Thursday, December 3, 2020

BANTU SARANA PERMAINAN UNTUK TAMAN KONSERVASI KUPU-KUPU SUKARDI

December 03, 2020 0

Minggu lalu, saya membuka open donasi via kitabisa untuk penambahan Fasilitas Taman Kupu-kupu Sukardi. Taman kupu-kupu sukardi merupakan taman konservasi kupu-kupu. Didirikan sebagai upaya pengurangi penyusutan jumlah kupu-kupu di alam. Dari sisi edukasi, fasilitas penangkaran kupu-kupu seperti taman kupu-kupu dapat digunakan sebagai tempat pengamatan dan penelitian untuk mengetahui lebih rinci mengenai daur hidup dan perikehidupan berbagai spesies kupu-kupu. Dari sisi konservasi, pengetahuan mengenai kupu-kupu ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup kupu-kupu.



Didirikan dengan dana swadaya, kami ingin melengkapi fasilitas bermain untuk anak. Tujuan penggalangan dana ini adalah untuk menyediakan alat permainan outdor (play ground) agar semakin banyak anak yang tertarik untuk berkunjung dan memahami lebih jauh tentang kehidupan kupu-kupu.


Kami ingin menambahkan fasilitas play ground karena itu kami membuka open Donasi. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp. 8.000.000 (Delapan juta rupiah).


Ada dua channel yang bisa digunakan, yaitu lewat platform Kitabisa atau lewat transfer. Untuk anda ingin berdonasi lewat online sila klik kitabisa.com/tamankupu2sukardi.


Namun ada juga yang minta secara tradisional, lewat transfer saja. Saya pun manut dan menyediakan akun bank bca saya. Buat anda yang mau berdonasi lewat transfer bank silahkan lewat rekening berikut: 


Rek BCA kcp Moch. Toha No.rek 5875178927 an Ahmad Yunus. Jangan lupa kasih angka 20 dibelakang nominal agar memudahkan kami mengidentifikasi donasinya yah. Misalkan mau nyumbang Rp. 100rb, maka Donasinya Rp. 100.020. Lalu konfirmasi ke nomor WA 0812-2173-8508


Mohon doa dan donasinya untuk fasilitas bermain anak (play ground) di taman kupu-kupu sukardi.

Read more...

Saturday, November 28, 2020

Seandainya Saya Jadi Pemimpin, Wajib Bagi Siswa Tanam Pohon Kalau Mau Lulus

November 28, 2020 0

Seandainya saya menjadi pemimpin, ada satu kebijakan yang ingin saya golkan. Sebuah peraturan yang mewajibkan siswa sekolah menengah yang akan  lulus untuk menanam minimal satu bibit pohon sebagai syarat kelulusan. Serius, seandainya saya jadi pemimpin, wajib bagi siswa tanam pohon kalau mau lulus!. Gagasan ini saya ambil sebagai dampak dari perubahan iklim yang mengakibatkan  bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Gagasan untuk membuat peraturan Seperti di atas, tercetus pertama kali ketika saya terjuan menjadi relawan banjir bandang di Kabupaten Lebak. Saat itu saya melihat bagaimana luar biasanya bencana yang diakibatkan oleh kerusakan hutan. Banyak kampung yang hancur dan areal pertanian yang rusak parah akibat banjir bandang.

Areal Persawahan yang rusak akibat banjir bandang. Lokasi Kec. Sajira Kab. Lebak (Dokumentasi pribadi)


Perlu kita pahami bersama bahwa perubahan iklim mengakibatkan curah hujan dan peralihan musim yang tidak lagi bisa diprediksi. Banjir Bandang awal tahun 2020 adalah contohnya. Menurut analisis data BMKG, seperti yang dilansir kompas.com, banjir Bandang disebabkan oleh cuaca ekstrem yang lebih parah dibanding banjir pada 2015 dan 2017. Cuaca Ekstrem yang terjadi saat itu disebabkan oleh perubahan iklim.

Menanam kembali hutan-hutan yang sudah gundul dapat menjadi solusi mencegah banjir bandang dan longsor akibat perubahan iklim. Selain itu, menanam pohon juga dapat menampung air hujan. Sehingga ketersediaan air di hulu maupun sepanjang daerah aliran  sungai (DAS) dapat dijaga, khususnya saat kemarau panjang. 


Gagasan Peraturan Menanam Pohon 

Saya sudah membahas latar belakang atau alasan kenapa punya gagasan untuk melahirkan peraturan yang mewajibkan menanam pohon bagi siswa sekolah menengah yang mau lulus. Kali ini kita akan membedah ide besar dari gagasan ini.

Dipilihnya siswa sekolah menengah baik pertama ataupun atas, karena mereka sudah lebih paham tentang perubahan iklim dibandingkan dengan anak-anak sekolah dasar. Sehingga mereka diharapkan akan memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan. Gagasan kebijakan ini juga adalah untuk mendorong peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan dan mencegah dampak buruk perubahan iklim.

Saya mengusulkan sistem Zonasi pada peraturan yang digagas. Zonasi penanaman pohon dibagi menjadi 3 zona. Zona pertama adalah pegunungan dan hutan, Zona kedua adalah pesisir pantai, sedangkan zona ketiga adalah zona perkotaan. Kegiatan penanaman dan jenis tanaman bisa disesuaikan dengan zona dimana sekolah berada. Misalkan, untuk sekolah yang berada dekat dengan pesisir pantai para siswa diarahkan untuk menanam bakau, zona pekotaan dapat menanam di areal DAS atau trotoar jalan,  Zona pegunungan areal lahan kritis.

Jenis tanaman yang akan ditanam adalah tanaman keras. Untuk varietas tanaman sendiri dibebaskan sesuai zonasi. Tinggi minimal bibit pohon adalah 50 cm. Satu orang siswa wajib menanam satu pohon, yang pelaksanaannya diatur sekolah masing-masing sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Sebagai bentuk apresiasi telah ikut menanam pohon, siswa diberikan sertifikat sebagai syarat kelulusan sekolahnya.

Demikianlah gagasan saya Seandainya saya menjadi seorang pemimpin. Entah kapan tahu mimpi ini bisa diwujudkan menjadi sebuah peraturan yang mengikat. Akan tetapi meskipun Saat ini saya bukanlah seorang pemimpin, saya tetap merintis jalan untuk mengajak generasi muda menanam pohon. 

Bulan November tahun ini, untuk memperingati hari menanam pohon Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 November, saya sudah menyiapkan bibit tanaman gratis. Kurang lebih 100 bibit tanaman sudah berhasil saya sediakan. 25 batang saya serahkan kepada karang taruna Desa Gintung sebagai peran  generasi muda mencegah perubahan iklim. Sisanya saya bagikan kepada pengunjung Taman kupu-kupu Sukardi. 


Terakhir sebagai penutup Tulisan ini saya teringat sebuah pesan,

"Jika panas mengganggu, tanamlah pohon. Jika air mengganggu, tanamlah pohon. Dan jika Anda menyukai kehidupan, tanamlah banyak pohon."




Read more...

Thursday, November 12, 2020

Hiu Tutul muncul diperairan Tangerang, Perlukah panik?

November 12, 2020 0

Warga Tangerang, khusunya daerah pesisir pantai sedang heboh soal seekor ikan hiu tutul muncul di laut utara Kabupaten Tangerang, Banten. Penampakan hiu tersebut terekam oleh video nelayan dan viral di media sosial.


Kasatpolair Polresta Tangerang, AKP Rony Effendi membenarkan kejadian tersebut. Seperti yang dilansir Kompas.com, Hiu tutul tersebut, kata Rony, muncul pada Rabu (11/11/2020) pagi di sekitar bagan nelayan di perairan Teluk Naga, Tangerang. Selain Perairan Teluk Naga, ikan besar tersebut terkonfirmasi pernah terlihat di wilayah perairan Tanjung Kait Kecamatan Mauk saat pergantian musim dari angin timur ke musim angin barat.


Hiu Tutul memang sering terlihat di perairan utara Tangerang. Beberapa tahun silam, hiu tutul pernah mati terdampar di perairan Kronjo. Sebenarnya bukan hanya hiu tutul yang sering terlihat di perairan utara Tangerang, di jalur feri Rawasaban ke pulau pramuka kita juga bisa menemukan ikan lumba-lumba.



Hiu tutul sendiri nama resminya adalah hiu paus. Sebutan hiu paus karena memiliki ukuran paling besar dibandingkan jenis hiu lainnya, Hiu tutul bisa tumbuh hingga mencapai panjang 12 meter dengan bobot bisa mencapai hingga 20 ton lebih. Di masyarakat luas,  penyebutan nama hiu tutul lebih familiar dibandingkan penyebutan hiu paus, karena tutul-tutul pada kulitnya yang memudahkan identifikasi jenis ikan besar ini. 


