Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Showing posts with label Urban Farming. Show all posts
Showing posts with label Urban Farming. Show all posts

Sunday, January 7, 2024

Bayam Brazil, sayuran favorit urban farming

January 07, 2024 0

Salah satu tanaman yang menjadi favorit saya untuk ditanam sebagai bagian dari misi From ornamental to Edible Plant adalah bayam brazil. Bayam Brazil (Alternanthera sissoo) merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan telah lama dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Potensi bayam Brazil sebagai sumber pangan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

Kandungan gizi yang tinggi

Bayam Brazil merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik. Dalam 100 gram bayam Brazil, terkandung:

Vitamin A: 7-8 mg

Vitamin C: 60-120 mg

Vitamin E: 1,2 mg

Vitamin K: 160 mcg

Zat besi: 4-9 mg

Kalsium: 300-450 mg

Fosfor: 100-150 mg

Magnesium: 40-60 mg

Kalium: 250-350 mg

Kandungan gizi yang tinggi ini menjadikan bayam Brazil sebagai sumber pangan yang bermanfaat untuk kesehatan. Bayam Brazil dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh, terutama bagi orang-orang yang memiliki pola makan yang tidak seimbang.

Mudah dibudidayakan

Bayam Brazil merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Bayam Brazil juga dapat dibudidayakan di lahan sempit, seperti pekarangan rumah.

Budidaya bayam Brazil dapat dilakukan dengan cara menyemai biji atau stek. Biji bayam Brazil dapat ditanam langsung di lahan atau di persemaian terlebih dahulu. Stek bayam Brazil dapat diperoleh dari tanaman yang sudah berumur 2-3 bulan.

Saya sendiri lebih memilih cara stek untuk memperbanyak tanaman bayam brazil. Biasanya ketika akan dimasak, batangnya sengaja dipisah dari daun. Daunnya dimasak, sementara batangnya langsung ditancapkan ke dalam pot. Batang yang sudah ditancapkan ke dalam pot, tinggal disiram dan simpan ditempat teduh.  Dua sampai tiga hari akan muncul daun dan akar. 

Memiliki nilai estetika

Bayam Brazil memiliki bentuk daun yang indah dan berbentuk hati. Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.


Berdasarkan potensi-potensi tersebut, bayam Brazil dapat menjadi salah satu alternatif sumber pangan yang dapat dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini dapat dibudidayakan oleh masyarakat secara luas, baik di lahan pertanian maupun di pekarangan rumah.

Contoh Olahan Bayam Brazil

Beberapa contoh olahan bayam Brazil yang dapat dikonsumsi, antara lain: 

  • Bakwan bayam brazil adalah salah satu olahan bayam brazil yang paling populer. Olahan ini dibuat dengan mencampurkan bayam brazil, kol, wortel, tepung bakwan, dan telur. Bakwan bayam brazil memiliki tekstur yang renyah dan gurih.
  • Rolade tahu bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang terbuat dari tahu, bayam brazil, dan telur. Olahan ini memiliki tekstur yang lembut dan gurih.
  • Tumis bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang paling sederhana. Olahan ini dibuat dengan menumis bayam brazil dengan bawang merah, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya. Tumis bayam brazil memiliki rasa yang segar dan gurih.
  • Bobor bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang berkuah. Olahan ini dibuat dengan memasak bayam brazil dalam kuah santan yang gurih. Bobor bayam brazil memiliki rasa yang kaya dan nikmat.

Selain itu, bayam brazil juga dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan lainnya, seperti sup bayam brazil, semur bayam brazil, dan sambal bayam brazil.

Cara Menanam Bayam Brazil

Menanam bayam Brazil  itu gampang! Berikut langkah-langkah dasar menanam bayam brazil:

Persiapan:

  • Media tanam: Siapkan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Anda bisa menggunakan pot, polybag, atau langsung menanam di tanah.
  • Benih: Benih bayam brazil bisa dibeli di toko pertanian atau online. Anda juga bisa menggunakan batang bayam brazil yang cukup tua untuk stek.

Penanaman:

  • Benih: Taburkan 2-3 biji benih bayam brazil pada media tanam sedalam sekitar 0,5 cm. Jaga kelembaban media tanam dengan penyiraman rutin.
  • Stek: Potong batang bayam brazil sekitar 10-15 cm dengan 3-4 ruas daun. Tanamkan batang stek pada media tanam sedalam sekitar 5 cm. Siram secukupnya dan jaga kelembaban.

Pemeliharaan:

  • Penyiraman: Siram bayam brazil secara rutin, terutama saat cuaca panas. Pastikan media tanam tidak terlalu basah atau kering.
  • Pemupukan: Berikan pupuk organik cair secukupnya setiap 2-3 minggu sekali.
  • Penyiangan: Singkirkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bayam brazil agar tidak mengganggu pertumbuhannya.
  • Pemanenan: Panen daun bayam brazil bisa dilakukan setelah sekitar 4-6 minggu tanam. Petik daun terluar yang sudah cukup besar, sisakan beberapa daun muda untuk pertumbuhan selanjutnya.

Tips tambahan:

  • Bayam brazil menyukai sinar matahari penuh, namun bisa juga ditanam di tempat teduh sebagian.
  • Bayam brazil termasuk tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit.
  • Bayam brazil dapat dipanen berkali-kali selama masa hidupnya, cukup dengan merawatnya dengan baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, Anda bisa menikmati panen bayam brazil yang segar dan bergizi untuk kebutuhan dapur Anda. Selamat mencoba!

Saturday, July 29, 2023

Panen umbi jalar sagede kepala di halaman rumah

July 29, 2023 0

Foto ini adalah hasil panen hari ini dari satu rumpun tanaman umbi jalar. Salah satu hasil dari peralihan tanaman hias ke tanaman pangan (dahulu saya pernah menulis panjang kali lebar aksi ini dengan judul From ornamental to Edible Plant: Mitigasi Perubahan Iklim bidang pangan) adalah memulai menanam umbi jalar sejak tahun lalu. Mulanya di pot galon bekas.  Lalu sebagian di tanah. 



Umbinya menjadi umbi terbesar yang pernah saya panen. Sebesar kepala manusia. Bisa jadi karena usia tanamnya yang sudah lebih dari 3 bulan. Di tanam di tanah yang banyak humusnya pula. 

Hasil panen kali ini dijadikan makanan tradisional gegado. Gegado ini adalah irisan umbi yang dicampur adonan terigu. Cara buatnya mirip bakwan. Teksturnya menyerap sambal dan cuka. Rasanya nikmat jika dicelup ke dalam. Cuka mpek-mpek. Makanya dibuat gegado mumpung masih ada stok cuka di rumah. 

