Monday, January 20, 2020

Cheguide Dulu, Cituis Kemudian: aktivitas pelabuhan di Tangerang yang belum mau mati

January 20, 2020 0


Cheguide, apakah anda pernah mendengar nama ini? Nama Cheguide muncul dari catatan Tome Pires, seorang penjelajah dari portugis. Tome Pires dalam Magnum Opus nya Suma Oriental, menyebutkan bahwa Cheguide adalah salah satu nama pelabuhan pada abad ke 15 milik kerajaan Sunda. Dalam bukunya tersebut, Pires menyebut keenam pelabuhan kerajaan Sunda secara beruntun dari barat ke timur: Bantam, Pomdam, Cheguide, Tamgaram, Calapa, dan Chemano.

Sama dengan Tom Pires, sejarahwan Portugis lainnya yaitu Joao De Barros dalam buku Da Asia juga menyebut Kerajaan Sunda mempunyai enam pelabuhan yaitu Chiamo, Xacatra atau Caravam, Tangaram, Cheguide, Pondang, dan Bantam. Hal yang membedakan dengan Tome Pires, Barros menyebut keenam pelabuhan tersebut secara beuntun dari arah Timur ke Barat

Dalam Suma Oriental Cheguide dideskripsikan sebagai pelabuhan bagus yang bisa didarati kapal besar. Pelabuhan ini merupakan pintu gerbang ke Jawa dari Pariaman, Andalas, Tulangbawang, Sekampung dan tempat-tempat lain. Barang-barang dagangan berupa beras, buah-buahan, lada, dan bahan makanan.

Di mana lokasi Cheguide atau yang disebut juga dengan sebutan lain, yaitu Cidigy? menurut buku pedoman pelayaran (roteiro) bangsa Portugis sekitar tahun 1528 dapat ditentukan Cheguide terletak di antara Pontang dan Tangerang. Tepatnya antara Tanjung Kait dan Muara Cisadane. Claude Guillot dalam bukunya Banten: Sejarah dan Peradaban abad X-XVII berpendapat bahwa lokasi Chiguede berada di Muara kali Kramat Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Pendapat Guillot ini diperkuat oleh Nanang Saptono dari Balai Arkeologi Jawa Barat yang menyatakan bahwa lokasi Pelabuhan pada masa lalu itu berada di situs keramat Desa Sukawali kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang.
 
Peta Situs Kramat
Penelitian arkeologis di kawasan itu berhasil mengidentifikasi tiga situs yaitu situs Rawakidang, Sugri, dan Kramat. Nanang Saptono dalam tulisannya di buku Dinamika Budaya Asia Tenggara – Pasifik Dalam Perjalanan Sejarah terbitan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, mencatat bahwa Situs Kramat yang mempunyai keragaman paling tinggi menunjukkan sebagai pusat pemukiman, sedangkan situs Rawakidang dan Sugri sebagai pemukiman yang lebih kecil. Adanya fragmen kapal di situs Kramat memberikan arah dugaan kuat sebagai kota pelabuhan.
 
Fragmen Kapal di SItus Kramat
Dalam tulisan terbut Nanang Saptono juga berkesimpulan bahwa pada sekitar abad XVII, situs Kramat mengalami masa keemasan. Kajian sejarah menyimpulkan bahwa Chigeude sebagai pelabuhan penting berlangsung pada abad XVII pula. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa situs Kramat adalah bekas kota pelabuhan Chigeude


Pelabuhan Cituis, Aktivitas Pelabuhan Saat ini

Tidak jauh dari lokasi situs keramat, saat ini masih ada aktivitas maritim yaitu di Pelabuhan Cituis atau masyarakat sekitar lebih akrab dengan sebutan Rawasaban. Komplek Pelabuhan cituis terdiri dari pelabuhan pelelangan ikan dan pelabuhan penyeberangan.

Sebagai Pelabuhan Pelelangan Ikan banyak nelayan yang beraktivitas bongkar-muat hasil tangkapannya di sini. Untuk kemudian dilelang seperti umumnya pelelangan ikan di tempat lain. Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Cituis merupakan salah satu dari 7 PPI di Kabupaten Tangerang yang dapat memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi.

Pelabuhan Cituis juga pelabuhan penting dan menjadi denyut nadi dari roda kehidupan ekonomi warga Kepulauan Seribu. Pelabuhan ini adalah tempat bersandarnya kapal nelayan dan tempat bongkar muat barang ke kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Meski kapal yang melayani penyeberangan adalah jenis kapal motor dari Kayu, namun jarak tempuh yang lebih cepat dibandingkan dari muara Angke, menjadikan pelabuhan Cituis akses utama masuknya barang-barang ke kepulauan Seribu. Berbagai barang mulai dari gas, solar, sembako, furniture, Motor roda dua dan tiga, sampai bahan-bahan bangunan di muat dari pelabuhan ini.

Hampir setiap hari hilir mudik kendaraan barang yang bongkar muat terjadi di dermaga pelabuhan Cituis. Jika dahulu orang-orang dari kepulauan Seribu ikut ke darat dan belanja di pasar Sepatan, kini orang-orang kepuelaun seribu seperti penduduk Pulau Panggang, Tidung, dan Pramuka tidak lagi ikut ke darat. Kebanyakan mereka menggunakan jasa ojek atau ekspedisi untuk aktivitas jual beli, dimana uang belanja dan ojeg sudah dititip ke nakhoda kapal motor yang mengangkut barang-barang milik warga kepulauan Seribu tersebut.

Pelabuhan Cituis merupakan salah satu pelabuhan paling ruwet di Kabupaten Tangerang. Aktivitas berlabuh dan bongkar muat nelayan serta bongkar muat kapal barang dan penumpang ke kepulauan Seribu, membuat pelabuhan cituis jadi semrawut. Kemacetan di dermaga dan adu badan kapal adalah pemandangan sehari-hari di Cituis. Selain pendangkalan muara yang membuat Cituis semakin semrawut. Bagi Nelayan  mengakibatkan terhambatnya aktivitas di PPI Cituis khususnya pendaratan kapal dan pembongkaran hasil tangkapan. Begitu juga kapal motor barang dan penumpang dari dan menuju Kepulauan Seribu, harus menunggu air pasang dulu baru bisa masuk dermaga dan pergi meninggalkan dermaga Cituis, jika tidak ingin karam karena sedimentasi parah.