Perlukah panik dengan kemunculan hiu tutul? 


Jawabannya tidak. Hiu tutul bukanlah makhluk ganas yang menyerang manusia seperti hiu putih. Meskipun masuk dalam kelompok hiu, hiu tutul sedikit berbeda dengan hiu kebanyakan. Hiu ini dikenal sebagai hiu yang "jinak". Hiu tutul tidak memiliki gigi yang tajam seperti hiu putih. 

Tidak ada laporan yang menyebutkan hiu tutul menyerang manusia. Berbeda dengan hiu putih yang dianggap predator berbadaran dingin, serta memiliki catatan penyerangan terhadap manusia. 

Makanan pokok hiu tutul adalah plankton, udang kecil dan ikan kecil. Hiu ini menggunakan sejenis penyaring untuk mendapatkan makanannya. 


Kemunculan hiu tutul diperaian Indonesia adalah hal yang wajar mengingat hiu yang nama ilmiahnya Rhincodon typus ini sebaran hidupnya memang di perairan tropis dan subtropis hangat. Hiu tutul memiliki habitat pelagis, yang menurut ahli perikanan berarti bahwa hiu jenis ini lebih banyak menghabiskan waktu di permukaan atau kolom perairan. Hiu ini dapat dijumpai di perairan lepas hingga perairan pantai, bahkan kadang masuk ke daerah laguna di pulau atol. 


Hiu tutul ini masuk kedalam ikan yang dilindungi di Indonesia. Keberadaan hiu imi dilindungi dengan status Perlindungan Penuh menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus. Secara Internasional pun, hiu tutul termasuk ikan yang dilindungi dengan masuk ke dalam daftar CITES Appendix II pada tahun 2003.

Read more...

Tuesday, November 10, 2020

Pahlawan: Pahala Wan

November 10, 2020 0

 



Saya pernah membaca bahwa pahlawan itu berasal dari dua suku kata yang digabungkan jadi satu: pahala dan wan. Pahala menandakan banyak jasa dan wan untuk orang. Jadi pahlawan adalah orang yang banyak jasanya. 


Tentu kita memiliki pandangan yang berbeda tentang sosok pahlawan yang ideal.  Tergantung sudut pandang dari dan inspirasi dari pahlawan itu sendiri. Bagi saya sosok pahlawan bukan hanya jagoan semacam avanger atau Naruto. Tapi orang yang memiliki pengaruh positif pada masyarakat sekitarnya. Serts tindakanya menjadi inspirasi bagi perubahan masyarakat ke arah lebih baik.


Kembali lagi ke kata pahala dan wan, ini mengingatkan saya pada Hadist masyhur, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia "


Jadi siapapun bisa menjadi pahlawan. Lagi pula di zaman bukan perang seperti saat ini, pahlawan bukan lagi dimonopoli pasukan medan perang, tapi orang-orang yang tindakannya berpengaruh positif bagi masyarakat sekitarnya. Anda pun bisa menjadi pahlawan, minimal pahlawan lokal di sekitar anda tinggal.


Selamat Hari Pahlawan

Read more...

Monday, October 12, 2020

Kelebihan dan Kekurangan pengunaan Internet sebagai Media Pembelajaran.

October 12, 2020 0

Kelebihan dan Kekurangan pengunaan Internet sebagai Media Pembelajaran.

Ahmad Yunus Sukardi*



Pandemi Covid 19 memaksa dunia pendidikan menutup kegiatan tatap muda di dalam kelas. Alasan kemanan dan pencegahan penyerabaran covid membuat dunia pendidikan dihadapkan pada masalah yang belum pernah ditemui dunia pendidikan Indonesia. Pembelajaran jarak jauh lewat internet, kini menjadi tumpuan kegiatan belajar mengajar menggantikan tatap muka  di kelas-kelas sekolahan.

Internet memang dalam satu dekade dijadikan sebagai salah satu media pendukung kegiatan belajar. Lambaga pendidikan jarak jauh seperti Universitas Terbuka menggunakan kelas online sebagai sarana media pembelajaran.  Sementara bimbingan belajar online juga menjadi barang baru, keberadannya baru booming seiring kemunculan startup-startup Bimbingan belajar yang dana promosinya fantastis.  Penggunaan internet sebagai media belajar tatap saja tidak merata, khususnya sekolah dasar dan sekolah menengah belum memiliki sistem pembelajaran online yang baik.

Pengunaan internet sebagai media belajar tetap menjadi tantangan tersendiri, terlebih lagi internet sebagai media pembelajaran pasti memiliki kelebihan serta kekurangannya. Tulisan ini akan membahas kelebihan dan kekurangan internet sebagai media pembelajaran.

Internet memiliki kelebihan sebagai media pembalajaran sebagai berikut:

  1. Internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara. Kini, berkat internet batas geografis menjadi kabur. Pengiriman teks pelajaran menjadi lebih mudah dan efisien. Buku Sekolah Elektronik (BSE) adalah contohnya. Dengan format digital, BSE yang diunggah ke internet dapat dengan mudah diakses dan diunduh oleh berbagai pihak.
  2. Akses informasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak perneh tidur. Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
  3. Akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar monitor ponsel pinter atau komputer kita.
  4. Internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas elearning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti udemy, dsb. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.
  5. Kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting.
  6. Dibandingkan dengan membeli buku atau majalah asli, penelusuran informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita btinggal mengunduh atau mencetak informasi yang kita butuhkan.
  7. Konvergensi media yang beragam. Teknologi digital memiliki berbagai format yang memanjakan mata. Dunia pendidikan tidak lagi kaku dengan tampilan papan tulis, gambar, atau radio. Berkat teknologi digital kita bisa melihat tampilan yang interaktif, animasi seru, dan tampilan audio visual yang memudahkan murid menyerap pelajaran.

Kekurangan Pengunaan internet sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Kebutuhan akan perangkat untuk mengakses internet seperti telepon pintar, Tab, laptop maupun PC. Spesifikasi perangkat juga akan berperan besar dengan kelancaran mengakses internet. Menggunakan perangkat dengan spesifikasi rendah akan membuat akses internet menjadi lambat, terlbih jika mengakses platform konferensi online seperti zoom.
  2. Informasi yang tersedia di internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya kita butuhkan. Kemampuan memilah mana informasi yang berbobot dengan yang kurang berbobot terlebih lagi hoaks menjadi penting bagi peserta didik.
  3. Internet bersifat interaktif dengan menyediakan banyak sekali link-link menuju situs tertentu yang terkadang membuat penggunanya untuk mengkliknya, akibatnya justeru membuat pencarian informasi yang dilakukan menjadi terbengkalai dan lepas kendali.
  4. Salah satu kelemahan internet yang sangat terasa dan sangat mengganggu adakah resiko terkena virus komputer yang mudah menyebar, baik melalui email maupun melalui file-file yang kita unduh.
  5. Internet memiliki ketergantungan pada jaringan telepon dan ISP yang berdampak pada kecepatan akses dan biaya pemakaian. Semakin bagus infrastruktur internet di suatu wilayah, maka kecepatan aksesnya lebih cepat dibandingkan wilayah yang infrastruktur internetnya buruk, sementara infrastruktur internet di Indonesia masih terfokus ke kota-kota besar sedangkan di daerah masih sangat minim. Pengunaan data internet, khusunya yang menggunakan data dari layanan telepon selular juga tidak murah, apalagi jika kegiatan pembelajaran menggunakan platform konferensi online sepeerti zoom meeting atau google meet yang memakan kuota internet besar, semakin besar data makan semakin besar juga pengeluaran untuk beli kuota internet.

Demikianlah kelebihan dan kekurangan internet sebagai media pembelajaran yang dapat penulis paparkan.


---

*Penulis tinggal di Tangerang 

Buat kamu yang ingin menggunakan artikel ini untuk tugas sekolah atau kuliah, penulisan daftar pustakanya seperti contoh di bawah ini:

Ahmad Yunus Sukardi. 2020. Kelebihan dan Kekurangan pengunaan Internet sebagai Media Pembelajaran. http://ahmadyunussukardi.blogspot.com/2020/10/kelebihan-dan-kekurangan-pengunaan.html (Diakses Tanggal...)

Read more...

Saturday, October 3, 2020

Mengenal Bunga matahari (Helianthus annuus L.)

October 03, 2020 0

 


Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30 cm). Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga Matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap / condong ke arah matahari atau heliotropisme. Orang Prancis menyebutnya tournesol atau "pengelana Matahari". Namun, sifat ini disingkirkan pada berbagai kultivar baru untuk produksi minyak karena memakan banyak energi dan mengurangi hasil.