Pada akhirnya, kita bisa makan dari apa yang kita tanam. Menurut mbak @britaniasari Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah bisa menanam apa yang kita makan. Menanam tanaman pangan itu, ikut juga menjaga ketahanan pangan keluarga, dan keamanan dompet tentunya.


Sekian, selamat makan!

Monday, February 20, 2023

Pacar Air, bunga pemakaman yang nikmat diseduh jadi teh

February 20, 2023 0

Tanaman pacar air merupakan salah satu tanaman hias  yang cukup mudah dibudidayakan. Sering menjadi tanaman hias di pekarangan atau di area pemakaman. Warna bunganya yang memiliki banyak varian warna, sangat cantik saat mekar. Bunga tanaman ini sangat familiar sebagai bunga setaman untuk ditabur di pusara, karena bunga ini sering dijual sebagai bunga tabur untuk makam.

Tanaman pacar air sangat disukai lebah dan serangga lain yang membantu penyerbukannya. Saya menanam tanaman ini sebagai salah satu sumber nektar bagi kupu-kupu. 

Saya sering memanfaatkan bunga dari tanaman pacar air untuk diminum jadi teh. Rasanya cukup segar dan tanpa aroma sayuran bila dibangdingkan dengan teh dari bunga telang. Warnanya juga merah seperti bunga rosella.

Tanaman Pacar air memiliki berbagai khasiat kesahatan loh. Bunganya digunakan untuk mengatasi terlambat haid, dan bengkak akibat terpukul (hematoma). Daunnya digunakan untuk mengatasi keputihan (leukorea), dan nyeri haid.

Tanaman pacar air dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Habitatnya pada daerah tropis namun tidak dapat hidup pada daerah yang kering. Juga kurang cocok jika ditanam pada pot, namun tumbuh subur pada tanah dekat saluran air.

Cara mengembangbiakkan tumbuhan ini adalah dengan menyebar biji benihnya atau dengan cara meletupkan buahnya. Bibit jika terkena air yang cukup akan berkembang biak dengan sendirinya. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai tanaman ini kekeringan, karena akan akan menyebabkan tanaman layu dan mati.




Monday, November 14, 2022

Melihat bunga bangkai mekar sempurna setelah 14 bulan di tanam

November 14, 2022 0

Bunga bangkai! Waktu yang lama untuk bisa mekar sempurna dan waktu yang singkat saat mekar membuat tanaman ini cukup langka. Atas dasar pemikiran tersebut saya membeli tanaman Amorphopallus Paeoniifolius atau familiar dengan sebutan suweg. Tanaman ini adalah tanaman yang masuk ke genus tanaman bunga bangkai, namun bukan yang dilindungi dan bibitnya mudah didapat. 


Dari berbagai literatur disebut kalau Amorphophallus paeoniifolius adalah tanaman anggota genus Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan iles-iles (A. muelleri). Bunga tanaman ini adalah salah satu bunga paling bau di dunia. Bau busuk hanya bertahan beberapa jam setelah bunga mekar, tetapi membuat siapa pun enggan mendekatinya karena aromanya sangat mengganggu. Bau busuk tersebut membuat orang menjulukinya sebagai bunga bangkai.


Harapan saya adalah saat mekar akan mengundang banyak orang untuk berkunjung ke Taman Kupu-kupu Sukardi. Namun ditunggu tak kunjung berbunga juga. Setahun lebih ditunggu belum juga berbunga. Sampai di bulan 23 Oktober 2022 ada tunas yang mirip bunga muncul. 


Akhirnya penantian 14 belas bulan tersampaikan jua. Rasa antusias untuk pertama kalinya akan melihat bunga bangkai mekar dengan mata sendiri. Setiap hari saya membuat dokumentasi pertumbuhan bunga bangkai ini.


Setelah 10 hari menunggu, akhirnya bunga bangkai mekar sempurna. Baunya mirip bangkai tikus. Paling menyengat pas malam hari. Kayak berasap dan ada cairan di tongkol bunganya.


Sesuai harapan ada dua sekolah PAUD yang berkunjung melihat bunga bangkai ini. Selain tentunya belajar tentang metamorfosis kupu-kupu. 


Untuk dokumentasi pertumbuhan bunga bangkai yang saya tanam ini bisa lihat pada video berikut ini:





Saturday, September 17, 2022

Mengenal Bunga Lolipop

September 17, 2022 0




Deskripsi Bunga lolipop

Pachystachys lutea yang dikenal dengan nama umum tanaman Lolipop, Bunga Lilin, Golden Shrimp Plant, Golden Candle merupakan tanaman bunga yang berasal dari Peru dan sangat rajin berbunga.. tanaman Lolipop merupakan semak cemara bertangkai lunak subtropis dengan tinggi antara 36 dan 48 inci (90 dan 120 cm). Batangnya bulat, beruas-ruas, kasar, dan berwarna hijau kecoklatan. Daunnya tunggal, bersilangan berhadapan, tidak bertangkai. Helaian daun berbentuk lanset, ujung dan pangkalnya meruncing. Daun berwarna hijau dengan permukaan daun kasar, panjang daun 5-15 cm dan pertulangan menyirip.

Bunga dari Tanaman Lolipop ini merupakan bunga majemuk yang keluar di ujung batang atau cabang. Bentuk bunga bulir dengan seludang bunga berbentuk oval dan ujung meruncing. Bunga tersusun seperti bongkol, dengan ukuran bervariasi dan berwarna kuning. Kelopak bunga berlepasan, bentuk jarum, panjang 1-1,5 cm, dan berwarna kuning. Benang sari 2 dengan kepala sari berbentuk panah dan berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk paruh, ujung bercangap 2, asimetris, panjang 3-8 cm, halus, dan berwarna putih.

Manfaat Bunga lolipop

1. Melawan sel-sel kanker

2. Detoks tubuh agar menyingkirkan racun di dalam tubuh 

3. Menurunkan tekanan darah tinggi

4. Obat diare

5. Obat cacing

Habitat Bunga lolipop adalah tanaman lanskap populer di daerah tropis dan subtropis di  dunia. Tanaman Lolipop menyukai tanah yang gembur dan subur dengan penyinaran bawah sinar matahari penuh. Tumbuh baik pada ketinggian 10-1500 meter diatas permukaan laut.