Separah apapun kondisi tersebut, aktivitas pelabuhan Cituis menandakan bahwa aktivitas maritim di pantai Tangerang masih hidup, dan belum akan mati!

Read more...

Friday, January 17, 2020

Mengenal Staycation, Konsep liburan yang diminati kaum milenial.

January 17, 2020 0

Ahmad Yunus

Apakah anda pernah mendengar Staycation? Istilah ini cukup baru memang dan masih asing ditelinga sebagian besar orang Indonesia.

Staycation berasal dari dua suku kata dalam bahasa Inggris. Kata pertama adalah stay (tinggal) dan kata kedua adalah vacation(liburan). Kedunya dijadikan satu kata dan membuat sebuah arti baru, kurang lebih liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah.

Istilahstaycation sendiri muncul pada tahun 1944. Menurut situs merriam-webster mengungkapkan jika kata Ini pertama kali muncul pada iklan satu halaman untuk salah satu merek minuman yang dipublikasi Cincinnati Enquirer tanggal 18 Juli 1994 yang berbunyi 

“ Take a Stay-cation instead of a va-cation, this year.”

Aktivitas staycation pertama kali dilakukan di Amerika Serikat saat krisis tahun 2003, mereka ingin tetap liburan dan berpetualang tapi tidak keluar banyak budget. Akhirnya konsep stay atau tinggal di sebuah tempat menjadi panutan mereka.

Istilah staycation kemudian menjadi populer pada tahun 2008 di Amerika Serikat, ketika liburan musim panas pada tahun itu dibuka oleh naiknya harga bensin di Amerika Serikat yang membuat banyak orang Harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh atau ke luar negeri. Sementara di Inggris, staycation mulai populer pada tahun 2009. Saat itu nilai tukar Poundsterling melemah dan banyak warga Inggris yang membatalkan rencana liburan internasional mereka dan memilih berlibur jarak dekat.

Konsep staycation makin kesini makin berkembang. Jika dulu berdiam diri dalam waktu liburan baik di rumah maupun hotel dalam konteks liburan, sekarang sudah tidak sekaku itu.

Dalam Cambridge Dictionary, staycation diartikan sebagai liburan yang dilakukan di rumah atau masih dekat dengan rumah, dibandingkan dengan liburan ke tempat yang jauh.  Liburan ini tidak harus menetap dalam rumah, tetapi juga termasuk berjalan-jalan di sekitar area tempat tinggal.

Pergi ke museum lokal, menonton konser, bersepeda, bermain di taman kota, mencoba makanan di restoran atau cafe yang belum pernah dikunjungi, berlibur ke pantai terdekat, menginap di hotel terdekat, atau mengunjungi destinasi wisata yang ada di dalam kota sudah dapat disebut sebagai kegiatan Staycation.

Ada alasan kenapa staycation diminati oleh generasi milenial. Dikutip dari situs Super Adventure, setidaknya ada lima alasan. Alasan pertama adalah kasur empuk, kalau menginap di hotel tentu kenyamanan pertama yang bisa dinilai adalah dari kualitas kasurnya, kasur yang empuk dan kamar yang dingin serta nyaman akan membuat malas untuk keluar. Kedua hemat budget liburan, tidak semua orang memiliki keleluasaan finansial untuk berlibur ke berbagai tempat. Alasan ketiga update media sosial mudah, kalau pergi ke tempat-tempat yang terbesar tentu salah satu kendalanya adalah susah sinyal. Alasan keempat fasilitas hotel memadai, kamar hotel yang nyaman, sarapan di hotel yang mewah dan bisa berenang di kolam hotel menjadi salah satu alasan mengapa sekarang staycation berkembang. Alasan kelima menikmati suasana baru, banyak orang yang tidak ingin keluar kamar atau karena ingin menikmati suasana baru yang ada di hotel tersebut.

Selain jauh lebih hemat. konsep liburan staycation ini ternyata disebut lebih efektif dalam meredakan stress. Staycation bisa dilakukan oleh mereka yang ingin melepas penat kerja tapi memiliki waktu liburan terbatas. 

Selain untuk menghilangkan stres, staycation juga memiliki berbagai banyak manfaat. Dikutip dari situs gotravelly.com, manfaat staycation antara lain: bisa mengeksplor kota sendiri; lebih murah; tidak perlu jauh-jauh; tidak pusing menyusun rencana liburan; bisa bertemu teman-teman dekat; bisa refreshing tanpa khawatir jatah cuti yang terbatas; tanpa banyak membawa beban packing liburan; dapat merefresh pikiran; mempererat hubungan keluarga, teman, sahabat atau pasangan; dan bisa bertemu orang baru serta menambah relasi.

Trik untuk menikmati staycation seperti yang dikutip dari Forbes adalah melakukan hal yang menyimpang dari rutinitas harian yang benar-benar liburan, seperti tidak mencuci baju atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, juga pekerjaan kantor tentunya.

Buat kamu yang waktu liburannya terbatas atau budgetnya terbatas, maka staycation adalah alternatif liburan yang bisa kamu lakukan.


Read more...

Monday, December 30, 2019

Pertama kali mencoba Staycation di Persawahan

December 30, 2019 0


“Foto liburan bagus, itu di mana?”

Seorang kawan bertanya pada saya saat melihat foto-foto liburan yang saya unggah di status whatsapp. Liburan gak ke mana-mana kok. Asli, Liburan Nataru 2019 ini, saya hanya melakukan Staycation saja.

Staycation berasal dari dua suku kata dalam bahasa Inggris. Kata pertama adalah stay 
(tinggal) dan kata kedua adalah vacation(liburan). Kedunya dijadikan satu kata dan membuat sebuah arti baru, kurang lebih liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah.