Bunga matahari merupakan tumbuhan terna semusim yang berasal dari Amerika Tropik bagian utara (Meksiko), tinggi 3m sampai 5m tergantung varietasnya. Daun tunggal lebar. Batang biasanya ditumbuhi rambut kasar, tegak, jarang bercabang. Buahnya bertipe buah kurung (achene). Buah kering berdinding agak keras dan tak terlalu tebal ini sering disangka 'biji' bunga Matahari, karena memang tidak dapat dengan mudah dibedakan. Biji yang sesungguhnya terletak di dalam, terlindung oleh buah yang serupa tempurung.

Bunga matahari menyukai tanah yang subur dan hangat. Tumbuhan ini menyukai suasana yang cerah. Mengingat asalnya, tumbuhan ini cocok tumbuh pada tempat dengan iklim subtropik. Di daerah tropika hasilnya tinggi jika ditanam pada dataran tinggi. Saat ini beberapa jenis varietas tanaman bunga matahaari yang sudah dikembangkan di Indonesia, sudah dapat tumbuh di dataran rendah.

Perkembangbiakan bunga matahari dilakukan melalui penyerbukan alami dengan bantuan serangga atau penyerbukan buatan oleh manusia.

Manfaat bunga matahari

Bagian bunga matahari yang mempunyai peran penting dalam bidang kesehatan adalah bijinya. Biji bunganya tidak hanya bisa diolah menjadi camilan, namun biji berwarna kehitaman tersebut juga memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Dikutip dari Rimbakita.com Berikut ini adalah beberapa khasiat biji bunga matahari, antara lain:

  • Menurunkan Kadar Kolesterol – Biji bunga matahari mengandung pitosterol yang berkhasiat baik untuk menurunkan kadar kolesterol. Oleh sebab itu bagi para penderita kolesterol disarankan untuk mengonsumsi biji bunga matahari secara rutin.
  • Menyehatkan Sistem Saraf – Kandungan lain di dalam biji bunga matahari adalah zat magnesium dengan jumlah yang tinggi. Zat tersebut mampu merefleksi otot yang mengalami kram dan mampu menyehatkan sistem saraf, sehingga penyakit seperti hipertensi tidak mudah menyerang.
  • Anti Infalamasi – Biji bunga matahari juga mengandung vitamin E dalam jumlah besar. Vitamin E berperan dalam proses pelarutan lemak dan sebagai antioksidan. Kandungan ini mampu mencegah radikal bebas masuk ke dalam tubuh.
  • Mencegah Penyakit Kardiovaskuler – Vitamin E yang terkandung di dalam biji bunga matahari juga efektif untuk mencegah munculnya penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung. Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi vitamin E memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit kardiovaskuler.
  • Mencegah Kanker – Selanium adalah salah satu zat yang terkandung di dalam biji bunga matahari. Zat ini mempunyai peran penting dalam memperbaiki DNA yang rusak dan membunuh sel abnormal, sehingga perkembangan sel kanker menjadi terhambat.

 Catatan Pribadi

Saya menanam bunga matahari dari biji. Biji yang saya tanam adalah Kanigara dari IPB, harganya murah dan satu bungkusnya lebih banyak daripada merek lain. Benih Bunga Matahari Kanigara IPB mempunyai banyak bunga dalam satu tanaman mahkota bunga berwarna orange, terdiri satu bunga utama berukuran besar dan bunga lainya berukuran kecil 

6 dari 10 biji yang saya semai berhasil tumbuh, namun hanya tiga tanaman yang berhasil tumbuh besar. Bunga matahari ini saya tanam di taman kupu-kupu sukardi sebagai pohon nectar untuk makanan kupu-kupu.



Read more...

Saturday, September 26, 2020

Cicilan koleksi buku

September 26, 2020 0


Lebih dari 200 buku koleksi yang saya punya telah saya buatkan deskripsi singkat dan nomor panggilnya, berarti itu sudah 2/3 dari jumlah koleksi buku yang saya punya. 

Untuk menampung data koleksi buku yang saya punya,  saya membuat blog Pustakaloka Nus. Di mulai sejak tahun 2017. Dari catatan dashboard blogger, tercatat tahun 2018 adalah tahun paling banyak koleksi buku diupload, setidaknya ada 140an judul buku.

Salah satu kendala paling sulit mungkin konsistensi yah. Saya tidak konsisten untuk mengupload data buku yang saya koleksi. Malah tidak punya target kapan mau diselesaikan.  

Saya baru ingin menyelesaikan cicilan koleksi buku ini tahun ini. Saat pandemi dan banyak waktu di rumah. Apalagi setelah Beres-beres koleksi buku pertengahan Agustus lalu, saya sadar bahwa apa yang sudah dikerjakan sejak tahun 2017, sudah lebih dari setengah koleksi buku yang saya miliki saat ini. 

Setidaknya ada dua hari yang bisa digunakan, senin dan kamis dimana saya tidak melakukan aktivitas fisik terlalu banyak. Buku-buku yang akan saya buatkan deskripsi lalu diupload, saya taruh di samping meja kerja. 



Yah, semoga saja tahun ini, cicilan Buat upload koleksi buku kelar. 

Selanjutnya apa? 

Jujur saja mimpi kecil saya adalah membuat perpustakaan pribadi yang bisa diakses publik, meski saya juga belum tentu mau meminjamkan koleksi yang sudah saya punya. Mengingat banyak juga buku yang dipinjam orang sampai sekarang belum  balik malah gak tau lagi di mana rimbanya. Mungkin hanya untuk dibaca di tempat!

Read more...

Sunday, September 20, 2020

Mengenal Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet)

September 20, 2020 0

Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet) merupakan salah satu tanaman hias yang berfungsi juga sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu. Di pasaran dikenal dengan sebutan Japanese Glorybower, untuk membedakan dengan bunga celosia yang kadang direbut juga bunga pagoda. Nama lain bunga pagoda yaitu Senggugu atau Tombak Raja.



Umumnya, ditanam di taman, pekarangan rumah, atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.

Rekomendasi dataran dan kondisi tempat tumbuh optimal adalah dataran rendah tinggi, suhu panas maupun dingin. Untuk kebutuhan sinar matahari adalah full sun (penyinaran sepanjang hari).

Manfaat Bunga Pagoda

Akar bunga pagoda dapat digunakan sebgai antiradang, peluruh kencing, menyembuhkan bengkak, dan menghancurkan darah beku. Daun bunga pagoda dapat digunakan untuk mengeluarkan nanah dan sebagai obat antiradang. Sedangkan, bunganya sendiri dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan.

Catatan pribadi

Tanaman yang sangat sulit nyarinya di Tangerang. Mesen ke tukang bunga pun nihil. Saya beli via marketplace dari toko bunga di Kota Batu Jawa Timur. Diantara Pohon lain yang pernah saya beli, ini adalah pohon yang asalnya paling jauh. Harganya lumayan mahal dibandingkan bunga lain yang pernah saya beli. 

Perawatan awal, ketika bibit tanaman datang sebaiknya ditaruh ditempat teduh. Daun akar layu dan gugur, baru muncul daun yang segar. Jika sudah tumbuh daun lagi, baru tanaman biss dipindahkan ke tanah atau pot yang lebih besar, untuk pot sebaiknya yang ukuran 60 cm. 

Tujuan beli untuk dijadikan tanaman nektar Taman Kupu-kupu Sukardi. Bunganya merupakan bunga ke sukaan kupu-kupu. Termasuk kupu-kupu langka Raja Troides yang dilindungi.



Read more...

Saturday, September 19, 2020

9 SUMBER IDE UNTUK DONGENG

September 19, 2020 0

Tulisan ke tiga dari mendongeng,  tulisan sebelumnya  12 MANFAAT DONGENG dan SEKILAS TENTANG DONGENG

Sering kali yang terjadi ketika anak- anak meminta untuk didongengi, reaksi kita malah mengerutkan kening. Bingung! Tak tahu harus dongeng apa. Susah dapat inspirasi. Kekeringan ide yang melanda. Ide merupakan hal terpenting dalam dongeng. Tapi jangan khawatir, sebagai karya yang bias dikatagorikan sebagai fiksi, banyak sekali sumber ide yang bisa digunakan untuk dongeng. Dari mulai benda di sekitar kita, hewan, tumbuhan, kita sendiri, anak, sampai hal-hal aneh yang tidak nyata dan rasional pun bisa kita jadikan dongeng. Jangan pernah ragu untuk mengambil ide apapun untuk dijadikan dongeng, walau sesederhana apapun dongeng kita, tetap akan menjadi hal menarik bagi anak.




