangkan gagasan tentang produk sampingan yang tidak diinginkan.
- Ekologi industri mengadopsi sudut pandang sistemik, merancang proses produksi sesuai dengan batasan ekologi lokal sambil melihat dampak globalnya sejak awal, dan berusaha membentuknya agar berjalan sedekat mungkin dengan sistem kehidupan.
5. Natural Capitalism
- Meningkatkan produktivitas sumber daya alam secara radikal - Melalui perubahan radikal pada desain, produksi, dan teknologi, sumber daya alam dapat bertahan lebih lama dari yang ada saat ini. Penghematan biaya, investasi modal, dan waktu yang dihasilkan akan membantu penerapan prinsip-prinsip lainnya.
- Pergeseran ke model dan bahan produksi yang diilhami secara biologis - Kapitalisme alam berusaha untuk menghilangkan konsep limbah dengan memodelkan sistem produksi loop tertutup pada desain alam di mana setiap keluaran dikembalikan tanpa membahayakan ekosistem sebagai nutrisi, atau menjadi masukan untuk proses manufaktur lainnya.
- Pindah ke model bisnis "layanan-dan-aliran" - Memberikan nilai sebagai aliran layanan yang berkelanjutan daripada model penjualan barang tradisional menyelaraskan kepentingan penyedia dan pelanggan dengan cara yang menghargai produktivitas sumber daya.
- Investasi kembali dalam modal alam - Seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia dan tekanan terhadap modal alam, kebutuhan untuk memulihkan dan meregenerasi sumber daya alam semakin meningkat.
Manfaat Circular Economy
Manfaat Ketersediaan Sumber daya:
Manfaat Lingkungan:
Manfaat Ekonomi:
Manfaat Sosial:
Kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR)
Manfaat dari EPR:
- Mengurangi jumlah timbulan sampah pada TPA
- Mengurangi beban finansial dan fisik dari pemerintah daerah untuk manajemen sampah
- EPR berfokus untuk clean production sehingga sampah yang dihasilkan tidak lebih berbahaya dari sebelumnya
- Memberikan kompetisi kepada produsen untuk menghasilkan produk yang lebih tahan lama.
Ekonomi Sirkular Bank Sampah
Tantangan Bank Sampah
- Partisipasi rendah
- Keuntungan sedikit
- Kompetisi dengan pihak swasta
- Tidak mudah untuk dilaksanakan
Wednesday, September 29, 2021
Aspek Finansial Pengelolaan Sampah
![]() |
| Bank sampah |
Biaya Pengelolaan Sampah
- Biaya investasi. Biaya ini meliputi: Persiapan Proyek, Biaya Tanah, dan Biaya Alat dan Konstruksi
- Biaya operasional dan pemeliharaan. Biaya ini meliputi: Biaya Tenaga Kerja, Biaya Bahan Bakar, Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan.
- Pemerintah Pusat
- Pemerintah Daerah
- Donor
- Sektor Privat
- Lembaga Internasional
- Pemerintah daerah sebagai pemegang otoritas pengelolaan sampah tidak memiliki pendanaan yang cukup
- Banyak kota kesulitan untuk mendapatkan pinjaman untuk pengelolaan sampah
- Ketersediaan donor untuk permasalahan sampah hanya sedikit dan terbatas untuk negara berkembang
- Kondisi ekonomi membuat pembiayaan privat sulit untuk memberikan pembiayaan
- Kesehatan Publik: Permasalahan pernafasan, keracunan sampah, penyakit seperti diare atau gastoenteritis.
- Polusi Lingkungan: Efek gas rumah kaca, kontaminasi air, udara dan tanah, dan kehilangan biodiversitas.
Aspek Pendapatan dalam Pengelolaan Sampah
- Daur Ulang. Pendapatan dari bahan daur ulang sangat bergantung kepada kualitas sampah yang diproses.
- Kompos. Hasil kompos hanya dapat untuk mengembalikan maksimal 40% dari biaya yang di keluarkan.
- Energi. Sampah menjadi energi memerlukan berbagai kebijakan untuk mendukungnya agar dapat menghasilkan.
- Pengumpulan. Sarana untuk mendapatkan pendapatan sebagai pemulihan biaya dari proses koleksi dimulai dari pajak properti, pembayaran utilitas, rate, atau program Pay as you throw. Sebagai catatan: Penting untuk operator untuk menentukan yang jumlah yang harus dibayar oleh rumah tangga agar dapat terjangkau.