Istilah staycation kemudian menjadi populer pada tahun 2008 di Amerika Serikat, ketika liburan musim panas pada tahun itu dibuka oleh naiknya harga bensin di Amerika Serikat yang membuat banyak orang Harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh atau ke luar negeri. Sementara di Inggris, staycation mulai populer pada tahun 2009. Saat itu nilai tukar Poundsterling melemah dan banyak warga Inggris yang membatalkan rencana liburan internasional mereka dan memilih berlibur jarak dekat.

Konsep staycation sendiri adalah liburan ke tempat-tempat yang ada di dekat rumah atau di dalam kota ketimbang melakukan perjalanan ke luar kota atau ke luar negeri. Pergi ke museum lokal, menonton konser, bersepeda, bermain di taman kota, mencoba makanan di restoran atau cafe yang belum pernah dikunjungi, berlibur ke pantai terdekat, menginap di hotel terdekat, atau mengunjungi destinasi wisata yang ada di dalam kota sudah dapat disebut sebagai kegiatan Staycation.

Alasan saya melakukan staycation adalah karena waktu liburan yang saya miliki terbatas. Saya tidak bisa menghabiskan waktu keluar kota karena ada beberapapekerjaan yang belum kelar. Selain tentunya menghemat budget.

Lokasi Staycation yang saya pilih tidak jauh dari rumah. Tepatnya rice field Side alias Sisi persawahan di perbatasan desa tempat saya tinggal. Saya memilih persawahan yang baru ditanan. Pemandangan hijaunya memberikan pandangan yang eksotis, nyaman dan memberikan ketenangan.

Aktivitas yang saya bersama sepupun-sepupu lakukan adalah tracking di pematang sawah. Menyusuri aliran irigasi kecil di tengah sawah. Track ini nyaman dan bisa dilalui bahkan oleh anak-anak kecil.

Kami menyudahi tracking ini di lahan pinggir sawah yang bisa kami gelar tikar di atasnya. Di atas lahan Inilah Kami menikmati makanan kesukaan. Kami membawa bekal dari rumah. Kami menciptakan momen quality time dengan makan bersama di tepi sawah.

Di lahan yang ada pohon kelapanya itu kami juga memasang hammock. Berleha-leha sambil tiduran di atas hammock membuat kami nyaman. Selain desiran angin yang membuat suasana begitu santai Ketenangan dan rileks juga membuat otak kami fresh lagi.

Itu adalah cerita dan cara kami melakukan staycation. Pilihan alternatif liburan yang tidak jauh dari rumah dan murah.

---
Tulisan pertama kali terbit di Gotravelly.com

Read more...

Saturday, December 14, 2019

Catatan Bencana Puting Beliung Mauk

December 14, 2019 0
Tidak usah saling menyalahkan, lakukan saja yang bisa dilakukan 

Dua anak ini kemarin rumah nya didatangi bupati,  camat, dan rombongan pejabat. Anak yatim,  si anak laki kakinya kena pecahan genteng dan harus dijahit lukanya, si anak perempuan kehujanan dan masih trauma rumahnya rusak parah tertimpa pohon tumbang. Kok bisa luput korban luka dan psikis seperti itu? 

Ternyata skala kerusakan nya luas. Bukan hanya rumah,  kios, kantor desa juga porak poranda. Masing-masing orang sibuk perbaiki rumahnya masing-masing. Aparat desa lebih kalang kabut lagi,  kantor nya rusak juga harus setor data. Jadinya fokus ke kerusakan fisik ditambah warga nya juga pasif belum mau lapor kalo ada yang sakit (efek kaget bencana),  dua anak itu,  kalo rumahnya tidak dikunjungi juga gak bakal ketahuan. Jadi kalo mau data ulang rumah,  jangan lupa tanya ada yang sakit tidak,  ada yang luka tidak. Yang saya takutkan kalo ada yang hidupnya sebatang kara.

Fasilitas kesehatan buat korban puting beliung gratis. Puskesmas mauk juga responsif.  Tinggal koordinasi dan jangan saling menyalahkan.

Catatan akhir jumat. 
Kita hidup di daerah bencana tapi belum siap tanggap bencana. 
Read more...

Wednesday, December 4, 2019

Liburan yuk ke Pulau Pramuka

December 04, 2019 0

Setiap perjalanan memiliki kisah dan kesannya sendiri. Ketika Agustus kemarin saya ikut kondangan ke Saudara di Pulau Panggang, saya menyedari sebuah potensi wisata yang bisa dikembangkan lewat paket wisata open trip. Jernih dan birunya air laut. Spot-spot wisata menarik dan instagramable.

Setelah menimang-nimang dan mempelajari berbagai hal, akhirnya saya memberanikan diri membuat open trip sendiri dari pelabuhan Cituis atau masyarakat lebih kenal dengan sebutan rawasaban ke pulau Pramuka, diramu lewat bendera Alas Langit Tour .

Alas Langit Tour membuka open trip buat kamu-kamu yang ingin liburan ke destinasi ini dengan kocek yang tidak menguras dompet. Ada berbagai fasilitas dan spot-spot wisata pilihan yang dapat kamu kunjungi dalam open trip Kepulauan Pramuka 2 Day 1 Night ini.

Fasilitas:
Tiket Kapal Motor Pelabuhan Cituis (rawasaban) – Pulau Pramuka PP
Penginapan 1 malam di Pulau Pramuka (Tv – Ac – Dispenser), kapasitas 6 - 7 orang
Perahu wisata 2 hari 1 Malam
Makan Prasmanan 3x
Jaket pelampung
Peralatan Snorkling
Tiket masuk Taman Nasional Kepulauan Seribu + Ranger
Tiket Masuk Penangkaran Penyu Sisik
Guide lokal
Dokumentasi underwater (opsional)
Asuransi Wisata (3 hari) by Jagawisata
Kebahagiaan dan teman baru

Biaya tidak termasuk:
1. Transportasi dari kota asal sampai ke meeting point (Pelabuhan Cituis)
2. Biaya Titip motor di pelabuhan Cituis
3. Biaya Lain di Luar Fasilitas

Tempat yang dikunjungi: 
1. Pelabuhan Cituis (rawasaban) 
2. Pulau Pramuka
3. Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu
4. Pengakaran Penyu Sisik
5. Spot Snorkling pulau Air
6. Penangkaran Hiu Nusa keramba
7. Pulau Panggang

===
Informasi lebih lanjut silahkan lihat alaslangittour.biz.id
Read more...