Berikut ini adalah sumber - sumber ide untuk dongeng:


1. Kisah dari Al Quran

Lewat perantara Malaikat Jibril as, Allah SWT menurunkan wahyunya kepada Rasulullah saw. Allah telah memberikan pelajaranpelajaran yang luar biasa hikmahnya, sarat nasihat dan pelajaran hidup. ada begitu banyak kisah yang Allah sampaikan dalam Al Quran. Sampai–sampai Allah mengatakan bahwa kisah dalam Al Qur’an adalah kisah paling baik.

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang–orang yang belum mengetahu.” (QS. 12:3).

Berikut ini adalah kisah dalam Al Quran yang bisa kita jadikan pilihan dongeng untuk anak:

Kisah tamu Nabi Ibrahim QS. Al Kahfi ayat 51 dan 57; Adz Zariyat ayat 24 - 30

Kisah Ashabul Qoryah QS. Yasin ayat 13 - 39

Kisah Nabi Zulkarnain QS. Al Kahfi ayat 83 - 98

Kisah Maryam QS. Maryam ayat 16 - 36; At Tahrim ayat 12

Kisah Pemilik Dua Kebun QS. Al Qalam ayat 17 - 33

Kisah Pasukan Gajah QS. Al Fill ayat 2 – 5

Kisah Tentang surga QS. Ar Radu ayat 35; Muhammad ayat 15

Atau bisa juga tentang pertanyaan tentang penciptaan sesuatu dan jawabannya

Tentang Allah QS. An Nur ayat 35

Penciptaan Gunung QS. Ar Radu ayat 3; An Nabaa' ayat 7; An Nahl ayat 15; Ar Mursalat ayat 27

Penciptaan Laut dan Sungai QS. An Nahl ayat 14 - 15

Penciptaan Hewan QS. Al Baqarah ayat 164; An Nahl ayat 5

Penciptaan Tumbuhan QS. Al An'am ayat 99

Kisah - kisah di atas hanyalah sebagian saja. masih banyak lagi kisah - kisah dan ide - ide lain yang dapat kita jumpai dalam Al Quran untuk dijadikan sumber inspirasi dalam mendongeng.


2. Kisah Para Nabi dan Rasul

Buku kisah Nabi dan Rasul sudah banyak beredar di berbagai toko buku. Jika punya dana lebih, kita bisa membelinya sesuai selera. Dan mengenai akhlak pun, kita tidak akan terlalu sulit untuk mencari kisah - kisahnya. Karena seluruh kehidupan Rasulullah mencerminkan Akhlak Al Quran (the living quran). Juga sebagai sumber mata air keteladanan yang tak pernah kering.

Mempelajari dengan seksama akan membuat kita mengetahui berbagai aspek kehidupan nabi, seperti kepribadian, akhlak, lingkungan, budaya, wawasan, pola pikir, bermuamalah, berumah tangga, bermasyarakat dan bernegara.


3. Dari Pengalaman kita.

Sadar atau tidak, kita juga adalah cerita. Perjalanan hidup yang telah kita lalui adalah penggalan-penggalan kisah tentang kita di dunia ini. Banyak kisah yang telah kita lalui. Pahit, manis, asam, dan getirnya hidup telah mewarnai perjalanan usia kita. Kita pernah mengalami masa kecil seperti anak-anak saat ini. Dan itu bisa dijadikan sebagai sumber ide untuk mendongeng.

Mungkin saat anda kecil belum ada televisi, kalau sekolah harus menyeberangi sungai, atau menggembala kerbau, dan segala sesuatu yang tidak ditemukan anak masa kini akan menjadi hal menarik bagi anak. Andrea Hirata juga menjadikan kisah masa lalunya sebagai sumber ide untuk novelnya yang jadi bestseller, tetralogy Laskar Pelangi. Deborah Joy Corey (Losing Eddie) menulis buku ketiganya, masih berkisar tentang pengalaman masa kecilnya. Mark Twain (Huckleberry Finn): menulis dengan menggunakan pengalaman masa kecilnya dengan menciptakan orang yang benar-benar berbeda dengan dirinya. Apakah anda punya kisah seru di masa lalu, kenapa tidak membaginya untuk orang lain?

Hanya saja, perlu kita perhatikan bahwa kenangan kita di masa lalu harus disesuaikan dengan tuntutan masa kini. Dengan kecenderungan cita rasa anak - anak masa kini.

Sebab anak-anak masa kini hidup dalam dunia yang berbeda dengan masa ketika kita masih kanak-kanak. Meskipun penghayatan fisik dan psikis secara universal semua anak sama saja di mana-mana, namun perkembangan teknik dan nilai-nilai budaya yang berbeda membawa perbedaan pula terhadap pandangan dan daya tanggap setiap anak.


4. Dari Pengalaman Sehari-hari.

Kita bisa saja mengambil ide dari pengalaman yang baru saja dialami oleh anak. Misalnya anak marah karena tidak dibelikan mainan atau anak sedang sedih karena benda kesayanganya rusak. Juga pengalaman lainnya. Merekalah sumber ide untuk mendongeng yang tak pernah kering. Perhatikanlah tingkah lakunya. Bagaimana anak merengek minta dibelikan sesuatu. bagaimana ia menghentakhentakan kakinya ketika mengambek.

Dongeng dari pengalaman anak sendiri ini akan lebih berkesan, karena emosional anak ikut terlibat secara penuh. Kita akan lebih mudah memberikan nilai–nilai kebaikan pada anak dengan nyaman melalui dongeng ini.


5. Ide dari Anak

Bingung diberondong permintaan anak untuk mendongeng? bila ide mentok kenapa tidak minta saja idenya dari anak. Coba anda tanyakan, "Ade, mau dongeng apa?" maka kita akan mendapatkan ide orisinal dari anak serta kejernihan hatinya. Pada anak usia 4-6 tahun, ide yang mereka sampaikan masih terbatas pada judul dongeng.

Misalnya, 'monyet dan kancil' atau 'Ratu bunga', pada usia di atasnya, anak sudah bisa membuat alur ceritanya sendiri walaupun sedikit dan sederhana. misalnya, 'monyet dan kancil berebut makanan, mereka membuat lomba untuk menentukan siapa yang boleh mendapatkan makanan itu. Semakin tinggi usia anak, daya kreatif dan imajinasi mereka semakin bagus. Ini pun sekaligus sebagai bentuk penghargaan kita kepada ide anak. Dan kita pun akan diuntungkan karena tinggal mengolah ceritanya saja.


6. Dari Buku

Tidak semua orang hafal banyak dongeng secara lengkap. Oleh sebab itu, buku cerita dapat dipakai sebagai sumber ide untuk mendongeng. Ini adalah cara termudah dalam mendongeng. Kita bisa menjiplak dongeng yang ada dalam buku, dengan cara menceritakan kembali buku yang telah kita baca. Apabila kita belum membaca ceritanya terlebih dahulu, kita juga bisa membacakannya langsung.

Buku-buku dongeng untuk anak banyak sekali di pasaran. Baik yang ditulis oleh orang dewasa, maupun oleh anak-anak sendiri (penulis cilik). Cerita yang ditulis oleh anak-anak, apa yang mereka ungkapkan memang sesuai dengan dunia mereka sendiri, yaitu dunia anak-anak. Cerita yang ditulis oleh orang dewasa pun mencerminkan dunia anak dan ditulis dengan teknik-teknik penulisan cerita anak.

Manfaat lainnya, jika kita membiasakan diri mendongeng dengan buku, mau tidak mau kita akan terlibat dengan buku, karena kita harus memilih buku yang didongengkan. Lama kelamaan kita akan tahu mana buku yang baik untuk anak dan buku yang buruk untuk anak.


7. Cerita Rakyat

Indonesia adalah negara yang sangat kaya budayanya. Khazanah budaya kita juga menyimpan cerita rakyat yang melimpah ruah banyaknya. Tiap daerah pasti punya cerita rakyatnya, baik itu kisah asal asul daerah tersebut, cerita kepahlawanan, dan sebagainya. Namun, perkembangan berbagai bentuk sastra lisan, termasuk cerita rakyat, tidak sepesat dahulu. Hal ini mungkin disebabkan karena makin longgarnya ikatan adat dan kebiasaan dalam masyarakat atau juga karena ketidakpedulian masyarakat, terutama generasi mudanya. Cerita rakyat ini bisa kita jadikan sebagai sumber ide untuk mendongeng. sekaligus memperkenalkan anak kepada kebudayaan bangsa Indonesia.


8. Mimpi

Berapa banyak mimpi yang kita alami hanya berlalu begitu saja? Robin Hemley (The Last Studebaker dan All You Can Eat) mengatakan salah satu sumber cerita adalah mimpimimpinya.