Klasifikasi Ilmiah Bunga lolipop

Kerajaan : Plantae

Divisi :  Magnoliophyta

Kelas :  Magnoliopsida

Ordo : Scrophulariales

Famili :  Acanthaceae

Genus :  pachystachy

Spesies: Pachysachys Lutea 


Wednesday, September 7, 2022

Kulit telur sebagai pupuk organik

September 07, 2022 0

Belakangan ini saya memiliki banyak limbah kulit telur. Kulit telur ini hasil dari produksi empek-empek yang dibuat oleh orang tua saya. Melihat limbah kulit telur ini saya kepikiran, bagaimana cara mengolahnya agar tidak berakhir menjadi tumpukan sampah?



Akhirnya setelah mengulik informasi tentang kandungan dari kulit telur dan bagaimana pemanfaatannya untuk tanaman. Nah mendapatkan referensi untuk menjadikan cangkang atau kulit telur tersebut sebagai campuran pupuk tanaman.

Perlu teman-teman ketahui bahwa kulit telur terdiri dari berbagai bahan penyusunnya. Bahan-bahan organik yang membentuk cangkang telur terdiri dari kalsium (Ca), magnesium (Mg), fosfor (P). Bahan-bahan tersebut terdapat dalam bentuk persenyawaan garam-garaman. Bahan-bahan organik yang terkandung didalam cangkang telur dapat dijadikan sebagai pupuk organik pada tanaman.

Menurut American Society of Plant Biologists, Kalsium yang ditemukan dalam cangkang telur, sangat penting untuk semua bentuk kehidupan tanaman dan merupakan pengatur pertumbuhan dan perkembangan yang penting. Kalsium berperan penting untuk membangun "tulang" yang sehat pada sel tanaman. Selain itu, cangkang telur juga mengandung kalsium karbonat yang baik sebagai mineral untuk tanah.

Manfaat kulit telur untuk tanaman

Berikut ini 5 manfaat kulit telur untuk tanaman seperti yang dilansir situs KOMPAS.com,

 1. Menjadi pupuk Dilansir the Spruce, cangkang telur dapat berperan sebagai pupuk alami untuk mencegah pembusukan ujung bunga pada tanaman tomat, paprika, hingga terong. Tanaman akan menyerap kalsium dari kulit telur sehingga dapat tumbuh sehat dan subur. Supaya lebih maksimal, taburkan kulit telur ke setiap lubang sebelum ditanam. Kemudian, taburkan cangkang tambahan di sekitar pangkal tanaman setiap dua minggu sekali. 

2. Mencegah hama Manfaat cangkang telur lainnya adalah mencegah tanaman terserang hama seperti siput maupun cacing yang dapat menimbulkan kerusakan fatal. Caranya, hancurkan cangkang telur yang telah dibersihkan, kemudian taburkan di sekitar tanaman. Dengan begitu, hama tidak akan kembali datang. 

3. Mencegah kucing berkeliaran di sekitar tanaman Bukan hanya berkeliaran, kucing seringkali buang air di pot tanaman. Cegah hal tersebut dengan menaburkan cangkang kulit telur di sekitar tanaman yang sering didatangi kucing. Selain tidak menyukai kulit telur, kucing juga merasa tidak nyaman jika menginjak atau tersentuh kulit telur. 

4. Menjadi kompos Cangkang telur juga dapat mencukupi kebutuhan kalsium pada tanaman. Kulit telur juga dapat menjaga tingkat kestabilan pH kompos. 

5. Pot bibit Cangkang telur juga bisa dimanfaatkan sebagai pot untuk menanam bibit, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pot. Siapkan setengah cangkang kulit telur dan isi dengan sedikit tanah. Kemudian masukkan bibit dan siram dengan sedikit air.

Pengolahan kulit telur menjadi pupuk

Pengolahan kulit telur menjadi pupuk itu tidaklah sulit. Limbah kulit telur yang sudah terkumpul tinggal dihancurkan menjadi lebih kecil dengan palu. Setelah kulit telur hancur dan menjadi lebih kecil, kulit telur ini kemudian disiram dan dibersihkan menggunakan air, pembersihan ini dilakukan untuk menghilangkan lendir atau cairan yang ada pada kulit telur,  kalau tidak di beras bersihkan dikhawatirkan mengundang hewan pengerat seperti tikus. Kulit telur yang telah dicuci, kemudian dikeringkan agar airnya tidak ada. Setelah itu, kulit telur bisa langsung ditabur pada pot tanaman.



Mudah bukan?

Sekarang sudah tahu kan manfaatnya kulit telur untuk tanaman. Jadi kalau punya kulit telur sisa limbah dapur jangan langsung dibuang ya! Kulit telur dapat kita olah menjadi pupuk bagi tanaman yang kita tanam.

Sekian cerita kali ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Friday, August 26, 2022

Nona Makan Sirih, tanamah hias rambat dengan bunga cantik

August 26, 2022 0

 


Tahukah kamu jika tidak semua tanaman yang daunnya mirip sirih sudah pasti masuk ke Suku Sirih-sirihan atau Piperaceae. Jika anda melihat tanaman yang daunnya mirip sirih, tapi diujung dan d ketiak daun-daun ada bunga-bunga putih berwarna merah. Tanaman tersebut bukanlah tanaman sirih. 

Nama tanaman ini adalah Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae) adalah sejenis tanaman hias merambat anggota suku Lamiaceae. Kenapa disebut Nona makan sirih? Ini karena bentuk daun yang mirip sirih dan warna bunganya merah seperti warna yang dihasilkan  jika mengunyah daun sirih.

Tumbuhan ini adalah liana lemah yang dapat mencapai panjang 4 meter. Asalnya dari Afrika barat tropis, terbentang dari Kamerun barat hingga Senegal, namun kini tersebar di seluruh penjuru dunia karena populer sebagai tanaman hias penaung.

Bentuk kelopak putihnya mirip hati yang di ujungnya ada warna merahnya, seperti berdarah. Bunganya yang berwarna putih juga terlihat seperti kantong. Kelopak bunga ini tidak hanya berwarna putih. Ada juga yang berwarna merah muda dan ungu.

Bunga-bunga kecil ini bergerombol di ujung ranting atau ketiak daun dan berbunga sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bunganya disukai hewan polinator seperti kupu-kupu dan lebah.

Bunga ini memiliki manfaat bagi kesehatan seperti: Menurunkan panas, Mengatasi asma, Mengatasi radang tenggorokan, Obat luka bakar ringan, Baik untuk pernafasan, Baik untuk mata, Mengatasi radang kronis selaput gendang telinga pada anak-anak.

Tanaman Nona Makan Sirih dapat diperbanyak dengan cara stek atau lewat bijinya. Cara yang paling umum digunakan adalah dengan stek karena dianggap lebih cepat tumbuh jika dibandingkan dengan biji.
Nona makan sirih dapat ditanam di pot atau di tanah, menyukai lokasi yang sedikit terlindung atau terkena matahari penuh untuk berbunga bagus. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan air laut.



