Wednesday, October 30, 2019

#

Rekreasi Menuju Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Cituis Tangerang

Kepulauan Seribu bagi saya saat ini adalah taman bermain laut yang paling dekat dari tempat saya tinggal. Dan objek wisata yang oke punya dengan budget yang paling murah. Serius paling murah bagi saya.

Pulau yang dituju untuk bermalam adalah pulau Panggang. Tempat penyeberangan yang saya gunakan adalah pelabuhan cituis atau yang biasa dikenal dengan sebutan rawasaban. Menumpang kapal motor dari kayu yang biasa mengangkut barang dan juga bisa mengangkut orang. 
Pelabuhan Cituis adalah pelabuhan yang paling dekat ke Kepulauan Seribu, karena Secara geografis kepulauan Seribu tepat berada di utara dari pelabuhan cituis. Jarak tempuhnya pun lebih cepat dibandingkan dari Muara Angke. Ongkosnya juga murah hanya Rp30.000 per kepala.

Sabtu, tanggal 19 Oktober 2019 saya berangkat ke sana untuk yang kedua kalinya bersama dengan ibu. Menumpang kapal motor dan duduk di ruang nahkoda kapal. Kebetulan yang punya kapal motor ada hubungan saudara, namanya Wa Mamat tak lain tak bukan masih sepupu ibu saya. Jadi untuk transportasi kapal ke Pulau Panggang: gratis!
Catatan untuk kalian yang mau berangkat Ke Kepulauan Seribu (seperti pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang) dari pelabuhan cituis. Kapal yang digunakan sebenarnya untuk mengangkut barang kebutuhan pokok dan berbagai macam barang lainnya mulai dari furniture, motor, sampai bahan bangunan. Jadi menunggu muatan barang selesai dulu baru kapal bisa berangkat, itupun dengan catatan: kalau air di Muara pasang. Kalau airnya surut, yah terpaksa harus nunggu Pasang dulu. Pas Saya berangkat saja, kapal baru bisa keluar dari dermaga jam 1 siang.

Menuju Pulau Panggang Butuh waktu sekitar 2 jam. Jadi sampai Pulau Panggang Sekitar jam 3. Kenapa saya bilang di awal rekreasi ke Kepulauan Seribu sangat murah? Setelah kapal gratis, untuk penginapan lagi-lagi gratis karena numpang tidur di rumah pemilik kapal adiknya Wa Mamat, namanya Wa Akub, plus makan disediakan juga. Sangat hemat bukan :-D

Resiko datang sore jadi tidak bisa langsung jalan-jalan. Sore dan malam hanya dimanfaatkan untuk silaturahmi ke keluarga yang ada di sana. Dan bagi sekedar oleh-oleh dari darat.  Aktivitas jalan-jalannya baru bisa dilakukan pada hari kedua.

Jalan-jalan Hari kedua

Setelah subuh saya jalan-jalan pagi ke pantai timur pulau Panggang, tidak jauh dari kantor Kelurahan Pulau Panggang. Ada pantai berpasir Putih yang ada beberapa Spot foto yang instagramable. Cekrek dulu lah sebentar sambil menikmati udara segar dan pemandangan yang memanjakan mata.
Spot Foto
Tembok Pinggir pantai timur
Sekitar jam 10 saya ikut saudara pergi ke lahan rumput lautnya. Rumput laut merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh Mayoritas penduduk Kepulauan Seribu. Lokasinya tidak jauh dari pulau berkarya. Setelah lihat-lihat proses budidayanya, saya memanfaatkan waktu sambil menunggu saudara saya mengurusi tanaman-tanamannya yang luasnya 1 hektar itu dengan bermain snorkeling. Tepat jam 1 siang Kami balik lagi ke pulau panggang.
Mandi dulu
Snorkling
Istirahat di bagan
Sekitar jam 2-an saya menumpang ojek, sebutan untuk perahu antarpulau di sana, pergi ke pulau Pramuka. Pulau pramuka merupakan pusat administrasi pemerintahan Kabupaten kepulauan Seribu. Di pulau Pramuka saya berkunjung ke penangkaran penyu. Jenis penyu yang ditangkar di sini adalah spesies  penyu sisik. Ada petugas dari Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menjadi pemandu untuk turis.
depan kompleks penangkaran Penyu

Lepas dari penangkaran penyu, tepat di depan penangkaran ada jembatan Taman nasional Kepulauan Seribu. Merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.  Di atas jembatan kayu ini kita bisa melihat vegetasi mangrove dan vegetasi lamun, sejenis rumput laut yang menjadi makanan penyu sisik, spesies yang berbeda dengan rumput laut yang dibudidayakan masyarakat sekitar.
Gerbang TN Kepulauan Seribu
Berfoto bersama pengunjung lainnya

Vegetasi mangrove
Jembatan yang menjadi Landmark dari taman nasional Kepulauan Seribu ini merupakan tempat yang memiliki banyak Spot foto. Setelah puas foto sana sini saya pun pulang lagi ke Pulau panggang.
spot foto
Landmark TN Kepulauan Seribu
Besoknya Senin pagi, langit masih gelap penumpang kapal motor untuk pulang menuju pelabuhan cituis. Pulang kapalnya berbeda, kami tetap dapat gratis, karena yang punya masih sepupu ibu saya. Dan dari keluarga di sana Kami dikasih banyak oleh-oleh mulai dari ikan asin, rumput laut, dan tentu saja yang menjadi favorit: kerupuk ikan.

Catatan tambahan, karena kami dari rumah pakai sepeda motor dan dititip di penitipan motor dekat dermaga, ada biaya jasa titip sebasar Rp. 15,000 per malam.

No comments:

Post a Comment

Follow by Email