Suatu hari ia terbangun dengan satu bayangan seorang lelaki yang menggali kebun milik istrinya. Bekas impian itu ia olah menjadi bahan baku cerita, mengisahkan seorang lelak yang dihantui rasa bersalah dan cinta akibat bercerai dengan istrinya. Sebagai ungkapan kerinduan, cinta, perasaan berdosa setiap hari ia menanam bunga di kebun miliknya.

Mimpi bisa juga kita jadikan sebagai sumber cerita untuk dongeng pada anak. Yang perlu diperhatikan adalah apakah ada hikmah yang bisa kita sampaikan dari dongeng yang idenya kita ambil dari mimpi.


9. Gubahan Cerita

Bisa saja kita mendongeng dari gubahan cerita. Kita juga boleh mengubah ide cerita dengan tokoh yang sudah dikenal anak, akan tetapi alur ceritanya diubah. Misalnya tokoh Naruto adalah anak saleh yang patuh pada orang tua. Bisa juga cerita lainnya dengan tokoh Avatar, Dora, Tsubasa, atau tokoh - tokoh yang tidak asing bagi anak.

Pada saat kita mendongeng dengan tokoh yang sudah dikenal oleh anak dengan versi lain, anak akan terangsang daya pikirnya bahwa dunia ini tidak hanya seperti yang mereka ketahui. Pengubahan tokoh ini sekaligus sebagai wadah 'pembetulan' karakter tokoh yang tidak Islami.

Pertemuan para tokoh dalam satu cerita juga boleh. Bahkan kita juga bisa mengembangkan cerita yang satu dengan cerita yang lain. Misalnya kita akan menggabungkan cerita Malin Kundang dengan Cinderella dan Roro Jongrang. 

Maka cerita yang terjadi adalah Malin Kundang anak yang durhaka dikutuk oleh ibunya, bukan menajdi batu, akan tetapi menjadi sepatu kaca. Dan oleh ibu si Malin Kundang ini, sepatu kaca itu dipakai kesebuah pesta, namun karena terburu - buru, sepatu itu ketinggalan di pesta. Lalu sang pangeran yang berdansa dengan ibu Malin Kundang tak bisa tidur karena melihat sepatu kaca itu dan terus memikirkan ibu Malin Kundang. 

Akhirnya sang Pangeran berkeliling ke wilahyahnya untuk mencari pemilik sepatu kaca itu. Sang Pangeran pun akhirnya berhasil menemukan ibunya Malin Kundang. Dan sang Pangeran meminta ibunya Malin Kudang untuk menjadi istrinya, akan tetapi ibunya Malin Kundang mengajukan syarat agar membuatkan seribu sekolah dalam satu bulan. Sang Pangeran memenuhi persyaratan itu.

Sang Pangerang kerja keras selama satu bulan untuk membuat sekolah. Dan persyaratan itu pun terpenuhi oleh Pangeran. Akan tetapi, ibu Malin Kundang mengingkari janjinya, ia tidak mau menikah dengan pangeran. Karena tidak memenuhi janjinya, sang Pangeran mengutuk ibu Malin Kundang menjadi tiang.

Wah menarik bukan. Tentu anak akan terangsang untuk mengetahui akhir ceritanya. Hanya saja, untuk anak yang masih dibawah lima tahun akan kesulitan memahami alur ceritanya, jadi sebaiknya dongeng seperti ini untuk anak usia diatas empat tahun.


Referensi 

Afra, Afifah (2007). How To Be A Smart Writer. Solo: Indiva Media Kreasi

Annida. (2004). Buku Sakti Menulis Fiksi. Jakarta: Pustaka Annida

Liotohe, Wimanjaya K. (1991). Petunjuk Praktis Mengarang Cerita Anak – Anak. Jakarta: Balai Pustaka

Nur’aini, Farida. (2007). Ma, Dongengin Aku Yuk!. Solo: Indiva Media Kreasi

Seokanto SA (1998). Seni Bercerita Islami. Depok: Bina Mitra Press

Syahrezade, Ryan (2002, Agustus). Teknik Bercerita untuk Anak. Warta, hal 19 – 20

Yudisia,Sinta. 2009. Sumber Cerita Fiksi. http://sintayudisia.wordpress.com/2009/01/31/sumber-cerita-fiksi MANFAAT DONGENG


Read more...

Saturday, September 12, 2020

12 MANFAAT DONGENG

September 12, 2020 0

”Cerita sangat bertenaga dan penelitiantelah membuktikan bahwa cerita berperan amat signifikan, bukan hanya dalam perkembangan bahasa anak, tetapi juga perkembangan emosional dan psikologisnya.” (Mary Walsh)

Zaman terus berubah. Kemajuan teknologi sangat deras. Lalu muncul dalam benak kita. Di zaman modern ini masih perlukah kita melakukan kegiatan yang sifatnya kuno, seperti mendongeng?



Ternyata, di saat perkembangan teknologi audio-visual kian maju dan maraknya ’dongeng – dongeng’ modern di layar televisi, serta kian membanjirnya buku–buku cerita impor, kegiatan mendongeng bukan tidak diperlukan lagi. Anak–anak tetap membutuhkan dongeng dalam hidup mereka.

Anggapan anggapan miring bahwa mendongeng atau membacakan cerita anak bagi kebanyakan orang tua atau pendidik merupakan pekerjaan buang – buang waktu dan membosankan harus disingkirkan. Karena kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa dengan mendongeng atau membacakan cerita anak akan mendapatkan banyak manfaat, baik bagi anak maupun bagi pendongengnya sendiri.\

Tidak percaya, kita buktikan! Saya akan memberikan fakta dan data dari manfaat dongeng yang akan membuka lebar cakrawala pandangan anda. Berikut ini adalah manfaat dari dongeng:

 

1. Menumbuhkan Kebersamaan dengan Anak

Pada usia pertumbuhan, anak selain memerlukan kebutuhan jasmani, seperti makan, minum, dan sarana lahiriah lainnya, anak juga memerlukan kebutuhan perkembangan jiwa, termasuk rasa aman dan kebersamaan dengan orang tua. Dan di sekolah pun, anak – anak emerlukan perhatian dan hubungan yang baik dengan gurunya.

Kegiatan mendongeng menjadikan hubungan anak dan orang tua atau pendidik semakin dekat. Baik secara fisik maupun psikologis. Anak akan merasa diperhatikan, merasakan kenyamanan, dan merasa dicintai. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian  ang menunjukkan bahwa orang tua yang suka mendongeng menjelang tidur, cenderung lebih akrab dengan anak–anak dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktivitas mendongeng.

Menurut Supriyanto (2002), setidaknya ada tiga alasan mengapa mendongeng dapat menumbuhkan kebersamaan dengan anak: Pertama. Dengan mendongeng anak akan ikut menyimak sehingga terjadi kontak mata antara pendongeng dengan anak. Kedua, Adanya kontak mata juga akan diikuti dengan kontak fisik antara pendongeng dengan anak. Ketiga, Setelah terjadi kontak mata dan sentuhan fisik, maka proses lain yang akan terjadi adalah kontak pembicaraan.

Manakala anak merespon isi cerita, misalnya dengan cara menyakan atau berkomentar atas cerita itu. Maka kontak mata, sentuhan, dan pembicaraan akan terjalin. Selain itu, kegiatan mendongeng juga dapat dijadikan sebagai sumber umpan balik dari anak. Orang tua atau pendidik dapat mengenal lebih dekat aspirasi, kepekaan perasaan, ketajaman intuisi, kedalam jiwa, bahkan kearifan sosial dan keluasan wawasan hidup anak.

 

2. Melatih Tingkat Emosi Anak

Melalui dongeng, orang tua atau pendidik sebagai pendongeng dapat melatih tingkat emosi anak. Menurut Supriyanto (2002), anak memerlukan pengalaman batin untuk memperkaya aneka emosinya yang salah satunya melalui dongeng.

Supriyanto memaparkan lebih jauh bahwa, kebanyakan anak yang mendengarkan dongeng dengan baik, menunjukkan reaksi emosional. Seperti ingin bertindak sesuai dengan konflik tokoh yang didengarnya. Tingkat emosi anak dalam menyimak dongeng dapat juga ditunjukkan dengan gerak tangan, mimik bibir, dan mimik muka. Bahkan tidak jarang anak – anak langsung melontarkan kata – kata sebagai reaksi emosinya menanggapi konflik yang terjadi dalam dongeng.

Selain itu, ternyata EQ (emotional quotient) anak akan bekerja dengan baik bila anak menemui ilmu – ilmu baru, kemudian mereka akan mengaitkannya dengan pengalamannya sendiri. Inilah inti dari pembelajaran EQ. Tanpa disuruh anak akan membandingkan tokoh dalam dongeng dengan dirinya sendiri, sehingga dongeng bisa menjadi cermin untuk anak.

