Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Showing posts with label Marketing. Show all posts
Showing posts with label Marketing. Show all posts

Friday, March 14, 2025

Konsep Model AISAS dalam Pemasaran Digital

March 14, 2025 0

Model pemasaran tradisional seperti AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) mulai bergeser ke model yang lebih relevan dengan perilaku konsumen digital, yaitu AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Masifnya penggunaan internet  melahirkan era digital, hal ini menyebabkan perilaku konsumen telah mengalami perubahan yang signifikan. Model AIDA lebih bermain pada sikap pasif konsumen, sedangkan pada model AISAS prilaku konsumen lebih aktif. Ada dua perilaku konsumen yang unik yaitu, mengumpulka dan berbagi informasi dimana sudah menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.

(The Dentsu Way, 2011)

Model AISAS secara populer dikenalkan dalam. Buku The Densus Way. Dentsu menciptakan model AISAS pada tahun 2004 dan mendaftarkannya di Jepang sebagai merek dagang pada tahun 2005. Dentsu menggunakan model AISAS sebagai dasar untuk banyak campaign. AISAS merupakan model yang menggambarkan perjalanan konsumen dalam era digital, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir, dengan penekanan pada peran teknologi dan internet. Model ini sangat penting bagi para pemasar untuk memahami dan merespons perilaku konsumen yang semakin kompleks.

Tahapan-Tahapan AISAS

Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan-tahapan dalam model AISAS:

Attention (Perhatian):

Tahap ini merupakan langkah awal untuk menarik perhatian konsumen, di mana konsumen menyadari keberadaan suatu produk atau merek. Dalam era digital, perhatian dapat ditarik melalui berbagai cara, seperti iklan online, konten media sosial, atau ulasan dari influencer.

Interest (Minat):

Setelah menarik perhatian, langkah selanjutnya adalah membangkitkan minat konsumen terhadap produk atau merek. Konten yang relevan, informatif, dan menarik sangat penting dalam tahap ini.

Search (Pencarian):

Di era digital, konsumen cenderung mencari informasi lebih lanjut sebelum memutuskan untuk membeli. Mereka akan mencari ulasan, perbandingan harga, atau informasi detail lainnya melalui mesin pencari atau platform online lainnya. 

Perilaku search ini yang membedakan antara era digital dengan sebelum era digital. Dahulu sumber informasi terbatas, sedangkan saat ini informasi mengenai merek atau produk dapat dengan mudah dicari dari genggaman tangan.  

Action (Tindakan):

Tahap ini adalah saat konsumen melakukan tindakan nyata, seperti membeli produk, berlangganan layanan (Seperti streming musik, streaming video Netflix dll), atau mendaftar keanggotaan.

Share (Berbagi):

Setelah melakukan tindakan, konsumen sering kali berbagi pengalaman mereka dengan orang lain melalui media sosial, ulasan online, atau rekomendasi langsung. Tahap ini sangat penting dalam membangun citra merek dan menarik konsumen baru. 

Perilaku share ini juga yang membedakan antara era digital dengan sebelum era digital. Dahulu konsumen hanya berhenti di Action (membeli produk atau jasa), namun sekarang konsumen bebas memberikan penilaian produk yang telah mereka beli ke berbagai platform, termasuk di toko online tempat mereka membeli produk atau jasa. Usalan (review) konsumen ini dapat mempengaruhi calon pembeli lain. Usalah dari konsumen ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Ulasan positif akan memberikan keuntungan bagi produk atau merek yang ditawarkan, sedangkan ulasan negatif akan memberikan kerugian bagi produk atau merek yang ditawarkan.

Contoh Kasus Penerapan AISAS

Berikut adalah contoh kasus penerapan model AISAS dalam pemasaran digital. Kasus yang dijadikan contoh adalah Perusahaan NYUNGSANG ingin meluncurkan Produk Smartphone baru yang bernama PLANET Series 1

Attention: Perusahaan NYUNGSANG meluncurkan iklan video smartphone PLANET Series 1 yang menarik di YouTube dan Instagram untuk menarik perhatian konsumen.

Interest: Perusahaan NYUNGSANG membuat konten yang informatif dan menarik tentang fitur-fitur unggulan smartphone PLANET Series 1 di situs web dan media sosial mereka.

Search: Konsumen mencari ulasan dan perbandingan harga smartphone PLANET Series 1 keluaran Perusahaan NYUNGSANG di Google dan platform e-commerce.