Wednesday, October 30, 2019

Rekreasi Menuju Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Cituis Tangerang

October 30, 2019 0
Kepulauan Seribu bagi saya saat ini adalah taman bermain laut yang paling dekat dari tempat saya tinggal. Dan objek wisata yang oke punya dengan budget yang paling murah. Serius paling murah bagi saya.

Pulau yang dituju untuk bermalam adalah pulau Panggang. Tempat penyeberangan yang saya gunakan adalah pelabuhan cituis atau yang biasa dikenal dengan sebutan rawasaban. Menumpang kapal motor dari kayu yang biasa mengangkut barang dan juga bisa mengangkut orang. 
Pelabuhan Cituis adalah pelabuhan yang paling dekat ke Kepulauan Seribu, karena Secara geografis kepulauan Seribu tepat berada di utara dari pelabuhan cituis. Jarak tempuhnya pun lebih cepat dibandingkan dari Muara Angke. Ongkosnya juga murah hanya Rp30.000 per kepala.

Sebelah kiri muara Pelabuhan Cituis dan sebelah kanan Pelabuhan Pelalangan ikan Cituis

Sabtu, tanggal 19 Oktober 2019 saya berangkat ke sana untuk yang kedua kalinya bersama dengan ibu. Menumpang kapal motor dan duduk di ruang nahkoda kapal. Kebetulan yang punya kapal motor ada hubungan saudara, namanya Wa Mamat tak lain tak bukan masih sepupu ibu saya. Jadi untuk transportasi kapal ke Pulau Panggang: gratis!
Catatan untuk kalian yang mau berangkat Ke Kepulauan Seribu (seperti pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang) dari pelabuhan cituis. Kapal yang digunakan sebenarnya untuk mengangkut barang kebutuhan pokok dan berbagai macam barang lainnya mulai dari furniture, motor, sampai bahan bangunan. Jadi menunggu muatan barang selesai dulu baru kapal bisa berangkat, itupun dengan catatan: kalau air di Muara pasang. Kalau airnya surut, yah terpaksa harus nunggu Pasang dulu. Pas Saya berangkat saja, kapal baru bisa keluar dari dermaga jam 1 siang.

Menuju Pulau Panggang Butuh waktu sekitar 2 jam. Jadi sampai Pulau Panggang Sekitar jam 3. Kenapa saya bilang di awal rekreasi ke Kepulauan Seribu sangat murah? Setelah kapal gratis, untuk penginapan lagi-lagi gratis karena numpang tidur di rumah pemilik kapal adiknya Wa Mamat, namanya Wa Akub, plus makan disediakan juga. Sangat hemat bukan :-D

Resiko datang sore jadi tidak bisa langsung jalan-jalan. Sore dan malam hanya dimanfaatkan untuk silaturahmi ke keluarga yang ada di sana. Dan bagi sekedar oleh-oleh dari darat.  Aktivitas jalan-jalannya baru bisa dilakukan pada hari kedua.

Jalan-jalan Hari kedua

Setelah subuh saya jalan-jalan pagi ke pantai timur pulau Panggang, tidak jauh dari kantor Kelurahan Pulau Panggang. Ada pantai berpasir Putih yang ada beberapa Spot foto yang instagramable. Cekrek dulu lah sebentar sambil menikmati udara segar dan pemandangan yang memanjakan mata.
Spot Foto
Tembok Pinggir pantai timur
Sekitar jam 10 saya ikut saudara pergi ke lahan rumput lautnya. Rumput laut merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh Mayoritas penduduk Kepulauan Seribu. Lokasinya tidak jauh dari pulau berkarya. Setelah lihat-lihat proses budidayanya, saya memanfaatkan waktu sambil menunggu saudara saya mengurusi tanaman-tanamannya yang luasnya 1 hektar itu dengan bermain snorkeling. Tepat jam 1 siang Kami balik lagi ke pulau panggang.
Mandi dulu
Snorkling
Istirahat di bagan
Sekitar jam 2-an saya menumpang ojek, sebutan untuk perahu antarpulau di sana, pergi ke pulau Pramuka. Pulau pramuka merupakan pusat administrasi pemerintahan Kabupaten kepulauan Seribu. Di pulau Pramuka saya berkunjung ke penangkaran penyu. Jenis penyu yang ditangkar di sini adalah spesies  penyu sisik. Ada petugas dari Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menjadi pemandu untuk turis.
depan kompleks penangkaran Penyu

Lepas dari penangkaran penyu, tepat di depan penangkaran ada jembatan Taman nasional Kepulauan Seribu. Merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.  Di atas jembatan kayu ini kita bisa melihat vegetasi mangrove dan vegetasi lamun, sejenis rumput laut yang menjadi makanan penyu sisik, spesies yang berbeda dengan rumput laut yang dibudidayakan masyarakat sekitar.
Gerbang TN Kepulauan Seribu
Berfoto bersama pengunjung lainnya

Vegetasi mangrove
Jembatan yang menjadi Landmark dari taman nasional Kepulauan Seribu ini merupakan tempat yang memiliki banyak Spot foto. Setelah puas foto sana sini saya pun pulang lagi ke Pulau panggang.
spot foto
Landmark TN Kepulauan Seribu
Besoknya Senin pagi, langit masih gelap penumpang kapal motor untuk pulang menuju pelabuhan cituis. Pulang kapalnya berbeda, kami tetap dapat gratis, karena yang punya masih sepupu ibu saya. Dan dari keluarga di sana Kami dikasih banyak oleh-oleh mulai dari ikan asin, rumput laut, dan tentu saja yang menjadi favorit: kerupuk ikan.

Catatan tambahan, karena kami dari rumah pakai sepeda motor dan dititip di penitipan motor dekat dermaga, ada biaya jasa titip sebasar Rp. 15,000 per malam.