Bukankah dongeng yang berkesan adalah dongeng yang banyak kaitan dan berhubungan dengan pengalaman batin anak?

 

3. Mencerdaskan Spiritual Quotient Anak

Menanamkan akidah Islam dalam dada anak – anak, lalu membiasakan mereka untuk beribadah tanpa ada rasa paksaan, dan menjadikan anak berakhlak mulia bukanlah hal gampang. Apalagi di masa sekarang. Dan ternyata kegiatan mendongeng bisa jadi solusi alternatif untuk masalah itu.

Al Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw, ternyata di dalamnya juga menggunakan metode bercerita yang tidak hanya membuat kita, para orang dewasa, dan anak – anak berpikir, tetapi juga merupakan nikmat peneguh dan penentram iman.

”Dan semua dari rasul – rasul yang kami ceritakan kepadamu ialah kisah – kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pelajaran dan peringatan bagi orang – orang yang beriman.” (QS.11: 120).

Lalu dalam ayat lain Allah SWT berfirman,

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang – orang yang belum mengetahu.” (QS. 12:3).

Maka saat kita mendongeng, unsur akidah tidak boleh ditinggalkan. Mendongeng yang juga sebagai salah satu nikmat dari Allah yang mempertemukan antara pendongeng dengan yang didongenginya dalam suasana silaturahmi dan kasih sayang, mampu menyemaikan nilai – nilai Islam dengan aktivitas yang menyenangkan.

Dengan demikian, membuat kita tidak perlu memberikan nasihat terlalu banyak pada anak. Dalam dongeng kita bisa memberikan gambaran kekuasaan dan kebesaran Allah, sehingga lewat dongeng anak – anak dapat mengenal Tuhannya. Kita juga bias menggambarkan betapa mulianya akhlak Rasulullah saw dan juga kisah para Nabi dan Rasul utusan Allah.

 

4. Mengembangkan Daya Imajinasi Anak

Imajinasi lebih kuat daripada pengetahuan; Impian lebih kuat daripada fakta. Itu adalah kata - kata terkenal dari Robert Fulghum. Fulghum ingin menunjukkan kepada kita, betapa pentingnya menghadirkan dunia imajinasi yang sehat bagi anak-anak. Apalagi di saat sekarang, di mana dunia imajinasi anak semakin mengalami polusi. Imajinasi anak dicengkram kuku tajam kemajuan teknologi audio-visual. Di sinilah peran dongeng tak tergantikanoleh teknologi. Teknologi tidak mampu menciptakan hubungan dialogis. Dan gambar - gambar yang ready made (sudah jadi) di televisi, video, dan komik menjadikan anak - anak pasif. Karena anak-anak tidak diberikan kesempatan berkomentar dan berimajinasi bebas.

Dongeng merupakan sarana ideal untuk mengembangkan daya imajinasi anak Melalui dongeng, anak dapat diajak mengembangkan daya imajinasinya yang kaya raya dan tanpa terjajah. Misalnya, membayangkan gajah bisa terbang, Kancil yang cerdik, atau Bidadari.

Seperti yang diungkapkan oleh Kak Seto, bahwa dalam dongeng, imajinasi anak terkontrol, dia pun bisa menyampaikan ide atau gagasan dalam memecahkan masalah. Dengan demikian lahirlah ide - ide orisinal dari anak dalam suasana yang penuh kasih sayang.

 

5. Meningkatkan Daya Ingat Anak

Ada uraian menarik dari Nobuo Masataka, seorang peneliti anak – anak dari Jepang, ia mengatakan bahwa anak – anak di bawah usia tiga tahun pada umunya belum dapat mengembangkan secara penuh kemampuannya untuk memanipulasi bahasa, sementara kata – kata diasumsikan memegang peranan sangat penting dalam penyimpanan informasi pengalaman – pengalaman individu. Anak – anak pada usianya yang sangat muda itu harus memiliki kemapuan untuk “bercerita” pada saat mereka ingin mengingat segala sesuatu yang mereka ingin dengar atau mereka lihat. Seorang anak yang mendengarkan ibunya berkata,”Hari ini kita akan pergi ke kebun bintang, bukan?” anak akan mencoba menirukannya, lalu terbata–bata ia akan mencoba “bercerita” tentang kata – kata yang baru dipelajarinya dengan cara serupa. Dengan cara itulah pengalaman tersebut akan terekan dalam memorinya.

Ketika anak – anak telah dapat mengikuti alur kisah, telah dapat membuat sistematika, dan menghubungkan apa yang telah dilihat dan didengarnya, maka pada saat itulah ia telah dapat menyimpan informasi untuk pertama kalinya.

Lebih lanjut Nobuo mengatakan bahwa, kunci pengembangan memori anak–anak adalah dengan mendorong mereka untuk menyusun sebuah kisah dengan merangkai sejumlah terbatas kata – kata yang mereka miliki. Peran terpenting orang dewasa dalam hal ini adalah berbicara tentang berbagai hal berbeda kepada anak–anak itu; sebuah tugas sederhana dan biasa.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Nobuo menunjukkan bahwa membaca buku cerita bergambar merupakan cara paling efektif untuk membentuk kebiasaan “bercerita” antara anak dan orang dewasa.

 

6. Memberikan Kesenangan di masa Kecil Anak

Salah satu tujuan dongeng adalah memberikan enjoyment (kesenangan) bagi anak di masa kecilnya. Sebagai pengisi waktu senggang dongeng merupakan hiburan, yang bukan saja menciptakan suasana santai bagi anak, melainkan juga memberikan kesenangan bagi si anak, yang sama nilainya dengan kenikmatan waktu bermain.

Perhatikanlah kebahagiaan yang terpancar dari anak ketika mereka didongengi, bagaimana mereka menjadi bagian dari pendongengnya, bagaimana mereka dipeluk dalam cerita, dan bagaimana mereka menjadi hangat bersama pendongengnya, apakah itu orang tuanya, kakaknya, guru, atau orang dewasa lainnya. Karena pada dasarnya anak-anak menyukai dongeng.

 

7. Menanamkan Nilai – Nilai Kehidupan pada Anak Tanpa Menggurui

Tak dapat disangkal, dongeng adalah sarana yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak tanpa menggurui. Dongeng yang berkesan akan tetap tersimpan dalam memori anak.

Dengan dongeng, kita bisa mengajari anak nilai–nilai kehidupan dan ketuhanan dengan cara yang menyenangkan. Tanpa disadari oleh anak, kita telah mengajarkan beribu, bahkan berjutakisah hikmah yang akan menjadi bekal kehidupan mereka.

Dongeng sebagai karya sastra juga mencerminkan jati diri bangsa. salah satu unsur penting dari jati diri bangsa itu adalah nilai – nilai budaya. Nilai – nilai budaya yang dapat kita semai antara lain, suka menolong, bersyukur, bekerja keras, kebijaksanaan, musyawarah, kewaspadaan, gotong royong, kesetiaan dan kepatuhan, tidak iri hati, kejujuran, keadilan, keberanian, kasih sayang, dan masih banyak lagi nilai - nilai budaya yang dapat kita semai pada anak melalui dongeng.

 

8. Mempersiapkan Apresiasi Sastra

Menurut Taufiq Ismail, cerita anak - anak, seperti dongeng dan hikayat, merupakan saripati pengalaman batin bangsa. Di dalam cerita itu sesunggguhnya terekam berbagai aspek dari perjalanan hidup suatu bangsa. Di sana dituturkan suka duka, pencapaian dan kegagalan, keberanian dan kepengecutan, kejujuran dan pengkhianatan, dan catatan sejarah yang dilalui bangsa itu bisa ditemukan dalam bentuk yang indah serta menyentuh perasaan.

Wimanjaya K. Liotohe (1991), menuliskan bahwa salah satu manfaat dongeng adalah sampai kepada kehalusan rasa terhadap seni sastra dan bahan bacaan yang baik dapat dibina dalam diri seorang anak dengan cara banyak membaca cerita anak - anak.

 

9. Mengembangkan Daya pikir Anak

Banyak sekali manfaat dongeng. Percaya atau tidak, salah satunya adalah mengembangkan daya pikir anak. Mengutip hasil penelitian tentang pengaruh dongeng terhadap intelegensi anak, Psikolog Cici Kaloh mengatakan, bahwa intelegensi anak – anak yang kurang didongengi ternyata lebih rendah dibandingkan dengan anak - anak yang lebih banyak didongengi oleh orang tuanya.