Action: Konsumen memutuskan untuk membeli smartphone PLANET Series 1 keluaran Perusahaan NYUNGSANG melalui toko online atau toko fisik.

Share: Konsumen berbagi pengalaman mereka menggunakan smartphone baru PLANET Series 1 keluaran Perusahaan NYUNGSANG di media sosial dan memberikan ulasan positif di platform e-commerce.

Kesimpulan

Model AISAS merupakan kerangka kerja yang efektif untuk memahami perilaku konsumen di era digital. Dengan memahami setiap tahapan dalam model ini, para pemasar dapat merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan efektif untuk menjangkau calon konsumen. 

Sunday, January 29, 2023

Membuat bank data jaringan usaha

January 29, 2023 0
Membuat bank data jaringan usaha
Setelah kita mengetahui pentingnya jaringan usaha dalam membesarkan bisnis yang kita jalani. Kita perlu membuat bank data pihak-pihak mana saja yang akan kita butuhkan dan kita hubungi nantinya. Bank data ini seperti buku telepon berisi nama orang, organisasi tempat orang itu bernaung, alamat email, dan nomor telepon. Kita bisa membuat katagori dalam menyusun bank data ini.

Untuk katagori yang disajikan dalam atrikel ini dapat anda jadikan acuan, namun jika anda punya pemikiran lain silahkan sesuaikan dengan kondisi bisnis anda.

  • Supplier
Kontak orang-orang yang menyuplai kebutuhan produksi atau barang dangan.
  • Lembaga Keuangan
Kontak pihak lembaga keuangan untuk transaksi perbankan maupun pinjaman dana, seperti bank, koperasi, dan lembaga permodalan lainnya.
  • Perusahaan Ekspedisi
Data kontak pihak ekspedisi untuk pengiriman maupun pembelian barang. Seperti perusahaan pos, JNE, perusahaan truck ekspedisi, perusahaan container, dan lain-lain.
  • Lembaga Pemeritahan
Data kontak orang-orang pemerintahan yang berhubungan dengan usaha seperti Badan perizinan usaha, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi UKM, dan Kantor Pelayanan Pajak.
  • Konsumen
Data kontak konsumen yang sudah menjadi langganan kita
  • Calon konsumen
Data pihak-pihak yang menjadi prosepek untuk ditawarkan dan dijadikan konsumen.

Tuesday, June 22, 2021

Efisiensi Tataniaga Kopi ala Communal Coffe

June 22, 2021 0


Kira-kira siapa yang paling untung antara petani dengan tengkulak? Jawabannya sudah umum, tengkulak adalah pihak yang lebih untung dibandingkan petani.

Yogi dan Rantaningtyas dalam bukunya yang berjudul 'Pengantar Ekonomi Pertanian' (2012: 118) mengatakan bahwa suatu saluran tataniaga dianggap lebih efisien dibanding dengan saluran tataniaga yang lain apabila margin tataniaganya lebih rendah dan pembagian keuntungannya adil sesuai dengan jumlah pengorbanan yang disumbangkan pada saluran tataniaga tersebut.

Dalam saluran tataniaga di bidang pertanian, pada umumnya yang mendapatkan keuntungan tertingi adalah pedagang besar, dan keuntungan terendah adalah petani produsen. Padahal pengorbanan tertinggi dikeluarkan oleh petani produsen. Pedagang dalam proses pengaliran produk hasil pertanian hanya dalam hitungan hari, sedangkan petani produsen membutuhkan waktu yang lebih lama dapat mencapai tiga bulan, bahkan satu tahun untuk kopi. Kebutuhan waktu petani mulai dari penanaman sampai pemanenan. Dengan demikian seharusnya petani produsenlah yang layak mendapatkan keuntungan tertinggi.

Hal demikian juga menimpa komunitas petani kopi. Meski tren bisnis kopi terus naik, yang ditandai dengan kedai kopi merk internasional hingga lokal bermunculan. Tapi petani kopi belum tentu ikut menikmati hasil kemajuan ini. Para tengkulak dan kedai-kedai kopilah yang memetik untung besar. 

Kondisi  di atas mendorong Communal Coffee, sebuah komunitas Roasting kopi asal Bandung, untuk membangun sistem alternatif yang lebih adil dan mensejahterakan bersama, terutama bagi para petani kopi mitranya di Sumedang Jawa Barat.

Bermula dari mengolah hasil panen secara mandiri,  para petani kopi kini mampu membuat manajemen stok, hingga ikut menghitung dan menentukan harga jual.