Read more...

Friday, August 23, 2019

Seru juga Pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor

August 23, 2019 0
Belakangan ini saya sering dihubungi oleh orang-orang yang mau ekspor pakan ternak Palm Kernel Meal Expeller yang saya jual di nusfeed.id. Rasanya kok ribet juga yah ngurusin calon pembeli dari luar negeri.

Akhirnya saya memutuskan untuk belajar saja caranya jadi eksportir. Nyari-nyari di Mbah Google kok harganya muahal-muahal. Sampai saya inget dulu kalo kuliah sering ngelewatin gedung Pusat Pelatihan Ekspor Impor di Grogol. Nah saya cari situsnya lah. Eh ketemu berbagai judul pelatihan. Saya memilih pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor seharga Rp. 600,000 selama 3 hari. 
Nyesel bayar segitu? Tidak! Materi nya sangat bermanfaat. Benar-benar buka wawasan tentang ekspor. Apalagi narasumber nya praktisi yang sudah berpengalaman. Ada juga Widyaswara yang bukan eksportir, tapi karena simulasi hitung harga ekspor jadi sangat bermanfaat sekali.
Kelas juga didesain untuk belajar. Jumlah peserta dibatasi maksimal 25 orang, pada angkatan saya hanya ada 14 orang. Kursi setiap hari berubah posisi.

Apa yang saya pelajari? Setidaknya ada sembilan materi awal sebagai berikut:

1. Mengenal Bisnis Ekspor
2. Identifikasi  Potensi Internal
3. Identifikasi Potensi Pasar Ekspor
4. Latihan Analisa SWOT
5. Pengembangan / Adaptasi Produk Ekspor
6. Biaya dan Harga Untuk Ekspor
7. Latihan Kalkulasi Harga Ekspor
8. Mencari Pembeli
9. Pengalaman Ekspor
Fasilitasnya lumayan lengkap. Maklum Balai Besar di bawah Kementerian Perdagangan RI. Seminar kits, makan siang. Bahkan penginapan Rp. 50,000 / malam yang gak kalah dari hotel dan bisa cabut jam 7 malam (padahal kalau hotel cek out kan jam 12 siang).

Read more...

Monday, August 5, 2019

Dari kereta pindah ke Transjakarta: Cerita penuh perjuangan ditengah padam listrik yang rata ini

August 05, 2019 0
Hari Minggu saya kebetulan ada janji di grand wisata Tambun Bekasi. Berangkat lah dari Tangerang jam 6 pagi menumpang commuter Line. Sampai di tambun jam 9.45 wib. Lancar jaya. Terhitung cepat daripada pakai mobil sendiri.

Sesuai janji yang disepakati jam 11 kami mulai berbincang. Dan jebret aduh duh duh. Listrik padam. Ternyata kata orang Karawang yang saya temui sehari sebelumnya juga sudah ada pemadaman listrik di daerahnya. Pizza HUT yang jadi tempat ketemuan juga tidak bisa diproduksi... Sinyal HP ikut nyungsep...

Sinyal baru ada jam 12.30, itu pun megap-megap. Beruntung dapat ojol meski harus menunggu 10 menitan bisa komunikasi. Saya pun mau pulang rencana nya numpang commuter Line lagi. Di luar stasiun tambun penumpang numpuk di loket. Saya sih masuk aja nempel e-money. 

"Pak mohon maaf commuter Line tidak bisa beroperasi. ada gangguan di aliran listrik atas. kami belum tahu sampai kapan gangguan berakhir. mungkin 1 sampai 6 jam. Kalau bapak mau nunggu silahkan. kalau mau ganti moda transportasi lain juga silahkan," kata penjaga loket.

Gubrak! Beberapa penumpang balik badan nuker balik tiket dengan uang. 
Stasiun Tambun 

Lah saya yang terlalu santai dan ingin rebahan. Pilih rebahan dulu di musolah sampai jam 3 sore.

Ditungguin tuh gerbong commuter Line masih diam saja. Akhirnya saya pilih ganti moda transportasi lain. Menurut petugas kereta bus Transjabodetabek ada di Bekasi Timur tepatnya di bulak kapal. 

Dari stasiun numpang elf. Sampai di halte busway penumpang sudah dempet-dempetan. Sebagian besar orang dari stasiun kereta pindah moda transportasi seperti saya. Dan perjuangan pun dimulai.

Bus yang ditumpangi tipe single bukan gandeng. Kapasitas terbatas tapi dipaksa mengakut penumpang over kapasitas. Kayak ikan asin tumpuk. AC gak kerasa. Panas banget dan sesak nafas. Tubuh gak bisa bergerak saking penuhnya. Gak nyaman banget dah. Anak kecil yang gak kuat mulai nangis.

Sampai Halte Cawang UKI. Kondisinya juga padat. Beruntung busway menuju Grogolnya gak sepadat dan Setega dari Bekasi Timur. AC juga lebih terasa. Meski gak dapat tempat duduk.

Walah dampak listrik padam ini dan matinya commuter Line baru nampak jelas pas sampai Halte Grogol. Pas turun dari busway, halte sudah penuh. Turun saja sulit. Sisi kiri dan kanan sudah numpuk penumpang yang mau naik busway. Kami yang turun hanya bisa satu baris ditengah. Antri mau pindah ke arah kali deres. Pas lihat penuhnya antrian di depan Trisakti. Saya pesimis masih mau lanjut numpang busway ke kalideres. Sudah gelap penuh sesak lagi.
Halte Grogol penuh sesak dan gelap

Keluarlah dari halte. Nyari minimarket pada tutup. Lanjut nyebrang ke masjid Muhammadiyah. Shalat magrib gelap-gelapan.

Lumayan 30 menit rebahan. Kemudian saya memilih lanjut pulang naik grab sajalah. Sampai juga di rumah jam 9 malam ditengah kondisi gelap gulita. Luar biasa.