#TanamanHias
#TanamanHerbal
#TanamanObat

Tuesday, August 23, 2022

Memulai kompos sampah organik di Rumah

August 23, 2022 0

Setiap kali memasuki musim tanam selalu ada keluhan pupuk menjadi langka dan mahal. Hal ini karena sangat tergantungnya petani pada pupuk buatan pabrik. Padahal dulu buyut-buyut kita tidak pernah mengalami hal tersebut, karena menggunakan bahan organik sebagai pupuknya. 

Ketika saya kecil, saya pernah melihat kakek-kakek yang mengumpulkan daun-daun kering di bawah pohon Ambon. Daun-daun tersebut kemudian dikomposkan, hasil komposnya ini kemudian diberikan kepada tanaman di kebunnya. Itu adalah pemandangan yang pernah saya lihat puluhan tahun silam. Sekarang jarang sekali petani yang mau repot-repot membuat pupuk sendiri.

Menurut Professor of Soil Science dari Universitas Andalas, Dian Fiantis, sebelum 1960-an, nama pupuk buatan seperti Urea, TSP atau SP-36 maupun KCl belum dikenal. Petani kala itu tidak memupuk dengan pupuk dari pabrik melainkan pakai pupuk kandang. Produksi padi, jagung, ubi dan sayur-mayur yang keluar dari lahan pertanian saat itu tetap tinggi dengan rasa yang lebih enak.

Pupuk Kompos yang bermanfaat.

Pupuk kompos adalah jenis pupuk organik padat. Pupuk ini berasal dari bahan organik yang telah melalui proses fermentasi.

Pengomposan merupakan proses bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba – mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut  agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi dan  penambahan aktivator pengomposan.

Berdasarkan penjelasan di balittanah.litbang.pertanian.go.id, seluruh bahan organik sebenarnya dapat digunakan sebagai sumber kompos, termasuk sampah organik hasil rumah tangga.

Pupuk kompos memiliki manfaat ditinjau dari beberapa aspek, seperti aspek ekonomi , aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek bagi tanah atau tanaman adalah sebagai berikut. Dilansir dari situs cybex.pertanian.go.id berikut adalah manfaat pupuk kompos.

Aspek Ekonomi

  • Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah.
  • Mengurangi volume atau ukuran limbah.
  • Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada asalnya.

Aspek Lingkungan

  • Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah
  • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan

Aspek bagi tanah Atau Tanaman

  • Meningkatkan Kesuburan tanah
  • Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah

Memulai Aksi kecil

Salah satu hal yang sedang saya coba lakukan adalah mengkomposkan sampah organik. Sampah hasil rumah tangga dan daun-daun kering sekitar rumah.

Material yang digunakan adalah karung. Untuk komposter yang digunakan adalah cairan Em4 pertanian yang sudah diencerkan dengan air.

Percobaan saya membutuhkan waktu minimal 1 bulan untuk menghasilkan kompos yang matang. 

Video uji coba bisa dilihat pada tayangan di bawah ini.



Mulai dari yang terkecil, mulai dari rumah. Pilah sampah organikmu, lalu komposkan.

Monday, March 7, 2022

Mengenal Tanaman Jarak Botol

March 07, 2022 0

Jarak botol atau kadang disebut juga Jarak Bali adalah tanaman herba dengan nama ilmiah Jatropha Podagrica. Jarak botol merupakan jenis herba abadi (perennial) berekor yang tumbuh setinggi 1 meter (3 kaki). Kenapa sering disebut jaeak botol? Ini karena Caudex berwarna abu-abu kehijauan, menonjol, dan bengkak memiliki penampilan seperti botol, sehingga memunculkan sebutan jarak botol. Jarak Botol sering digunakan sebagai tanaman hias berkat penampilannya yang cukup menarik, terlebih jika sudah berbunga. 

Secara morfologi Jarak Botol memiliki daun bertangkai yang panjangnya 20-30 cm, helai daun bangun perisai, bentuknya bulat telur melebar dengan ukuran penampang 20-40 cm, bercangap 3 atau 5, taju runcing atau membulat. Bunga dalam malai rata yang bertangkai panjang, dengan bunga betina dan bunga jantan dalam satu tangkai, warnanya merah oranye. Buah bentuk elips melebar, jika sudah tua akan meledak membuat biji tersebar. Hal ini membuat bibit jarak yang tumbuh berjauhan dengan tanaman induk.

Manfaat Jarak botol bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Meredakan nyeri

2. Antiradang

3. Menghilangkan bengkak

4. Pembuang racun

5. Penurun panas

Pohon jarak botol ini dapat tumbuh di berbagai media tanam. Termasuk tanaman bandel juga, dapat tumbuh meski minim perawatan. Bunganya juga mekar sepanjang tahun

Pohon ini saya beli sebagai sumber nektar untuk kupu-kupu. Selain bentuknya yang bagus, bunganya disukai hewan polinator seperti kupu-kupu dan lebah. Selain itu, tanaman ini juga menjadi tanaman hadiah untuk sekolah-sekolah yang berkunjung ke taman kupu-kupu Sukardi.




Friday, October 22, 2021

From ornamental to Edible Plant: Mitigasi Perubahan Iklim bidang pangan

October 22, 2021 3


Tahukah kamu jika perubahan iklim mengancam ketahanan pangan? Merujuk laporan tahunan PBB berjudul “Kondisi Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia”, pada tahun 2017, jumlah penderita kekurangan gizi di dunia menjadi 821 juta orang. Hal ini antara lain akibat dampak cuaca ekstrim, seperti curah hujan  dan suhu ekstrim, kekeringan, badai, serta banjir.

Indonesia sendiri dalam tahun-tahun kedepan akan terancam ketahanan  pangannya karena perubahan iklim. Riset yang dilakukan Supari, seperti yang dikutip dari buku Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan karya Ahmad Arif, menemukan bahwa naiknya tingkat curah hujan  di indonesia terjadi di utara garis khatulistiwa, terutama sumatera bagian tengah dan  utara serta kalimantan bagian timur. Sebaiknya, di wilayah indonesia bagian selatan garis khatulistiwa, misalnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, curah hujan justru berkurang.

Riset lain berupa pemodelan iklim yang dilakukan Supari dan para peneliti lain dari berbagai negara bahkan menunjukan bahwa deret hari kering dalam setahun di indonesia mendatang akan bertambah panjang hingga 20%. Tentu ini adalah sinyal berbahaya bagi ketahanan pangan indonesia, terlebih wilayah selatan garis Khatulistiwa adalah lumbung pangan.