Masih menurut Cici, semakin banyak rangsangan yang diterima seorang anak, semakin banyak analisis yang bisa mereka lakukan. Perkembangan daya pikir, menurut Cici, sangat dipengaruhi oleh rangsangan lingkungan, yang salah satunya adalah lewat pemberian dongeng.

Prof. Riris menguatkan pendapat di atas, menurutnya, karena untuk anak, dongeng menawarkan kesempatan menginterpretasi dan mengenali kehidupan di luar pengalaman mereka.

 

10.Menumbuhkan Minat Baca pada Anak

Menurut Suroso (2007), orang yang tidak memiliki minat baca dapat diubah menjadi peminat baca jika kita mampu mengkondisikan orang tersebut menyukai bacaan, dimotivasi dengan bertahap dengan menyenangi bacaanbacaan ringan menuju bacaan yang lebih berat. Salah satu solusinya adalah dongeng.

Dengan dongeng anak - anak akan terangsang untuk mengetahui dari mana sumber dongeng tersebut. Kemudian anak akan mencari dan menemukan bahan lebih jauh serta membaca lebih banyak. Pendongeng memang tidak pernah bawa - bawa buku saat mendongeng. Akan tetapi alangkah lebih baiknya kalau si pendongeng menunjukkan buku yang dipakai sebagai sumber dongengnya. Dengan menunjukkan buku tersebut, anak bias melihat sumber imajinasi pendongeng. Sehingga anak tahu ke mana mereka harus mencari inspirasi.

Seorang pakar di bidang penumbuhan minat baca, Mary Leonhardt, mengatakan bahwa membacakan dongeng dari buku adalah latihan yang baik bagi anak agar ia suka membaca. Bagi anak yang belum bisa membaca, kegiatan mendongeng merupakan asaran ideal untuk merangsang minat baca. Jika akan sudah mampu untuk membaca, mereka tidak akan tergantung kepada orang tuanya untuk mendapatkan dongeng.

 

11.Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak

Tahun 2004 ketika indeks kelulusan anak SMA dinaikkan, banyak siswa SMA yang tidak lulus. UNESCO membuat riset, ternyata keterbacaan anak Indonesia hanya 0,9%. Artinya kalau mereka membaca 100 kata, hanya 9 kata yang mereka kuasai.

Jauh sebelumnya pada tahun 1990, temuan Indra Ardiana menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah belum dapat berbahasa tulis dengan baik. Semua itu berhubungan dengan kemampuan berbahasa. Menurut Sumarti M Thohir, direktur Pustaka Hati Center, mengatakan bahwa belajar berbahasa bukan hanya membaca, tapi mulai dari menyimak, berbicara, menulis, dan terakhir membaca.

Dongeng mampu meningkatkan perkembangan bahasa anak. Dengan dongeng anak diajak untuk menyimak apa yang diceritakan. Dongeng juga memberikan kesempatan dialogis pada anak untuk menyempaikan gagasannya atau menanggapi cerita.

Sedangkan Jim Trelease menyebutkan manfaat dongeng diantaranya adalah mengembangkan kosa kata, memperkenalkan susunan dan nuasa bahasa. Seorang anak yang sejak kecil terbiasa dibacakan buku cerita akan terbiasa pula mendengar bahasa baku, meskipun mereka belum bersekolah.

 

12.Menumbuhkan Rasa Humor pada Anak

Semua anak menyukai humor. Humor dalam  dongeng sekaligus improvisasi yang menyenangkan bagi mereka. Banyak ide humor yang bisa disisipkan ke dalam cerita. Dengan demikian rasa humor akan tumbuh dengan sendirinya dalam diri anak.

Tulisan kedua dari ketiga tentang dongeng. Tulisan sebelumnya sekilas tetang dongeng, tulisan selanjutnya 9 ide untuk mendongeng

 

Referensi

Afra, Afifah (2007). How To Be A Smart Writer. Solo: Indiva Media Kreasi

Annida. (2004). Buku Sakti Menulis Fiksi. Jakarta: Pustaka Annida

Danandjaja, James (1973, Mei). Kertas Kerja Inventarisasi dan Dokumentasi Folklore Indonesia. Jakarta: Panitia Inventarisasi dan Dokumentasi Folklore Indonesia (makalah tidak diterbitkan)

Iper, Dunis, Halimah Jumiati, dan Dagai L. Limin (1998). Legenda dan Dongeng dalam Sastra Dayak Ngaju. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Jennings, Paul (2006). Agar Anak Tertular 'Virus' membaca. Bandung: Mizan Learning Center

Liotohe, Wimanjaya K. (1991). Petunjuk Praktis Mengarang Cerita Anak – Anak. Jakarta: Balai Pustaka

Nur’aini, Farida. (2007). Ma, Dongengin Aku Yuk!. Solo: Indiva Media Kreasi

Ratnawati, Sinta (ed) (2002). ‘Sekolah’ Alternatif Untuk Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Sarumpaet, Riris K Toha. (2003, September). Cerita, Anak, Kita, dan Ke mana kita? Pidato pada Upacara Pengukuhan Sebagai Guru Besar Tetap FIB UI. Depok: FIB UI

Septianingsih, Lustantini, Lukman Hakim, dan Nurweni Saptawuryandari. (1998). Memahami Cerita Anak – Anak: Studi Kasus Majalah Bobo, Ananda, dan Amanah. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Seokanto SA (1998). Seni Bercerita Islami. Depok: Bina Mitra Press

Suroso (2007). Panduan Menulis Artikel dan Jurnal. Yogyakarta: Pararaton Publishing

Widiastuti, Maria (2002). (Skripsi). Analisis Fungsi Dongeng Rakyat dan Cerita Khayal Modern Sebagai Alat Pendidikan: Suatu Penelitian Awal Berdasarkan pada Dongeng Binatang Modern dan Dongeng Grimm Bersaudara. Depok: FIB UI

Media Massa

Masataka, Nobou (Desember 2002) Majalah Matabaca Vol. 1 No. 5 Edisi Desember 2002.

Supriyanto (2002, Agustus). Membina Kebersamaan Melalui Cerita Anak. Warta, hal 21 – 24

Syahrezade, Ryan (2002, Agustus). Teknik Bercerita untuk Anak. Warta, hal 19 – 20

 

Internet

Armando, Nina M. Membacakan Buku Dongeng: Bangsaku.com

Yudisia,Sinta. 2009. Sumber Cerita Fiksi. http://sintayudisia.wordpress.com/2009/01/31/sumber-cerita-fiksi

Read more...

Saturday, September 5, 2020

SEKILAS TENTANG DONGENG

September 05, 2020 0


Dongeng. Bila mendengar kata itu mungkin yang ada dalam benak kita adalah kenangan masa kecil di saat malam sebelum tidur diceritakan kisah – kisah oleh orang tua. Atau ketika duduk di bangku sekolah, bapak dan ibu guru yang bercerita.

 

Orang tua zaman dulu biasa melakukan dongeng menjelang anak – anak berangkat tidur. Dongeng yang dibawakan bisa bermacam – macam, mulai dari cerita rakyat, dongeng tentang binatang, hingga dongeng tentang kehidupan sehari–hari yang dapat ditemui oleh anak.

 

Apakah anda punya kenangan yang membekas dengan dongeng? Saya masih bisa mengingat dongeng yang pernah diberikan oleh guru sekolah dasar saya di kelas enam. Tentang keluarganya dan tentang kisah hidupnya. Tapi apakah dongeng itu hanya kita temui di masa kecil? Tidak juga. Di bangku SMP sampai duduk di bangku kuliahan pun saya masih mendapatkan dongeng yang diceritakan oleh para guru atau para dosen saya. Mereka memang tidak menyebutnya sebagai dongeng. Tapi bukankah mendongeng itu sama juga dengan kegiatan bercerita?

 

Dongeng bisa diidentikan dengan kegiatan berbagi cerita untuk menciptakan pengalaman bersama. Baik itu cerita orang tua pada anaknya, guru pada muridnya, ataupun pendongeng kepada pendengarnya.

Menurut pandangan Soekanto, dongeng juga merupakan suatu kegiatan yang bersifat seni karena erat kaitannya dengan keindahan dan bersandar kepada kekuatan kata – kata. Kekuatan kata – kata inilah yang dipergunakan untuk mencapai tujuan bercerita.

 

Dongeng yang biasa kita kenal sebenarnya hanya sebagian kecil dari sebuah lingkup besar kebudayaan kolektif yang dalam Antropologi disebut sebagai foklor. Karena kita adalah bangsa Indonesia, kita mempunyai foklor Indonesia. Menurut James Danandjaja (1973) foklor Indonesia adalah sebagian dari kebuadayaan Indonesia yang tersebar dan diwariskan secara turun menurun secara tradisional melalui media lisan maupun contoh yang disertai dengan perbuatan, di antara anggota–anggota dari kelompok apa saja di Indonesia, dalam versi yang berbeda–beda, dalam bentuk lisan, setengah lisan, maupun bukan lisan.