Video di bawah ini adalah contoh kasus yang menarik bagaimana petani kopi dan komunitas roasting kopi memotong rantai tataniaga, membuang tengkulak, dan menetapkan harga produk yang jauh diatas dari harga pasaran di mana tengkulak berseliweran.




Contoh penetapan harga kopi ini bisa dijadikan contoh untuk para petani lainnya dalam menetapkan harga jual dan kerjasama dengan komunitas lain.

Sumber video lengkap watchdoc image.

Tuesday, January 19, 2021

Jenis-Jenis Jaringan (Mitra) usaha

January 19, 2021 0


Seorang wirausahawan tidak dapat hidup sendiri dalam menjalankan usahanya, namun ada keterkaitan dengan pihak luar baik sebagai pemasok, pelanggan, maupun pedagang perantara. Oleh karena itu diperlukan suatu jaringan usaha agar usaha yang kita jalankan berkelanjutan. Jaringan usaha dan komunikasi terbukti berperan penting dalam mengembangkan usaha. Ada korelasi positif antara pengembangan telekomunikasi ekonomi. 

Sebelumnya kita pernah membahas bagaimana Cara Memilih Mitra Usaha agar anda bisa mendapatkan mitra bisnis yang tepat. Nah kali ini, kita akan mengenal berbagai jenis jaringan usaha.

Yuyus Suryana dan Katib Bayu dalam buku Kewirausahaan: pendekatan karakteristik wirausahawan sukses membagi beberapa jenis jaringan usaha menjadi beberapa bentuk, antara lain sebagai berikut:

  • Jaringan produksi

Kegiatan sebuah jaringan untuk mengkoordinasikan perencanaan pengembangan produk, serta memperbaiki proses produksi.

Menggabungkan keahlian usaha membentuk produk baru, peralatan, sistem produksi, dalam membuat produk unggul yang memiliki daya saing.

  • Jaringan pemasaran

Bekerjasama untuk memperkuat posisi tawar menawar dengan pembeli dan memenangi persaingan pemasaran

  • Jaringan pelayanan

Bank kecil bergabung dalam pembiayaan untuk jasa tertentu seperti pelatihan, informasi, teknologi, manajemen konsultasi atau jasa konsultasi ahli, misalnya pelatihan bersama.

  • Jaringan kerjasama

Kerjasama pembelian, peningkatan tenaga kerja, pengembangan produk dan kerjasama produk, kerjasama penjualan dan pemasaran.

  • Jaringan antar kelompok usaha, swasta, dan BUMN

Jaringan kerjasama di bidang harga dan mutu pelayanan, sistem pembayaran, cara pengepakan, pengiriman barang, pemasaran, pembelian bersama, permodalan, pengadaan barang, dan bidang lainnya.

Untuk membangun jaringan yang luas dan kuat diperlukan teman, maka seorang wirausaha wajib memiliki teman sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal orang akan tetap membeli dari temannya. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, contoh menolong pada masa sulit.

Monday, January 18, 2021

Cara Memilih Mitra Usaha

January 18, 2021 0


Memilih rekan bisnis ibarat menikah, memilih pasangan akan berakibat pada perceraian. Begitu pula dalam menjalankan usaha, apabila salah dalam memilih rekan bisnis yang Anda jalankan bisa berantakan. Karena itu pertimbangkan baik-baik sebelumnya untuk mendeteksi kesalahan dalam memilih rekan bisnis.

Hal yang perlu diingat dalam membangun jaringan bisnis adalah apabila Anda dan mitra usaha  dapat bekerja sama dengan baik, usaha anda pun dapat menjadi sukses. Sebaliknya apabila kerjasama anda dengan mitra usaha anda buruk, maka usaha anda pun akan hancur. Pada dasarnya manusia sulit untuk bekerja sama dengan orang lain, terlebih jika ia tidak menaruh kepercayaan sedikitpun pada orang tersebut. Dalam kehidupan bisnis, untuk menjalin kerja sama dengan orang lain memang harus ada Sikap saling percaya terhadap orang lain.

Masalahnya adalah bagaimana kita dapat menaruh rasa percaya kepada orang lain yang akan menjadi rekan bisnis kita? Bahkan jika calon mitra usaha anda itu adalah teman baik anda sejak lama. Tetapi Apakah faktor itu cukup buat kita untuk mempercayainya?

Kita akan membahas Bagaimana menumbuhkan Sikap saling mempercayai pada saat Anda memilh mitra usaha yang tepat bagi bisnis anda.