Mitigasi Ketahanan Pangan dari Rumah

Kebutuhan akan pangan yang terus meningkat, tidak diiringi dengan peningkatan produksi yang signifikan. Terlebih  penyediaan pangan kedepan juga menghadapi tantangan perubahan iklim yang dampaknya bakal makin dirasakan oleh umat manusia. Lantas apa yang dapat dilakukan?

Mitigasi perubahan iklim sebagai langkah mengurangi dampak kerugian akibat perubahan iklim, khususnya pada ketersediaan pangan tentu perlu dilakukan. Langkah mitigasi ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga dapat dilakukan oleh masyarakat umum, termasuk kaum muda. Kita dapat melakukan hal kecil dan dimulai dari rumah, yaitu memulai ketahanan pangan dari rumah.

Saya sendiri saat ini sedang menggeser tanaman ornamental alias tanaman hias ke tanaman edible, tanaman yang dapat dimakan. Ini sebagai upaya menyediakan pangan segar dari rumah. Langkah kecil yang dapat dilakukan namun memiliki  berdampak positif.

Jenis tanaman edible yang dipilih memiliki kriteria mudah penanamannya, mudah perawatannya, dan memiliki kandungan nutrisi yang baik. Mudah menanamnya artinya Tanaman yang dipilih mudah cara perbanyakannya misal dengan cara stek batang, selain itu tanaman juga toleran terhadap berbagai jenis tanah. Mudah perawatannya artinya tanam bandel, tidak mudah mati meski ditinggal lama dan tetap tumbuh walau jarang disiram. Terakhir memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh jika dikonsumsi. Kriteria yang cocok untuk orang kota, dimana waktunya terbatas dan suka bepergian keluar kota.

Dari tiga kriteria di atas, saya mengembangkan tiga jenis tanaman sebagai langkah awal untuk dibudidayakan di rumah menggunakan pot. Alasan menanam di pot karena keterbatasan lahan. Selain itu, menanam di pot juga lebih murah dan mudah, karena tidak memerlukan pengolahan dan persiapan lahan, serta lebih efektif waktu pemeliharaannya. Adapun ketiga jenis tanaman yang dipelihara adalah sebagai berikut:

1. Kelor

Tanaman kelor familiar dijadikan tanaman pembatas pagar di Indonesia, belakangan ini populer sebagai tanaman ajaib karena kandungan gizinya yang bagus. Kelor terbukti mempunyai nilai gizi yang tinggi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Arivin Rivaie seperti dikutip oleh swadayaonline.com, mengatakan bahwa Pemanfaatan kelor sebagai sumber pangan dan gizi keluarga merupakan salah satu cara untuk menanggulangi masalah stunting atau memperbaiki gizi keluarga. Daun kelor sendiri dapat diolah menjadi berbagai macam makanan mulai dari sayur bening, kue kering, sampai bolu.

Kelor merupakan tanaman yang mudah ditanam di mana-mana, berumur panjang (perenial) dan dapat tumbuh di ketinggian 0-2000 mdpl. Tanaman kelor mempunyai adaptasi yang baik pada suhu 25-35 derajat Celcius dengan curah hujan minim. Kelor tumbuh pada kondisi ekstrim seperti tanah berpasir atau lempung dan bertahan di musim kering. perbanyakan tanaman kelor dapat dilakukan dengan penanam biji mau[un stek batang.

Daun kelor banyak manfaat bagi kesehatan. Tak heran, tanaman satu ini disebut superfood. Bahkan, Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) sempat memasukkan kelor sebagai Crop of the Month di tahun 2018. Lantas apa saja kandungan gizinya, sila cek gambar di bawah ini.


Sumber: https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/393/nilai-kandungan-gizi-Buah-kelor

2. Katuk

Tanaman Katuk banyak digunakan sebagai bahan sayuran, lalap, pewarna makanan dan obat. katuk paling terkenal digunakan untuk pelancar Air Susu Ibu (ASI), karena kandungan steroid dan polifenol pada daun katuk dapat meningkatkan kadar prolaktin, hormon pelancar ASI. Banyak ragam olahan yang akan menghilangkan rasa pahitnya tanpa mengurangi kandungan gizinya. Biasanya daun katuk ini diolah menjadi sayur bening. Namun kamu juga bisa mengolahnya menjadi beragam sayur berkuah, camilan, dan banyak lainnya.

Tanaman Katuk mudah diperbanyak dengan cara vegetatif, yaitu stek batang. Dikutip dari situs Tamankupukupusukardi.my.id, Katuk dapat tumbuh baik pada daerah-daerah dengan ketinggian 1.300 m dpl. Semak tahunan ini memiliki adaptasi tropika dan subtropika serta produktif sepanjang tahun walaupun tanaman cenderung agak dorman pada cuaca dingin. Toleran terhadap panas, kelembaban, sensitif terhadap dingin dan tanah salin, pH optimal 6.

Kandungan gizi katuk dapat dilihat pada gambar berikut.


sumber: https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/417/nilai-kandungan-gizi-daun-katuk-segar

3. Ginseng jawa

Ginseng Jawa atau biasa disebut juga dengan nama Som Jawa merupakan salah satu tanaman obat yang akar dan daunnya mempunyai banyak khasiat sebagai obat tradisional. Daun Ginseng Jawa umumnya dikonsumsi sebagai makanan baik diolah maupun mentah. Daun  Ginseng Jawa biasa dimasak dengan cara ditumis.

Dikutip dari Tamankupukupusukardi.my.id, beberapa penelitian menyebut Daun ginseng jawa mengandung nutrisi seperti karbohidrat, protein, lipid, asam amino, asam askorbat, kalium, kalsium, magnesium, pektin, besi, natrium, beta karoten dan vitamin. Vitamin yang terkandung dalam Daun Ginseng Jawa yaitu Thiamin, riboflavin, niacin, vitamin c, dan tocopherol. Daun Ginseng jawa juga mengandung antioksidan.

Tanaman ini dapat ditanam di pot. perbanyakannya sangat mudah dengan stek batang. Bentuk tanaman dengan bunga pink, membuat tanaman ini dijadikan juga sebagai tanaman hias, jadi memiliki fungsi ornamental juga edible.

Selain tiga tanaman di atas, masih ada tanaman lain yang ingin dibudidayakan seperti ganyong, sorgum, dan tanaman pangan yang masuk ke golongan tanaman pengikat nitrogen, karena jenis tanaman ini mampu bertahan di kondisi cuaca ekstrim.