- Pembuangan. Salah satu sarana dari proses pembuangan adalah melalui pajak tanah. Penentuan pajak harus berdasarkan kemapuan masyarakat. Pengenaan pajak terhadap kategori sampah yang berbeda juga bisa jadi solusi. Selain itu, melalui Tipping fee (biaya layanan pengolahan sampah). Tipping fee dapat membuat tingkat daur ulang semakin tinggi dan WTE menjadi masif.
- Lainnya. Pendapatan dapat melalui subsidi atau melalui pembiayaan.
Tantangan Industri Daur Ulang
Alternatif Pembiayaan dalam Pengelolaan Sampah
- Public-Private Partnership (PPP)
- Result/Output Base
- Obligasi Berwawasan Lingkungan (Green Bond)
- Climate atau Carbon Finance
- Micro Finance
Sunday, September 26, 2021
Konsep sampah dan Hirarki Pengolahan Sampah
![]() |
| Tumpukan sampah meluber di TPS Buaran Jati Tangerang |
Sampah merupakan permasalahan yang cukup rumit di Indonesia. Banyaknya tumpukan sampah di tepi jalan merupakan pemandangan yang dapat ditemukan di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu sampah juga menyebabkan polusi lingkungan sekitar. Penanggulangan sampah berkelanjutan merupakan suatu keharusan agar sampah berkurang dan mengurangi polusi lingkungan.
Tulisan Berikut merupakan resume dari kelas online Pengelolaan Sampah Berkelanjutan yang saya ikuti dengan penyelenggaranya adalah SDG Academy Indonesia.
A. Konsep sampah
Sampah merupakan barang-barang yang sudah tidak diinginkan dan tidak digunakan lagi, atau barang-barang sisa dari sebuah aktivitas manusia. (World Bank, 2018)
Klasifikasi Sampah di Indonesia
Berdasarkan Undang-Undang No 18 Tahun 2008 & Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 sampah di Indonesia dibagi kedalam tiga kelas, yaitu:
- Sampah rumah tangga adalah sampah yang bersal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.
- Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari Kawasan komersial, Kawasan industri, Kawasan khusus, fasilitas sosial dan fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.
- Sampah Spesifik adalah sampah yang secara sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Sampah Spesifik yang dimaksud adalah:
1. Sampah yang Mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
2. Sampah yang Mengandung Limbah B
3. Sampah yang Timbul Akibat Bencana
4. Puing Bongkaran Bangunan
5. Sampah yang Secara Teknologi Belum Dapat Diolah; dan/atau
6. Sampah yang Timbul Secara Tidak Periodik.
Komposisi Sampah Perkotaan Indonesia
Jenis sampah apa saja sih yang terdapat di perkotaan? Dapat lihat data UNEP (2017) berikut:
- Makanan dan Organik, 60%
- Plastik, 14%
- Kertas, 9%
- Karet, 5.50%
- Besi, 4.30%
- Tekstile, 3.50%
- Lainnya, 2.40%
- Kaca, 1.70%
Sampah Makanan di Indonesia
Sampah makanan di Indonesia merupakan penyumbang sampah terbesar dengan persentase 60%. Sampah makanan sendiri bisa dibedakan menjadi dua yaitu food loss dan food waste.
Food loss timbul dari proses produksi dan pengolahan sebelum bahan makanan sampai didistribusi ritel. Sementara food waste adalah makanan yang hilang atau terbuang atau tidak layak makan pada tingkat ritel, jasa penyedia makanan, dan konsumen. Secara sederhana dapat disebut jika food loss adalah makanan yang terbuang sebelum diolah (masih bahan mentah), sedangkan food waste adalah makanan yang terbuang setelah diolah (makanan jadi) .
Economist Intelligence Unit memaparkan fakta tentang sampah makanan di Indonesia sebagai berikut:
- Sampah Makanan di Indonesia merupakan sampah yang paling dominan hingga mencapai 60% dari komposisi sampah.
- Indonesia menempati urutan 2 sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar dengan estimasi 400 Kg/tahun/orang.
- Proses distribusi makanan di Indonesia juga menghasilkan sampah yang tinggi.
Dampak buruk Sampah
Jumlah kebocoran sampah plastik menuju laut diprediksi sekitar 1,29 juta ton/tahun. Sementara, tingkat kebocoran sampah plastik ke perairan sungai hingga laut diprediksi lebih dari 70 persen jumlah timbulan. (Bappenas, 2019)
Dampak pengelolaan sampah yang tidak baik adalah sebagai berikut:
Lingkungan
- Polusi air, udara, dan tanah
- Kelangsungan mahluk hidup terancam
Ekonomi
- Menurunkan harga tanah sekitar tempat sampah
- Menghambat produktivitas
Kesehatan
- Munculnya penyakit pernafasan hingga epidemi
Komunitas
- Kualitas hidup yang menurun
B. Hirarki Pengolahan Sampah
Hirarki Proses pengelolaan sampah dapat dibagi dalam beberapa tahapan.