Pilih rekan bisnis yang tepat

Jika anda bermaksud mengajak pihak lain dalam menjalankan usaha secara bersama-sama, anda harus berhati-hati sebelum memutuskan untuk mengajaknya bergabung, sebaiknya Anda kenali terlebih dahulu calon mitra usaha anda. Caranya Anda bisa cek terlebih dahulu latar belakang tentang dirinya, latar belakang pekerjaannya (pelajari kurikulum vitea dan track record), cari tahu reputasinya baik atau buruk selama ini (cek apakah yang tersebut pernah masuk dalam daftar pernah berhutang pada suatu bank atau melakukan tindakan penipuan dan kejahatan lainnya), kalau perlu minta referensi dari orang lain yang pernah menjalin hubungan bisnis dengannya.

Lakukan pendekatan-pendekatan diluar bisnis dengan cara Rekreasi bersama atau sekedar minum kopi bareng di warung. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa calon rekan bisnis yang Anda pilih apakah bisa dipercaya atau tidak. Supaya Anda tidak kecewa, pikirkan sekali lagi baik buruknya Mengapa Anda memilih dia sebagai rekan bisnis.

Menyunting pasangan lewat insting

Dalam menilai orang kita cenderung melihat dari sudut logika, penampilan trendy, bedak tata krama, namun justru hal ini bisa menipu. Oleh karena itu gunakan intuisi anda. Misalnya jika ada sesuatu yang tidak Anda sukai atau dari sudut impresi tidak menarik, tetap pertimbangkan calon mitra usaha anda, jangan hanya memvonis dari covernya saja.

Banyak pengusaha sukses karena menggunakan intuisi. Intuisi ini pada dasarnya adalah kesimpulan yang dibuat berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan secara tidak sadar. Meningkatkan keterampilan mengumpulkan bukti-bukti, bisa meningkatkan kekuatan intisi anda. Yang dimaksudkan disini adalah sinyal-sinyal halus begitu kecil sehingga tidak terlihat. Caranya adalah dengan cara berikut:

Memperhatikan naluri anda

Apakah orang itu tampak membesar-besarkan prestasinya, tersenyum terlalu cerah atau terlalu cepat setuju dengan segala sesuatu yang anda katakan? Dalam keadaan seperti ini anda mungkin akan berpikir, "orang ini terlalu cerdik" atau "dia tampak tidak tulis."

Mendapatkan kesan Pertama dengan cepat ketika menemui seseorang

Anda bisa mendapatkan wawasan yang cepat ke dalam diri seseorang ketika Anda bertemu dengannya untuk pertama kalinya, apapun alasannya sebagai calon pelanggan, klien, atasan, karyawan maupun mitra usaha dengan dua cara utama yaitu melalui kesan audio visual langsung anda ketika anda pertama kali melihat, menemui, atau mendekati orang itu.

Dalam kedua hal itu Anda mendapatkan wawasan dengan mendengarkan suara batin Anda atau dengan memperhatikan setiap Citra spontan yang muncul ketika Anda bertemu. Ini akan memberi anda isyarat-isyarat mengenai orang itu.

Misalnya Ketika anda diperkenalkan dengan seorang mitra usaha baru, suara batin Anda menyebutkan kata ular atau anda melihat seekor ular melintas sesaat di depan mata batin anda. Wawasan itu penting sekali sebab itu adalah isyarat bahwa orang tersebut mungkin memiliki karakteristik yang Anda asosiasikan dengan ular, seperti; licik, licin, berbisa dan dingin.

Kehati-hatian dalam membina hubungan baru

Dapatkah anda seketika percaya pada rekan kerja baru anda? Cari tahu tentang hal ini dengan mengamati perilaku orang tersebut, perhatikan sifat-sifat yang anda hargai termasuk kejujuran, memperhatikan perasaan Anda, dan kebijaksanaannya dalam membicarakan orang lain. Sesudah itu, bercerita secara akrab dan perhatikan bagaimana dia merespon dan apakah dia membalas tanda-tanda persahabatan dari anda. Sedalam apa hubungan itu tergantung pada jenis hubungan.

Anda pasti menginginkan hubungan yang lebih kuat di dalam bermitra ketimbang hanya hubungan persahabatan di kantor. Dalam hubungan yang sangat dekat, tujuannya adalah dapat mengungkapkan visi, misi, keinginan anda yang terdalam, dan  mengizinkan orang lain mengenal diri anda yang sebenarnya.