---
Dari perjalanan ini saya merenungkan hikmah listrik padam total dan rata seperti itu. Di masjid Muhammadiyah saya berpikir bahwa sudah selayaknya ke depan masjid-masjid tidak usah berkubah besar. Sebaiknya atap masjid diganti saja dengan panel surya. Kita perlu alternatif energi selain fosil, baik batubara maupun BBM. Setidaknya dengan cadangan energi untuk kondisi darurat dan bisa jual listrik ke PLN.

Saran yang sama saya ajukan untuk Transjakarta. Sebaiknya atap semua halte dipasang panel Surya sebagai sumber energi cadangan. Yang membuat saya tidak mau melanjutkan perjalanan dengan busway adalah kondisi halte yang gelap gulita. Tiket juga kembali manual. Nah adanya energi cadangan ini, setidaknya lampu di setiap halte bisa nyala meski listrik padam...
Read more...

Monday, July 29, 2019

Berburu buku di Out Of The Boox 2019

July 29, 2019 0

Berburu buku di gudang penerbitnya langsung adalah kegiatan yang cukup menyenangkan, selain tentunya ada harapan dapat buku bagus dengan harga murah meriah. Kalo tidak percaya kamu bisa cek tulisan saya di Berburu Buku Murah Meriah di Big Sale Gudang Gramedia Taman Tekno. Nah kali ini saya ingin cerita tentang Out of the Boox Warehouse sale yang diadakan oleh Penerbit Mizan Group.

Deskripsi Acara Out of The Boox Warehouse Sale 
Tanggal : 24 Juli – 4 Agustus 2019
Tempat : Gudang Mizan Utama Logistik Jalan Joe Raya No 11 Lenteng Agung Jakarta Selatan
Waktu : 09.00 – 21.00

Nah saya sendiri berangkat Kamis, 25 Juli 2019. Naik kereta dari Tangerang ke Stasiun Tanjung Barat. Lalu naik ojol ke lokasi acara. Sengaja milih di hari kerja, karena biasanya pengujung bazar tidak seramai di hari minggu, apalagi promosinya gencar banget!.

Lokasi gudang tempat cuci gudang diadakan. Ada kasir dan tempat penitipan tas. Fasilitas disediakan gratis

Gerbang selamat datang untuk konsumen

Buku-buku yang dijual, disusun berdasarkan katagori tertentu.

Tumpukan buku-buku yang siap diserbu.

Suasana di dalam out of the boox

Tempatnya lumayan nyaman dengan adanya pendingin ruangan, jadi tidak gerah yah meski banyak orang. Pengunjung juga tidak dibatasi antrian. Boleh keluar masuk tanpa batas waktu, berbeda dengan warehouse sale-nya Gramedia dimana pengunjung cuma dikasih jatah 1 jam.

Saya sendiri akhirnya membeli beberapa buku yang dirasa cukup. Harga termurah 10,000 dan harga termahal 54,000 rupiah. out of the boox-nya Mizan berbeda dengan acara serupa punya Gramedia yang hanya punya tiga harga: 10,000, 20,000, dan 30,000. Untuk tahun terbitan bisa dibilang masih fresh, saya dapat rata-rata terbitan tahun 2016.

Kelebihan dari out of the boox ini banyaknya koleksi buku anak. Jadi sangat cocok untuk mengajak keluarga ke sini. Selain buku, banyak juga mainan edukasi yang dijual. Nah, khusus untuk pelajar dan mahasiswa ada diskon tambahan 10%.



Oh iya, foodcourt ada di halaman gudang, kamu bisa ngisi perut di sini. Musolah juga tersedia tak jauh dari foodcourt. Jadi kalau mau mampir ke sini silahkan saja. waktunya terbatas loh


Read more...

Wednesday, June 12, 2019

Berani mencoba #Podcast Note's 1

June 12, 2019 0

“Cobalah! Dengan mencoba akan ada dua kemungkinan: gagal atau berhasil. Kalau tidak mencoba hanya ada satu kemungkinan yaitu gagal”

Kira-kira begitulah Pesan yang disampaikan oleh Merry Riana dalam bukunya  Mimpi Satu Juta Dolar.

Kita memang tidak akan pernah tahu suatu hal sebelum mencobanya. kita takkan pernah tahu dinginnya es Jika belum pernah menyentuhnya.  Walau tentu saja ada orang yang berdalih, Bukankah tidak perlu mencoba menyentuh es kalau hanya ingin tahu es itu dingin.  Bukankah bisa diwakilkan kepada orang lain? kita bisa menerima informasi dari orang yang pernah mencobanya kan?”

Tidak  salah memang argumen seperti itu.  Tapi dari sana jelas bahwa kita hanya sekedar ikut-ikutan saja.  bagaimana kalau orang yang dijadikan sumber informasinya berbohong?  Maka lebih elok jika kita mencobanya sendiri. Ada yang berbeda yang berbeda ketika kita mencoba langsung daripada sekedar ikut-ikutan pendapat orang.

Berani mencoba harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata.  sesuatu yang  yang besar hadir karena ada keberanian untuk mencobanya.  seperti keinginan manusia untuk terbang,  kemudian Wright bersaudara memutuskan untuk mencoba  membuat  pesawat terbang pertama kalinya.  dan sekarang tidak aneh orang kemana-mana menggunakan pesawat terbang.  Jika kita ingin menjadi sesuatu,  menjadi pengusaha misalnya,  maka cobalah untuk membuka usaha.

Memang tidak semua yang kita coba akan membuahkan hasil.  ada kalanya  apa yang kita lakukan menemui kegagalan. Ada satu hal yang harus kita sadari dari kegagalan tersebut,  bahwa dengan mencoba,  walau walaupun hasilnya gagal,  kita telah melewati satu fase penting.  Kita telah mengalahkan ketakutan - ketakutan yang membelenggu diri kita.  Dari kegagalan itu kita akan memperoleh banyak pelajaran dan hikmah untuk perbaikan selanjutnya.