Pada bulan Oktober ini di mana diperingati Hari Sumpah pemuda, saya ikut mendukung kampanye #MudaMudiBumi #UntukmuBumiku. Sumpah Pemuda tahun ini saya memiliki versi saya sendiri,
"Saya bersumpah untuk menanam lebih banyak tanaman pangan dan menyediakan bibit tanaman untuk dibagikan ke lingkungan sekitar saya"

Sebagai bukti nyata dari sumpah tersebut, saya sudah menyediakan sekitar 60 bibit tanaman untuk dibagikan pada bulan November tepat pada Hari Menanam Pohon. Saya juga akan mengajak lingkungan sekitar saya untuk lebih peduli tentang isu perubahan iklim. #TimeforActionIndonesia.

Oh iya, untuk pupuknya dapat menggunakan air cucian beras loh. Cara pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)  air cucian beras dengan diberikan bakteri dan gula. Detail pembuatannya dapat lihat videonya di bawah ini



Akhir kata, Pangan merupakan kebutuhan paling asasi yang menentukan keberhasilan hidup kesehatan kualitas generasi penerus bahkan juga identitas. Dalam jangka panjang kekurangan pangan dan nutrisi akan melahirkan generasi yang lemah kurang tegas dan tidak produktif. Kita dapat melakukan mitigasi awal dengan menanam pohon sumber pangan dari rumah kita sendiri, baik dari halaman depan atau belakang rumah. Seperti kata pepatah sedia payung sebelum hujan.


Referensi:
Abay, Udin. Budidaya Tanaman Kelor Dalam Pot di Daerah Perkotaan. https://www.swadayaonline.com/artikel/7419/Budidaya-Tanaman-Kelor-Dalam-Pot-di-Daerah-Perkotaan. (20 Oktober 2021)
Arif, Ahmad. 2020. Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Anonim.  Katuk, sayuran yang bagus bagi air susu ibu (ASI). http://www.tamankupukupusukardi.my.id/2021/04/katuk-sauropus-androgynus.html. (20 Oktober 2021)
Anonim. Mengenal tanaman Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). http://www.tamankupukupusukardi.my.id/2021/06/ginseng-jawa-talinum-paniculatum.html. (20 Oktober 2021)

Saturday, September 4, 2021

Mengenal tanaman Jambu Kristal (Psidium guajava l.)

September 04, 2021 0




Deskripsi Jambu Kristal

Jambu kristal (Psidium guajava) adalah varietas jambu biji yang sekarang banyak digemari masyarakat Indonesia. Pohon jambu kristal ini dapat tumbuh dengan maksimum ketinggian yang bisa mencapai 2 meter.
Secara umum akar pada tanaman jambu kristal ini termasuk pada akar yang tunggang. Batang tanaman jambu kristal ini memiliki bentuk yang bulat seperti batang pada umumnya. Batang dari tanaman jambu kristal ini berkayu yang keras, bahkan tak mudah untuk patah dan juga ulet. Batang tanaman jambu kristal dapat bertumbuh secara tegak dan beranting. Tanaman jambu kristal memiliki daun yang berjenis daun tunggal dengan tekstur daun yang terlihat kaku. Bunga yang dimiliki oleh tanaman jambu kristal merupakan bunga yang sempurna, terdapat bunga yang berjenis kelamin jantan dan juga betina.
Buah Jambu kristal mempunyai bentuk bulat atau agak lonjong dengan dasar bergelombang, ada juga yang rata tergantung varietasnya. Warna kulitnya hijau muda terang berlapiskan lilin di kulitnya. Daging buahnya berwarna putih bersih dan jernih, sangat tebal, renyah dan menjadi sedikit lunak sejalan dengan kematangan buah.

Manfaat Jambu Kristal

  • Baik mencegah untuk sistem pencernaan
  • Sumber antioksidan
  • Mengobati dan Mencegah sariawan
  • Meredakan flu
  • Menjaga kesehatan mata
  • Menjaga sistem kerja dan kesehatan jantung

Habitat Jambu Kristal

Habitat jambu biasanya ada di tanah yang memiliki ketinggian 5 – 1000 meter di atas permukaan laut, baik di tanah yang datar maupun curam dengan membuat terasering. Tempat tumbuh pohon ini akan menghasilkan pertumbuhan yang maksimal jika memiliki tingkat keasaman (pH) 6 – 6,5.

Syarat Iklim Jambu Kristal

Iklim yang pas untuk pertumbuhan jambu kristal adalah tropis dan basah. Curah hujan optimal yang dibutuhkan tanaman ini berada di kisaran 2000 – 3000 mm per tahun, dengan suhu rata-rata antara 20 – 30o C.

Klasifikasi Ilmiah Jambu Kristal

Kerajaan : Plantae          
Divisi       :  Spermatophyta          
Kelas       :  Magnoliopsida
Ordo        : Myratales     
Famili       :  Myrtaceae
Genus       :  Psidium
Spesies     : Psidium guajava  L

 

Wednesday, August 4, 2021

Mengenal Tanaman Hias Maranta Bali

August 04, 2021 0


Deskripsi Maranta Bali

Calathea tumbuh dalam merupakan tanaman herbacepus menahun dengan batang lunak. Tunasnya berasal dari akar rimpang atau umbi yang terletak di bawah permukaan tanah. Calathea tumbuh dalam rumpun yang tidak terlalu rapat. Calathea memiliki tinggi tanaman antara 20 cm hingga 40 cm.

Calathea multicolor, di Indonesia disebut juga sebagai marataa Bali, calathea bendera atau calathea merah putih, merupakan salah satu kultivar dari genus Calathea yang memiliki daun- daun menarik dengan tiga jenis warna dalam satu tanaman. Tanaman ini merupakan tanaman hias yang dinikmati keindahan daunnya. Di balik kecantikannya, Calathea rupanya kaya manfaat. Selain sebagai bunga hias, tanaman ini juga berkontribusi terhadap suplai udara bersih. Jadi, sangat cocok ditanam di kota-kota besar yang bising polusi.

Manfaat Maranta Bali

1. Tanaman Hias

2. Penyaring udara

3. Penyejuk ruangan 

Habitat Maranta Bali

Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanah yang cocok sebagai tempat hidup calathea multicolor adalah tanah gembur dan sedikit berpasir. Calathea tidak menyukai cahaya matahari yang terik. Cahaya matahari yang terik dapat mempengaruhi kualitas bunganya. Tanaman ini menyukai lingkungan yang sejuk dan sangat teduh.