- Tahap pertama, Reduce yakni usaha mengurangi jumlah sampah. Contoh kegiatannya adalah berbelanja di swalayan dengan membawa tas belanja sendiri
- Kedua, Reuse yaitu konsep menggunakan barang berulang kali. Contoh menggunakan botol plastik bekas untuk menggantikan pot tanaman.
- Ketiga, Recycle yakni sebuah ide untuk mengubah sampah menjadi material baru. Contohnya menggunakan sampah kertas untuk membuat kertas daur ulang baru.
- Keempat, Recovery yaitu konsep mengubah sampah menjadi energi yang dapat digunakan kembali. Contohnya adalah pembuatan kompos atau PLTSa
- Disposal yakni barang yang tidak lagi digunakan dan dibuang. Contohnya adalah sampah di TPA.
Rantai pengelolaan sampah
Rantai pengelolaan sampah berkelanjutan, dimulai dari proses munculnya sampah, pengumpulan, pengangkutan, pemindahan, tindakan, serta pemrosesan. Setiap negara memiliki prosedur tersendiri dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
1. Pemisahan Sampah
Pemisahan sampah adalah kunci agar pengelolaan sampah berjalan dengan baik. Pemilahan di Indonesia dibagi kedalam 5 kategori:
- sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun;
- sampah yang mudah terurai;
- sampah yang dapat digunakan kembali;
- sampah yang dapat didaur ulang; dan
- sampah lainnya.
Pemisahan sampah juga berbeda di setiap negara. Contoh Jerman membagi menjadi 7 jenis, Korea Selatan menjadi 4 jenis dan Jepang menjadi 38 jenis.
2. Pengumpulan Sampah
Pengumpulan sampah dilakukan agar tidak terjadi penumpukan sampah di tempat yang tidak seharusnya. Pengumpulan sampah merupakan kegiatan membawa sampah dari sumber sampah menuju tempat penampungan sementara (TPS) atau tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R (TPS 3R).
3. Pengangkutan
Kegiatan membawa sampah dari sumber atau TPS menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) atau tempat pemrosesan akhir dengan menggunakan kendaaran bermotor yang didesain untuk mengangkut sampah.
4. Pengolahan Sampah
Pengolahan merupakan kegiatan untuk mengubah karakteristik, komposisi, dan/atau jumlah sampah.
Menurut Permen PUPR No.3 tahun 2013 tentang operasional pengelolaan sampah, pengolahan sampah meliputi:
- Pemadatan. Proses untuk mengurangi timbulan sampah dengan mengubah volume sampah itu sendiri.
- Daur Ulang Kompos. Proses Kompos adalah proses untuk merubah sampah yang memiliki kandungan alam yang tinggi seperti sampah makanan, tanaman, atau agrikultur untuk dirubah menjadi pupuk untuk bercocok tanam. Keuntungan: Mengurangi volume sampah organik hingga 90%, Produk kompos dapat menghasilkan keuntungan. Kekurangan: Membutuhkan kontrol terkait input sampah dan pengelolaan limbah, Membutuhkan lahan yang besar dan bergantung pada iklim.
- Energi. Waste to Energy (Sampah Menjadi Energi) merupakan proses merubah sampah menjadi energi seperti listrik atau energi panas.
Dalam mengolah sampah ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan:
- Karakteristik Sampah
- Teknologi pengolahan yang ramah lingkungan
- Keselamatan kerja
- Kondisi sosial masyarakat
Kunci dalam memberikan Tindakan terhadap sampah adalah pemisahan sampah.
5. Pemrosesan Akhir
- Metode Lahan Urug Terkendali. Metode ini merupakan metode menimbun sampah dengan tanah secara berkala untuk mengurangi dampak lingkungannya.
- Metode Lahan Urug Saniter. Metode ini merupakan metode dengan memperhatikan aspek sanitasi lingkungan. Sehingga setiap hari akhir operasi sampah akan ditimbun dan dipadatkan sebelum ditimbun dengan tanah.