Coba dan Perhatikan

Terkait dengan keberadaan mencoba,  ada sebuah pepatah Arab yang sangat melegenda. “ cobalah dan perhatikanlah maka kau akan tahu”

Kita tahu akan sesuatu hal,   pada  awalnya memang berasal dari proses mencoba dan memperhatikan.  Contohnya saat belajar naik sepada, awlanya kita memperhatikan orang lain yang naik sepeda,  kemudian kita mencoba menaiki dan mengayuh sepeda, namun jatuh,  kembali memperhatikan orang lain naik sepeda, seperti apa sih caranya yang ebanr biar kita tidak jatuh, lalu terus mencoba sampai akhirnya kita bisa.

“Aku tidak gagal,Aku berhasil membuktikan bahwa 9999 jenis bahan mentah ini tidak bisa dipakai.  aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok.  Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah.”

Kutipan kata-kata Bernas milik Thomas Alva Edison di atas menegaskan pentingnya mencoba jangan takut gagal.  Edison adalah contoh nyata seorang pencoba dan pembelajar tangguh.  Ribuan kali ia meneliti serat optical demi memperoleh bahan yang cocok untuk lampu pijar nya.  beribu serat dicoba,  belum berhasil.  namun ia tak pantang menyerah,  hingga akhirnya saat percobaan yang sekian ribu kali ia baru menemukannya. Jadilah lampu pijar identik dengan nama Thomas Alva Edison.

Ribuan kali ditolak, Kolonel Sanders terus mencoba menawarkan resepnya

Selanjutnya kita juga akan Belajar dari Kolonel Sanders, sang pendiri KFC.  Kolonel Sander mendirikan waralaba KFC hanya bermodalkan mobil tua.  ia berkeliling dari satu rumah makan ke rumah lainnya untuk menawarkan resep membuat ayam goreng yang renyah.  ia menawari banyak Rumah Makan itu untuk menggunakan resepnya dengan imbalan bagi hasil keuntungan. Puluhan rumah makan ia tawari,  jawabannya selalu sama:  TDAK!. Kolonel Sanders Pantang menyerah,  terus dan terus menawari resepnya.   ratusan rumah makan ia kunjungi,  jawabannya tetap sama:  TIDAK!

Apakah Kolonel Sanders  berhenti mencoba?  nyatanya tidak. Ia terus mencari rumah makan lainnya.  usahanya dilipatgandakan,   1000 rumah makan ia datangi, meski jawabannya selalu sama: TIDAK! barulah di rumah makan ke 1009 yang mendapat jawaban “ya”.  

Bayangkan 1009?  betapa banyaknya jumlah rumah makan yang ia singgahi dan berapa banyak waktu yang  dihabiskan?.  Bagi orang yang sinis dan mudah putus asa,  angka 1009 itu bisa jadi dianggap GILA.  Namun bagi yang percaya kekuatan mencoba,  ia menganggap itu adalah proses panjang .

Setelah tawarannya diterima,  tak disangka KFC kemudian mendunia. Hampir di setiap negara ada cabang Rumah Makan cepat saji itu.  siapa sih yang tak tahu  keseharan namanya?   Sekali lagi itu tak lepas dari keberanian untuk terus mencoba dan tidak takut gagal dari Kolonel Sanders. jikalauia bukan tipe orang yang pantang menyerah,  mungkin nama KFC tidak akan pernah ada.


Jika anda masih muda Jangan takut untuk mencoba hal yang ingin anda lakukan.  jikalau menemui cobaan dan kegagalan Jangan pernah pantang menyerah.  kata Dahlan Iskan,   setiap orang punya jatah gagal,  habiskan jatah gagalmu selagi masih muda. Selamat mencoba apa saja yang ingin anda lalukan di dunia nyata.

Sampai ketemu lagi.

Read more...

Tuesday, April 23, 2019

Menyusun koleksi buku pribadi seperti koleksi perpustakaan profesional

April 23, 2019 0
Pernah pinjam buku di perpustakaan? Kalo kamu pernah minjem buku di perpustakaan, sudah pasti  koleksinya rapi disusun berrdasarkan sistem tertentu dan kamu akan menemui label buku yang ada di punggung setiap buku yang dikoleksi peprustakaan bukan? Label ini berisi nama perpustakaan dan nomor panggil atau dalam bahasa Inggrisnya disebut call number. Nomor panggil inilah yang biasanya memudahkan pengguna perpustakaan kala mencari suatu buku lewat Opac (Katalog digital perpustakaan).

Nah kali ini saya akan berbagi cara membuat label tersebut, meski anda bukan berasal dari ilmu perpustakaan. Tentu ini akan membuat koleksi buku anda dapat ditata persis seperti koleksi buku diperpustakaan. Sudah siap!

Alat yang dibutuhkan:
  • Printer
  • Gunting


Bahan yang dibutuhkan
  • Kertas
  • Lakban bening


Aplikasi yang dipakai
  • Spreadsheet seperti MS excel
  • Pengolah dokumen seperti MS Word
  • Browser seperti Chrome.


Untuk membuat label buku ini perlu nomor panggil dari koleksi buku yang ingin kita buatkan label punggungnya. Nomor panggil ini terdiri dari kode DCC buku, tiga huruf terakhir dari nama belakang penulis buku, dan huruf pertama dari judul buku.

DDC merupakan singkatan dari Dewey Decimal Classification, merupakan sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Malvil Dewey. DDC adalah sistem klaisifikasi yang paling banyak digunakan di dunia. DDC mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan yang sistematis dan teratur. Sistem DDC disebut juga kelasifikasi decimal/persepuluhan karena perincian ilmu pengetahuan didalamnya berdasarkan kelipatan sepuluh, pertama-tama membagi ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama, kemudian masing-masing kelas utama dibagi lagi ke dalam 10 divisi, dan selanjutnya 10 divisi dibagi lagi ke dalam 10 seksi, sehingga dengan demikian DDC terdiri dari 10 kelas utama, 100 devisi dan 1000 seksi. 10 Kelas utama DDC adalah sebagai berikut:

000 karya umum, Ilmu komputer
100 filsafat, Psikologi
200 Agama
300 Ilmu Sosial
400 Bahasa
500 Ilmu Pengetahuan Murni
600 Ilmu Pengetahuan Terapan / Teknologi
700 Seni, Olahraga
800 Kesusastraan
900 Sejarah, geografi

Cara mendapatkan kode DDC dari buku yang ingin kita oleh adalah dengan meminjam data dari koleksi perpustakaan lain yang kebetulan memiliki koleksi buku yang sama dengan kita. Saya menggunakan situs onesearch.id milik Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan kode DCC dan informasi subjek buku.