Syarat Tumbuh Maranta Bali

Hampir semua jenis calathea yang cocok ditanam dalam pot, tak butuh banyak cahaya. Atau juga bisa hidup dengan cahaya buatan dalam rumah, terutama semi teduh. ia akan memiliki cukup cahaya untuk mewarnai daun dengan benar, dan terik matahari pagi tidak terlampau menyiksanya. Perlu diingat bahwa Calathea tidak menyukai angin dan perbedaan suhu yang tajam.  Jenis ini berkembang sangat baik di kelembaban udara dan suhu tinggi di kisaran 18-25 °C. Untuk hasil terbaik, daunnya harus disemprot setiap hari dengan air hangat

Klasifikasi Ilmiah Maranta Bali

Kerajaan: Plantae

Divisi:  Tracheophytes

Kelas:  Angiospermae

Ordo: Zingiberales

Famili: Marantaceae

Genus: Calathea G.Mey.

Spesies: Calathea sp. ‘Multicolor’


Thursday, February 18, 2021

Memanfaatkan Pekarangan Untuk Tanaman Obat Keluarga

February 18, 2021 0

Memanfaatkan Pekarangan Untuk Tanaman Obat Keluarga

Ahmad Yunus


Pandemi Covid 19 yang memaksa sebagian besar waktu manusia untuk dirumah saja, mendorong orang untuk mencari hobi baru. Hobi baru yang dapat membunuh Rasa jenuh tapi tetap dapat dilakukan di rumah saja. Salah satu hobi yang booming selama pandemi ini adalah kegiatan berkebun dengan memanfaatkan lahan pekarangan. 

Mengingat gaya hidup back to nature yang bergema belakangan ini, dengan preferensi masyarakat lebih memilih bahan-bahan alami daripada produk kimia. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) menyatakan bahwa dibandingkan obat modern, obat tradisional memiliki kelebihan berupa efek samping yang relatif kecil, dan komponen dalam satu bahan memiliki efek yang saling mendukung. Ngetrend lagi lah obat herbal di masyarakat kita dewasa ini. Apalagi sejak pandemi, penjual empon-empon juga ikut naik trending di media Massa dan media sosial. Tidak ada salahnya kalau anda mulai menanam tanaman obat di pekerangan rumah untuk mengisi waktu di rumah selama pandemi ini. 

Tanaman obat keluarga atau biasa disingkat TOGA, dapat dijadikan pilihan karena bermanfaat untuk pengobatan. Tumbuhan ini biasanya digunakan sebagai pengobatan untuk pertolongan pertama seperti batuk, diare, dan demam. Sebagian jenis tanaman TOGA yang sudah banyak dibudidayakan ini mudah perawatannya.

Apa itu tanaman Obat keluarga?

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menurut Susi Mindarti dan Bebet Nurbaeti dalam Buku Saku Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. Ditanam dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional yang dapat dibuat sendiri.

Manfaat TOGA menurut Susi Mindarti dan Bebet Nurbaeti adalah untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupan, termasuk keperluan mengatasi masalah kesehatan secara tradisional (Obat). Pada dasarnya bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alami, khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat.

Salah satu fungsi TOGA adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi: Upaya preventif (pencegahan), Upaya promotif (meningkatkan / menjaga kesehatan), dan  Upaya kuratif (penyembuhan penyakit).

Lihat juga

Tanah sepetak, sayur sebaskom, dan ikan segentong: cara mudah bertanam di lahan sempit

Ceritanya mulai Berkebun

Pekarangan untuk Tanaman Obat Keluarga

Pemanfaatan pekarangan dengan berkebun mempunyai banyak keuntungan dari segi ekonomi. Terutama dalam meningkatan pendapatan keluarga misalnya sebagai warung hidup, lumbung hidup, apotek hidup, sehingga perlu dikembangkan secara intensif. Kenyataan saat ini, harga obat yang beredar di pasaran sangat tinggi dan lebih sering lagi dokter tidak ada, khususnya di daerah pedalaman yang minim akses transportasinya. Oleh karena itu penyediaan tanaman yang berfungsi sebagai obat herbal di pekarangan sangat membantu keluarga mengatasi masalah kesehatan.

Khususnya di Indonesia, TOGA atau dikenal juga dengan apotik hidup merupakan tanaman yang ditanam pada area di sekeliling rumah, halaman rumah, ditempatkan dalam pot atau ditanam pada kebun yang luasnya berukuran kecil. Pupuk untuk merangsang pertumbuhan TOGA dapat menggunakan sampah organik yang dihasilkan rumah tangga dengan mengolahnya terlebih dulu menjadi pupuk kompos.



Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya TOGA di lahan perkarangan adalah lahan pekarangan biasanya memiliki luas lahan terbatas dan mempunyai sifat berbeda dengan kebun atau ladang. Suaibatul Aslamiah dkk, dalam jurnal PengabdianMu, menekankan jenis tanaman obat sebaiknya dipilih yang penting dan bermanfaat, juga harus memperhatikan faktor keindahan serta memperhatikan kondisi halaman, kontur tanah, mudah dibudidayakan, tidak menyita tempat, dan bentuk serta adanya pohon atau bangunan lain.

Faktor paling penting dalam mengatur lahan untuk tanaman obat, menurut  Suaibatul Aslamiah dkk, adalah memperhatikan keindahan, tidak merusak atau mengganggu pemandangan, juga harus diperhatikan keberadaan elemen taman lain (pohon peneduh atau tanaman hias lain, kandang ternak, tiang bendera, lampu penerang jalan, jalan setapak, kolam ikan dan lain-lain).

Aseptianova dalam Jurnal Batoboh mengatakan bahwa bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat di antaranya adalah bagian buah, batang, daun dan akar atau umbi. Daftar tanaman berikut dapat anda jadikan pilihan untuk ditanam sebagai TOGA di pekarangan rumah anda. 


Nama tanaman

Khasiat dan kegunaan :

Jahe Merah

(Zingiber officinale)

1. Sakit kepala karena dingin: Diparut untuk diborehkan pada tengkuk.

2. Perut mulas: 3 rimpang jahe merah dicuci, diparut dan diperas air perasan kasih garam sedikit diminum 3 kali sehari 1 sendok teh.

3. Air liur terlalu banyak: Mengunyah daun muda.

4. Urat syaraf lemah: Air jahe, kuning telur, madu, air jeruk nipis dicampur lalu minum.

5. Luka-luka berbau busuk: Kompres parutan jahe dengan garam

6. Terkilir: Diurut parutan jahe dengan garam

Kencur

(Kaempferia galanga)

1. Batuk: Mengunyah rimpang kencur dengan garam.

2. Radang lambung: Kencur, kapulogo, bawang merah, beras ditumbuk kemudian direbus saring airnya minum.

3. Muntah-muntah: Air perasan kencur ditambah garam sedikit minum.

4. Rimpangnya untuk menyembuhkan batuk dan keluarnya dahak, menghilangkan rasa sakit, masuk angin, bengkak atau luka, menguatkan pencernaan, merangsang napsu makan, anti muntah.