Saturday, November 28, 2020
Seandainya Saya Jadi Pemimpin, Wajib Bagi Siswa Tanam Pohon Kalau Mau Lulus
Seandainya saya menjadi pemimpin, ada satu kebijakan yang ingin saya golkan. Sebuah peraturan yang mewajibkan siswa sekolah menengah yang akan lulus untuk menanam minimal satu bibit pohon sebagai syarat kelulusan. Serius, seandainya saya jadi pemimpin, wajib bagi siswa tanam pohon kalau mau lulus!. Gagasan ini saya ambil sebagai dampak dari perubahan iklim yang mengakibatkan bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Gagasan untuk membuat peraturan Seperti di atas, tercetus pertama kali ketika saya terjuan menjadi relawan banjir bandang di Kabupaten Lebak. Saat itu saya melihat bagaimana luar biasanya bencana yang diakibatkan oleh kerusakan hutan. Banyak kampung yang hancur dan areal pertanian yang rusak parah akibat banjir bandang.
![]() |
| Areal Persawahan yang rusak akibat banjir bandang. Lokasi Kec. Sajira Kab. Lebak (Dokumentasi pribadi) |
Perlu kita pahami bersama bahwa perubahan iklim mengakibatkan curah hujan dan peralihan musim yang tidak lagi bisa diprediksi. Banjir Bandang awal tahun 2020 adalah contohnya. Menurut analisis data BMKG, seperti yang dilansir kompas.com, banjir Bandang disebabkan oleh cuaca ekstrem yang lebih parah dibanding banjir pada 2015 dan 2017. Cuaca Ekstrem yang terjadi saat itu disebabkan oleh perubahan iklim.
Menanam kembali hutan-hutan yang sudah gundul dapat menjadi solusi mencegah banjir bandang dan longsor akibat perubahan iklim. Selain itu, menanam pohon juga dapat menampung air hujan. Sehingga ketersediaan air di hulu maupun sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dapat dijaga, khususnya saat kemarau panjang.
Gagasan Peraturan Menanam Pohon
Saya sudah membahas latar belakang atau alasan kenapa punya gagasan untuk melahirkan peraturan yang mewajibkan menanam pohon bagi siswa sekolah menengah yang mau lulus. Kali ini kita akan membedah ide besar dari gagasan ini.
Dipilihnya siswa sekolah menengah baik pertama ataupun atas, karena mereka sudah lebih paham tentang perubahan iklim dibandingkan dengan anak-anak sekolah dasar. Sehingga mereka diharapkan akan memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan. Gagasan kebijakan ini juga adalah untuk mendorong peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan dan mencegah dampak buruk perubahan iklim.
Saya mengusulkan sistem Zonasi pada peraturan yang digagas. Zonasi penanaman pohon dibagi menjadi 3 zona. Zona pertama adalah pegunungan dan hutan, Zona kedua adalah pesisir pantai, sedangkan zona ketiga adalah zona perkotaan. Kegiatan penanaman dan jenis tanaman bisa disesuaikan dengan zona dimana sekolah berada. Misalkan, untuk sekolah yang berada dekat dengan pesisir pantai para siswa diarahkan untuk menanam bakau, zona pekotaan dapat menanam di areal DAS atau trotoar jalan, Zona pegunungan areal lahan kritis.
Jenis tanaman yang akan ditanam adalah tanaman keras. Untuk varietas tanaman sendiri dibebaskan sesuai zonasi. Tinggi minimal bibit pohon adalah 50 cm. Satu orang siswa wajib menanam satu pohon, yang pelaksanaannya diatur sekolah masing-masing sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Sebagai bentuk apresiasi telah ikut menanam pohon, siswa diberikan sertifikat sebagai syarat kelulusan sekolahnya.
Demikianlah gagasan saya Seandainya saya menjadi seorang pemimpin. Entah kapan tahu mimpi ini bisa diwujudkan menjadi sebuah peraturan yang mengikat. Akan tetapi meskipun Saat ini saya bukanlah seorang pemimpin, saya tetap merintis jalan untuk mengajak generasi muda menanam pohon.
Bulan November tahun ini, untuk memperingati hari menanam pohon Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 November, saya sudah menyiapkan bibit tanaman gratis. Kurang lebih 100 bibit tanaman sudah berhasil saya sediakan. 25 batang saya serahkan kepada karang taruna Desa Gintung sebagai peran generasi muda mencegah perubahan iklim. Sisanya saya bagikan kepada pengunjung Taman kupu-kupu Sukardi.
Terakhir sebagai penutup Tulisan ini saya teringat sebuah pesan,
"Jika panas mengganggu, tanamlah pohon. Jika air mengganggu, tanamlah pohon. Dan jika Anda menyukai kehidupan, tanamlah banyak pohon."