Data dari onesearch ini kemudian saya salin ke tabel excel. Setelah mendapatkan nomor panggil buku, saya kemudian menyalin ke word berupa label punggung buku yang siap di cetak.

Setelah label dicetak, saya gunting sesuai dengan kotak label. lalu menempelkan label nomor panggil ke punggung buku yang kita olah. Maka semua proses pelabelan buku sudah selesai dan buku bisa ditata sesuai dengan subjeknya seperti di perpustakaan.

Untuk detail bisa lihat video berikut:

Read more...

Thursday, March 7, 2019

Catatan hasil Kopdar Investasi Properti TDA Tangerang Raya

March 07, 2019 1
Bisnis yang sehat adalah apabila nilai asset minimal 20% dari omset. Seringkali banyak pengusaha asyik mengejar omset tapi lupa "menabung" asset. Mengapa perlu menabung asset?

- Ketika bisnis tumbuh dan kita butuh modal, itu asset bisa 'disekolahkan' atau dijual untuk ekspansi
- Ketika bisnis lagi 'menurun', asset itu bisa sebagai penyelamat kita.

Sabtu, 2 Maret 2019 kemarin saya mengikuti acara Kopdar Investasi Properti yang diadakan oleh komunitas TDA Tangerang Raya.  Pada acara yang diselngarakan di Telaga Seafood BSD itu diisi oleh narasumber berikut:

- Mas Inu (owner butik ceria, pelaku investasi property)
- Bu Fanny, (pengusaha property, mitra BTN)
- Mas Andri, (owner battler & executive di BJB)
- Pembicara tamu dr Bank BTN bagian pengelolaan asset

Oke catatan yang saya bawa hasil dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

Simpan dana untuk jangka panjang lewat Logam mulia batangan. Logam mulia nilainya lebih tinggi daripada emas perhiasan. Ketika Logam mulia dijual, harganya lebih tinggi dari emas perhiasan. Emas perhiasan banyak potongan.

Logam mulia yang sudah terkumpul bisa dibelikan property. Perbandingan logam mulia dengan property adalah logam mulia lebih mudah dijual dibandingkan property. Namun, property bisa lebih menguntungkan untuk investai karena nilai jualnya bisa lebih tinggi dibandingkan saat beli.

6 alasan orang jual rumah:

- Hutang
- Cerai
- Pension
- Pengobatan
- Warisan
- profit

Strategi investai property:

- Wajib ada jalan ke lahan yang mau dibeli. Apapun jenis jalannya mau jalan raya atau jalan kampung. Jangan sampai beli lahan yang tidak ada jalannya, atau lokasi ketutup tanah orang lain. Harga jualnya bisa dibantai murah, atau lebih parah seperti yang di Bandung, tidak dikasih akses jalan sama sekali.

- Focus beli tanahnya jangan focus pada bangunannya. Adakalanya property yang ditawarkan sudah dalam kondisi bangunan rusak, maka jangan focus pada bangunannya. Fokuslah pada lahannya, apakah lahan itu strategis dan prospek ke depannya bagus? Jika bagus, beli lah.

- Status tanah SHM atau HGB. Jika beli property atau lahan yang jenis ini sangat aman, usahakanlah beli property atau tanah yang memiliki sertifikat ini.

- Lahan AJB. Hati-hati untuk lahan jenis ini! hindari lahan sengketa, cek ke desa atau ke BPN. silahkan beli jika lahan benar-benar bisa dikuasai. Kuasai lahan dengan patok BPN yang jelas, jika ada patok perusahaan jangan pernah beli; ada bangunan semi permanan di lahan yang akan dibeli, ada pagar tanaman atau tembok keliling di lahan yang mau dibeli; ada nomor rumah dan diakui desa. 

- Transaksi untuk lahan AJB sebaiknya di desa atau kecamatan. Hindari transaksi di bawah tangan untuk menghindari sengketa.

- Hati-hati buble property, harga beli tinggi harga jual belum tentu tinggi. Tipsnya, cek harga tanah sekitar, acuannya harga bangunan RSS 2 juta / meter, sederhana 3-4 juta / meter dan rumah mewah 4-5 juta / meter. Apabila property yang ditawarkan lebih tinggi dari harga jual tanah sekitar, maka jangan beli!

- Cash adalah king. Beli tanah dengan uang tunai akan menaikkan daya tawar terhadap properti yang ditawarkan.

- Beli property wajib uang dingin. Jangan mentang-mentang usaha lagi naik dipanas-panasi beli ruko langsung mau dan mengorbankan uang modal atau minjem ke bank. Ini sangat bahaya, jika macet tagihan yang terancam bukan usaha anda saja, tapi juga property tersebut bisa terancam. Menjual property saat butuh uang sama dengan bencana, karena yang nawar tidak akan segan-segan banting harga.

Rumah Lelang BTN

Bagaimana alo anda ditawarkan rumah di perumahan yang sudah eksis dan ramai lokasinya dengan harga 55 juta? Becanda? Bukan ini serius? Ternyata BTN melalui anak perusahaannya juga menyediakan rumah lelang yang harganya murah.

Rumah lelang bank lebih murah dibandingkan dengan nego langsung ke pemilik yang disita. Hal ini terjadi karena harga property ditentukan oleh Bank.

Penting beli rumah yang punya IMB dan SHM. Rumah lelang semua berkas itu ada di bank. 

Rumah bisa direnovasi untuk ditempati sendiri, atau dijual lagi ke bank. Bisa diatur sesuai dengan keinginan pemilik. Anak perusahaan BTN yang menjualkan akan meminta fee 3 sd 5 % dari harga jual.

Terimakasih
Nah fotonya di bawah ini




Read more...

Follow by Email