Kunyit

(Curcuma longa Linn)

1. Radang usus buntu dan radang rahim: Air perasan umbi

2. Radang amandel: Air perasan kunyit, kuning telor, kapur sirih.

3. Asma: Air perasan kunyit, isi buah pinang, kapur sirih dan madu.

4. Sembelit: Air perasan rimpang dan garam.

Lengkuas

(Alpinia galangal)

1. Anti rematik, pegal linu (rimpang)

2. Masuk angina (rimpang)

3. Menguatkan / radang lambung (rimpang)

4. Radang anak telinga (air perasan)

5. Batuk rejan (rimpang)

Serai

(Cymbopogon citratus)

1. Nyeri lambung

2. Bahan baku minyak atsiri (parfum)

3. Gatal-gatal (minyak)

4. Pegal-pegal (batang, daun)

5. Penyegar masakan (batang, daun)

Salam

(Syzygium polyanthum)

1. Mengobati diare

2. K e n c i n g manis

3. Sakit maag

4. Mabuk akibat alkohol

5. Kudis dan gatal

6. Penurun darah tinggi

K a t u k

(Sauropus androgynous)

1. Merangsang ASI (daun)

2. Peluruh kencing (daun)

3. Membersihkan darah (daun)

4. Patek/kutil (daun)

Sambiloto

(Andrographis paniculata)

1. Kencing manis (seluruh bagian tanaman)

2. Anti malaria (seluruh bagian tanaman).

3. Anti syphilis (seluruh bagian tanaman).

4. Penguat lambung (seluruh bagTanaman).

5. Membersihkan darah, semua radang

6. Tifus.

Sirih Merah

(Piper ornatum)

1.      Sebagai antiseptic,

2.       Mengobati stroke,

3.       Batu ginjal,

4.       Radang prostat,

5.       Nyeri sendi,

6.       Hepatitis,

7.       Diabetes,

8.       Asam urat,

9.       Kolestrol,

10.   Batuk,

11.   Keputihan,

12.   Radang mata,

13.   Maag,

14.   Memperhalus

kulit.

Temulawak

(Curcuma xanthorrhiza )

1. Mengatasi masalah sistem pencernaan. Temulawak juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, membantu pencernaan yang tidak lancar, dan meningkatkan nafsu makan.

2. Mengatasi osteoarthritis. Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif, di mana sendi-sendi menjadi terasa sakit dan kaku.

3. Mencegah serta membantu pengobatan kanker

4. Obat antiradang. Temulawak mengandung senyawa antiradang yang bisa menghambat produksi prostaglandin E2 yang memicu peradangan.

5. Antibakteri dan antijamur. Kandungan antibakteri dalam temulawak memiliki manfaat terutama cukup efektif untuk membasmi bakteri jenis Staphylococcus dan Salmonella.

6. Obat jerawat. Dalam dunia kecantikan, temulawak juga bisa digunakan sebagai obat jerawat.

7. Menjaga kesehatan liver. Temulawak merupakan salah satu bahan alami yang bisa dijadikan pilihan untuk membantu menjaga kesehatan hati.

8. Obat diuretic. Diuretik merupakan zat yang membantu membersihkan tubuh dari garam (natrium) dan air, sehingga tak terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh.

9. Antispasmodik. antispasmodik merupakan golongan obat yang memiliki sifat sebagai relaksan otot polos.

Lidah Buaya

(Aloe vera)

1. Mengobati Luka Bakar. Lidah buaya banyak digunakan untuk mengobati luka bakar secara topikal, dengan cara dioleskan ke kulit.

2. Meredakan GERD. Gastroesophageal reflux (GERD) merupakan gangguan pencernaan yang sering mengakibatkan mual, muntah, atau rasa terbakar pada ulu hati.

3. Menurunkan Kadar Gula Darah. Dikutip dari sebuah penelitian yang dimuat di International Journal of Phytotherapy and Phytopharmacy, mengonsumsi dua sendok makan jus lidah buaya per hari dapat menyebabkan kadar gula darah turun pada penderita diabetes tipe 2.

4. Mengurangi Plak Gigi. Berkumur dengan lidah buaya dapat membunuh bakteri Streptococcus mutans yang menyebabkan plak gigi serta jamur Candida albicans.

3 dari 6 halaman

5. Menangani Sariawan. Studi membuktikan bahwa penggunaan lidah buaya efektif mengurangi peradangan dan ukuran sariawan. Selain itu, lidah buaya dapat menurunkan rasa nyeri yang cukup menyiksa akibat sariawan.

6. Memperlambat Penuaan Kulit

7. Mengatasi Jerawat. Lidah buaya memiliki sifat antibakterial sehingga dapat mencegah bakteri menginfeksi pori-pori kulit.

8. Berpotensi Melawan Kanker Payudara

9. Mengatasi Kerontokan Rambut. Penggunaan lidah buaya pada rambut dapat membantu mengatasi masalah Kerontokan Rambut

10. Melancarkan Pencernaan. Kandungan aloin atau barbaloin di dalam lidah buaya memiliki efek pencahar alami.


Tanaman obat  tidak hanya sengaja ditanam masyarakat namun juga sering kali hanya tumbuh liar di sekitar rumah atau jalan-jalan. Tanaman obat banyak terdapat disekitar rumah dan sering kali tidak disadari oleh kita. Sering-sering lah perhatikan tanaman di sekitar anda dan cari tahu lewat gawai anda tentang tanaman tersebut, siapa tahu tanaman tersebut memiliki khasiat sebagai obat.

Sebagai informasi tambahan, dari sekitar 30 ribu spesies tumbuhan yang ada di kepulauan Indonesia, diperkirakan 9.600 spesies adalah tumbuhan obat, namun baru sekitar 300 spesies yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Luar biasa bukan potensinya?


Referensi

Aseptianova. PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA UNTUK PENGOBATAN KELUARGA DI KELURAHAN KEBUN BUNGA KECAMATAN SUKARAMI-KOTA PALEMBANG. Jurnal Batoboh, Vol 4 , No 1, Maret 2019, pp. 1-25.

Aslamiah, Suaibatul, et al. "Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Pemberdayaan Wanita dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)." PengabdianMu, vol. 2, no. 2, 2017, pp. 111-117.

Mindarti, Susi dan Bebet Nurbaeti. 2015. Buku Saku Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Tt. BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) JAWA BARAT