Danandjaja kemudian membagi foklor ke dalam tiga katagori besar, yaitu:

1. Folklor Lisan

Yang termasuk folklore lisan antara lain adalah: bahasa rakyat, teka – teki rakyat, pribahasa, cerita rakyat, puisi rakyat, nyanyian rakyat, dsb.

2. Folklor Setengah Lisan

Yang termasuk folklore setengah lisan antara lain adalah: kepercayaan rakyat, permainan serta hiburan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, adat kebiasaan, upacara, pesta rakyat, dsb.

3. Folklor Bukan Lisan

Folklor jenis ini dapat dibagi dua ke dalam dua subbagian, yaitu:

  • Folklor Bukan Lisan Material

Yang termasuk folklor bukan lisan material adalah: arsitektur rakyat, seni kerajinan rakyat, pakaian serta perhiasan tubuh, dsb.

  • Folklor Bukan Lisan Non Material

Yang termasuk folklor bukan lisan non material adalah: bahasa isyarat dan music tradisional. Dongeng, legenda, dan mite masuk ke dalam jenis cerita rakyat.

 

Dongeng apa sih?

Kata pepatah sih tak kenal maka tak sayang. Ada baiknya kalau kita kenalan dulu dengan dongeng yuk! Menurut Danadjaja (1984), dongeng adalah cerita prosa rakyat yang dianggap tidak benar – benar terjadi. Dan cerita ini tidak terikat pada waktu dan tempat.

 

Pada tahun 1910, ahli folklor dari Finlandia, Antti Aarne, menulis buku yang menguraikan jenis – jenis folklor. Karyanya itu kemudian diterjemahkan dan diperkaya oleh Smith Thompson dari Indiana University pada tahun 1928 dan tahun 1961.

Aarne membagi jenis dongeng menjadi empat jenis, yaitu:

1. Dongeng Binatang

Dalam doneng jenis ini yang menjadi tokoh dalam ceritanya adalah binatang. Cerita tentang si Kancil yang cerdik dan licik adalah contoh dongeng binatang paling terkenal di Indonesia.

2. Dongeng Biasa

Jenis dongeng ini adalah dongeng yang ditokohi manusia dengan suka–dukanya. Cinderella mungkin jenis paling terkenal dalam katagori ini. Beberapa dongeng Indonesia yang setipe dengan Cinderella adalah Ande – Ande Lumut dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bawang Merah dan Bawang Putih, si Melati dan si Kecubung dari Jakarta, I Kesuna ian I Bawang dari Bali. Lalu ada Timun Emas, Batu Batungkup dan banyak lagi kisah sejenis lainnya.

3. Lelucon dan Anekdot

Dongeng jenis ini melimpah ruah jenisnya. Ada yang tentang agama, suku, seks, politik, orang sinting, dan sebagainya.

4. Dongeng Berumus

Dongeng jenis ini mempunyai tiga bentuk, yaitu; dongeng bertimbun banyak (berantai), dongeng untuk mempermainkan orang, dan dongeng yang tidak memiliki akhir.

Tulisan pertama dari ketiga tentang dongeng. tulisan selanjutnya 12 manfaat mendongeng dan  9 ide untuk mendongeng 

Referensi:

 

James Danandjaja, (1973, Mei). Kertas Kerja Inventarisasi dan Dokumentasi Folklore Indonesia. Jakarta: Panitia Inventarisasi danDokumentasi Folklore Indonesia (makalah tidak diterbitkan)

Seokanto SA (1998). Seni Bercerita Islami. Depok: Bina Mitra Press


Read more...

Wednesday, August 26, 2020

Beres-beres koleksi buku.

August 26, 2020 0

Setiap enam bulan sekali rutin beberes koleksi buku. Kali ini ingin misahin buku yang belum dengan buku yang sudah dibuat cuplikannya dan diunggah ke Pustakaloka Nus.


Akhirnya bongkar semua koleksi. Karena saat ini juga koleksi tidak disusun berdasarkan ddc, tapi acak karena lemarinya dipakai buat yang lain. 

Setelah selesai memisahkan yang sudah diunggah dan belum, diantara buku yang belum diunggah malah belum dibuatkan nomor punggungnya. 

Setelah diperiksa dan ditimang-timang akhirnya retensi sebagian koleksi. Pertama sudah tidak dibaca lagi dan bukan minat utama. Makin ke sini golongan 600 jadi koleksi terbanyak.

Jadi ada 8 buku nih yang diretensi. Dikeluarkan dari koleksi. Saya sendiri membuat pengumuman di facebook buat perpustakaan yang mau ambil. Namun sepuluh hari berlalu belum juga ada yang mangajukan. 

Berjalannya waktu, ternyata ada koleksi yang double. Nah dikeluarkan lagi lah yang double itu, dua buku. Total 10 buku yang dikeluarkan untuk disumbangkan.


Seingat saya desa Gintung punya ruang perpustakaan. Oke deh ke perpustakaan desa sendiri saja. Akhirnya Selasa,  25 Agustus saya serahkan buku-buku tersebut ke desa. 

Read more...

Saturday, August 15, 2020

Belajar Metamorfosis kupu-kupu di taman kupu-kupu Sukardi

August 15, 2020 0


Siapa sih yang tidak suka sama kupu-kupu? Sayapnya membuat banyak orang tertarik untuk memperhatikan kupu-kupu. Sayangnya Makhluk Cantik ini keberadaannya semakin sulit dilihat di alam sekitar kita, selain kecepatan kepakan sayapnya yang sulit untuk dijepret.

Kalau di alam Kupu-kupu makin susah untuk ditemukan, bagaimana kalau melihatnya langsung di penangkaran? Yup betul penangkaran kupu-kupu! Bulan Agustus 2020 ini ada penangkaran kupu-kupu yang baru dibuka untuk umum. Namanya Taman kupu-kupu Sukardi. Lokasi taman kupu-kupu ini ada di Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang.

Lokasinya persis di pinggir Jalan Raya Mauk. Untuk sampai ke lokasi taman kupu-kupu ini bisa ditempuh menggunakan sepeda motor atau kendaraan umum angkot merah putih trayek Kronjo - Pasar Baru Tangerang.

Bangunan penangkaran kupu-kupu terdiri dari dua bangunan utama, yaitu ruang Kepompong Dan taman penangkaran, kedua ruangan ini dihubungkan dengan lorong. Pada ruang Kepompong kita bisa melihat ulat dan kepompong kupu-kupu yang disimpan pada toples, selain itu di ruangan ini juga terdapat panel informasi mengenai kupu-kupu. Bangunan kedua adalah taman penangkaran tempat kupu-kupu terbang bebas dan hinggap di tanaman bunga, ada puluhan jenis tanaman yang tumbuh di taman ini, bagian belakang berisi pohon-pohon inang kupu-kupu, bagian belakang ini kita bisa melihat kupu-kupu bertelur dan ulat.

Kegiatan yang bisa kita lakukan di taman kupu-kupu tentu saja adalah belajar tentang siklus hidup kupu-kupu yang mengalami metamorfosis sempurna. Selain itu pengelola Taman juga menyarankan beberapa aplikasi untuk mengidentifikasi jenis tanaman dan kupu-kupu. Buat kamu yang mau menjadi peneliti dadakan, kamu bisa cari tahu nama  tanaman dan kupu-kupu lewat aplikasi tersebut. Kegiatan seperti ini bisa sarana untuk berbagi pengetahuan kepada anak-anak tentang nama-nama tanaman dan kupu-kupu yang bisa saja kita sebagai orang dewasa belum mengetahui nama-namanya.

Kupu-kupu merupakan serangga berdarah dingin, aktivitasnya terbatas dan takut pada sengatan panas. Aktivitas kupu-kupu lebih banyak dilakukan pada pagi dan sore hari saat langit teduh. Jadi buat kamu yang ingin mampir ke taman kupu-kupu ini sebaiknya datanglah pada pagi atau sore hari. Pada pagi hari, jika beruntung kita bisa menyaksikan kupu-kupu yang keluar dari kepompong.

Oh ya Taman kupu-kupu ini hanya menyediakan fasilitas parkir kendaraan roda dua seperti sepeda motor dan sepeda gowes. Jadi yang mau dengan membawa kendaraan sendiri sebaiknya menggunakan sepeda motor atau sepeda gowes, tapi kalau tidak pakai kendaraan sendiri masih bisa ditempuh menggunakan angkot.

tulisan pertama terbit di GoTravelly
Read more...

Follow by Email